alexametrics
25.3 C
Malang
Wednesday, 1 December 2021

Vaksinasi Remaja Kota Batu Tuntas 100 Persen

 

KOTA BATU – Ini akan menjadi kabar yang menggembirakan untuk masyarakat Kota Batu. Karena, capaian vaksinasi untuk usia remaja sudah tuntas 100 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko kemarin (25/11) di Taman Pemandian Cangar saat melakukan penanaman pohon. “Kalau untuk yang remaja atau usia sekolah sudah tuntas 100 persen,” ungkapnya.

Namun, menurut dia, hal itu masih belum bisa mengoptimalkan herd immunity di Kota Batu. Karena, capaian vaksinasi dosis dua masih 77 persen. “Jadi jangan bicara herd immunity dulu, sampai nanti total capaian vaksinasi benar benar 100 persen,” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap akan memberikan edukasi dan perlindungan pada warga. “Karena kalau kita sudah bilang herd immunity meningkat, kita cenderung lalai untuk tidak ber protokol kesehatan,” beber politisi PDIP itu.

Untuk itu, pihaknya akan semaksimal mungkin menyelesaikan target vaksinasi. Khususnya untuk lansia, agar semua bisa tetap terlindungi.

Selain itu, Pemkot Batu juga masih menunggu perintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi yang menyasar usia 6-11 tahun. “Karena sekarang yang dikirim baru vaksin untuk 12 tahun ke atas,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk memperluas cakupan kelompok umur vaksinasi. Setelah menyasar kelompok anak usia 12-18 tahun, berikutnya vaksinasi Covid-19 bakal diberikan kepada kelompok anak usia 6-11 tahun.

Vaksinasi bagi kelompok usia 6-11 tahun pun telah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Lantaran mereka rentan juga untuk tertular Covid-19. Serta untuk menjamin keamanan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Meski begitu pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok umur tersebut masih menanti keputusan kementerian kesehatan.

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati mengatakan, untuk vaksinasi pada kategori usia 6-11 tahun itu nantinya akan menggunakan vaksin Sinovac. “Itu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh BPOM,” ujar dia.

Nantinya, harus harus jeda waktu yang diberikan untuk pemberian vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Artinya, pelaksanaannya tidak serta merta karena mereka yang duduk di bangku jenjang pendidikan dasar, tengah memasuki bulan imunisasi anak sekolah (BIAS).

Saat ini, mereka tengah masuk masa BIAS untuk vaksinasi measles rubella (MR) dan difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. “Mungkin selang satu atau dua minggu lagi kami baru bisa melakukan vaksinasi Covid-19,“ ungkapnya.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang memiliki penyakit bawaan juga belum diperbolehkan untuk mengikuti vaksinasi tanpa surat pengantar dari dokter spesialis anak. “Mereka yang mau vaksin juga diwajibkan membawa surat izin dari orang tua,” pungkasnya. (ulf/lid)

 

KOTA BATU – Ini akan menjadi kabar yang menggembirakan untuk masyarakat Kota Batu. Karena, capaian vaksinasi untuk usia remaja sudah tuntas 100 persen.

Hal itu disampaikan Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko kemarin (25/11) di Taman Pemandian Cangar saat melakukan penanaman pohon. “Kalau untuk yang remaja atau usia sekolah sudah tuntas 100 persen,” ungkapnya.

Namun, menurut dia, hal itu masih belum bisa mengoptimalkan herd immunity di Kota Batu. Karena, capaian vaksinasi dosis dua masih 77 persen. “Jadi jangan bicara herd immunity dulu, sampai nanti total capaian vaksinasi benar benar 100 persen,” tegasnya.

Meski begitu, pihaknya tetap akan memberikan edukasi dan perlindungan pada warga. “Karena kalau kita sudah bilang herd immunity meningkat, kita cenderung lalai untuk tidak ber protokol kesehatan,” beber politisi PDIP itu.

Untuk itu, pihaknya akan semaksimal mungkin menyelesaikan target vaksinasi. Khususnya untuk lansia, agar semua bisa tetap terlindungi.

Selain itu, Pemkot Batu juga masih menunggu perintah pusat untuk pelaksanaan vaksinasi yang menyasar usia 6-11 tahun. “Karena sekarang yang dikirim baru vaksin untuk 12 tahun ke atas,” tandasnya.

Seperti diketahui, pemerintah berencana untuk memperluas cakupan kelompok umur vaksinasi. Setelah menyasar kelompok anak usia 12-18 tahun, berikutnya vaksinasi Covid-19 bakal diberikan kepada kelompok anak usia 6-11 tahun.

Vaksinasi bagi kelompok usia 6-11 tahun pun telah mendapat izin dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Lantaran mereka rentan juga untuk tertular Covid-19. Serta untuk menjamin keamanan pelaksanaan pembelajaran tatap muka. Meski begitu pelaksanaan vaksinasi untuk kelompok umur tersebut masih menanti keputusan kementerian kesehatan.

Sebelumnya, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Batu, Susana Indahwati mengatakan, untuk vaksinasi pada kategori usia 6-11 tahun itu nantinya akan menggunakan vaksin Sinovac. “Itu sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan oleh BPOM,” ujar dia.

Nantinya, harus harus jeda waktu yang diberikan untuk pemberian vaksinasi bagi anak usia 6-11 tahun. Artinya, pelaksanaannya tidak serta merta karena mereka yang duduk di bangku jenjang pendidikan dasar, tengah memasuki bulan imunisasi anak sekolah (BIAS).

Saat ini, mereka tengah masuk masa BIAS untuk vaksinasi measles rubella (MR) dan difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus. “Mungkin selang satu atau dua minggu lagi kami baru bisa melakukan vaksinasi Covid-19,“ ungkapnya.

Sama seperti orang dewasa, anak-anak yang memiliki penyakit bawaan juga belum diperbolehkan untuk mengikuti vaksinasi tanpa surat pengantar dari dokter spesialis anak. “Mereka yang mau vaksin juga diwajibkan membawa surat izin dari orang tua,” pungkasnya. (ulf/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru