alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Mayat Laki-Laki di Bawah Jembatan Kali Lanang Gegerkan Warga Batu

KOTA BATU – Mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan di bawah Jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo Senin (25/10) pagi sekitar pukul 05.30. Jenazah tersebut ditemukan pertama kali oleh Slamet, salah satu petani setempat. Tim Inafis Reskrim Polres Batu bergerak cepat melakukan identifikasi dan olah TKP.

Kapolsek Bumiaji AKP Suyatno mengatakan salah satu petani yang menemukan jenazah korban yakni Selamet. Saat itu saksi hendak bertani selada lalu melihat sesosok manusia terbaring di bawah jembatan. Selanjutnya Selamet melaporkan temuannya itu ke pihak desa dan diteruskan ke kepolisian. “Kami menerima adanya laporan dari salah satu warga, lalu kami tindak lanjuti,” katanya.

Suyatno mengatakan, saat olah TKP tidak ditemukan identitas korban selain HP. Lalu pihaknya juga belum bisa menduga apakah korban sengaja bunuh diri atau dibunuh. Diperkirakan jenazah sudah berada di lokasi sejak Minggu (24/10) malam. “Untuk identitas korban masih kami telusuri dengan menyamakan sidik jari tangan korban,” katanya. Saat olah TKP terlihat banyak orang yang menyaksikan jalannya evakuasi.

Ketika ditemukan, jenazah dalam posisi tertelungkup. Terlihat adanya luka di wajah diduga karena terjatuh dari ketinggian 19 meter dari atas jembatan. Selanjutnya akan dilakukan otopsi dalam tubuh untuk mencari petunjuk penyebab kematian korban. “Segera akan kami ungkap motif di balik adanya penemuan mayat itu,” katanya.

Menurut penelusuran Radar Malang, diketahui korban bernama Eko Tri Manto, 34. Almarhum sesuai dengan KTP beralamat di Jl Imam Sujono RT 06 RW 04 Desa Bulukerto. Namun korban semasa hidupnya sudah lama tinggal di rumah Paimin, 76, sekitar 10 tahun. “Ibunya kan Bu Marsiti sudah meninggal kemudian dititipkan ke saya tinggal di sini,” kata Paimin.

Paimin sendiri mengetahui korban tidak ada di rumah sekitar pukul 03.00 malam dini hari. Sebelumnya pada Minggu (24/10) sekitar pukul 22.00, almarhum masih membuat nasi goreng di dapur. “Perginya itu tidak pamitan, gak tau kenapa, padahal gak ada masalah apa-apa,” katanya. Dia juga tidak mengetahui ke mana tujuan korban untuk pergi dan tidak membawa sepeda motor yang biasa dipakai.

Namun, sebenarnya Paimin merasa curiga pada korban karena wajahnya terlihat murung malam hari sebelumnya. Kemudian dia baru mengetahui adanya penemuan jenazah Eko setelah anaknya bernama Jumadi melihat salah satu WhatsApp story dari temannya. “Kok celana sama bajunya seperti punya Eko,” ujarnya. Korban sendiri tidak membawa dompet saat keluar rumah, hanya membawa HP. Lalu rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Bulukerto.

Dia mengatakan, korban sehari-hari dikenal sebagai pribadi yang tertutup. “Biasanya hanya main HP di kamar,” katanya. Dia juga tidak mengetahui ada permasalahan apa. “Saya gak tahu sudah punya pacar atau belum, belum nikah juga,” ujarnya. Untuk pekerjaan korban terakhir terkadang bertani dan tiga tahun lalu sempat bekerja di salah satu hotel di Kota Batu. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Mayat laki-laki yang belum diketahui identitasnya ditemukan di bawah Jembatan Kali Lanang, Desa Pandanrejo Senin (25/10) pagi sekitar pukul 05.30. Jenazah tersebut ditemukan pertama kali oleh Slamet, salah satu petani setempat. Tim Inafis Reskrim Polres Batu bergerak cepat melakukan identifikasi dan olah TKP.

Kapolsek Bumiaji AKP Suyatno mengatakan salah satu petani yang menemukan jenazah korban yakni Selamet. Saat itu saksi hendak bertani selada lalu melihat sesosok manusia terbaring di bawah jembatan. Selanjutnya Selamet melaporkan temuannya itu ke pihak desa dan diteruskan ke kepolisian. “Kami menerima adanya laporan dari salah satu warga, lalu kami tindak lanjuti,” katanya.

Suyatno mengatakan, saat olah TKP tidak ditemukan identitas korban selain HP. Lalu pihaknya juga belum bisa menduga apakah korban sengaja bunuh diri atau dibunuh. Diperkirakan jenazah sudah berada di lokasi sejak Minggu (24/10) malam. “Untuk identitas korban masih kami telusuri dengan menyamakan sidik jari tangan korban,” katanya. Saat olah TKP terlihat banyak orang yang menyaksikan jalannya evakuasi.

Ketika ditemukan, jenazah dalam posisi tertelungkup. Terlihat adanya luka di wajah diduga karena terjatuh dari ketinggian 19 meter dari atas jembatan. Selanjutnya akan dilakukan otopsi dalam tubuh untuk mencari petunjuk penyebab kematian korban. “Segera akan kami ungkap motif di balik adanya penemuan mayat itu,” katanya.

Menurut penelusuran Radar Malang, diketahui korban bernama Eko Tri Manto, 34. Almarhum sesuai dengan KTP beralamat di Jl Imam Sujono RT 06 RW 04 Desa Bulukerto. Namun korban semasa hidupnya sudah lama tinggal di rumah Paimin, 76, sekitar 10 tahun. “Ibunya kan Bu Marsiti sudah meninggal kemudian dititipkan ke saya tinggal di sini,” kata Paimin.

Paimin sendiri mengetahui korban tidak ada di rumah sekitar pukul 03.00 malam dini hari. Sebelumnya pada Minggu (24/10) sekitar pukul 22.00, almarhum masih membuat nasi goreng di dapur. “Perginya itu tidak pamitan, gak tau kenapa, padahal gak ada masalah apa-apa,” katanya. Dia juga tidak mengetahui ke mana tujuan korban untuk pergi dan tidak membawa sepeda motor yang biasa dipakai.

Namun, sebenarnya Paimin merasa curiga pada korban karena wajahnya terlihat murung malam hari sebelumnya. Kemudian dia baru mengetahui adanya penemuan jenazah Eko setelah anaknya bernama Jumadi melihat salah satu WhatsApp story dari temannya. “Kok celana sama bajunya seperti punya Eko,” ujarnya. Korban sendiri tidak membawa dompet saat keluar rumah, hanya membawa HP. Lalu rencananya almarhum akan dimakamkan di TPU Bulukerto.

Dia mengatakan, korban sehari-hari dikenal sebagai pribadi yang tertutup. “Biasanya hanya main HP di kamar,” katanya. Dia juga tidak mengetahui ada permasalahan apa. “Saya gak tahu sudah punya pacar atau belum, belum nikah juga,” ujarnya. Untuk pekerjaan korban terakhir terkadang bertani dan tiga tahun lalu sempat bekerja di salah satu hotel di Kota Batu. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/