alexametrics
20.1 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

JPU Bakal Siapkan 4 Saksi Ahli di Sidang Korupsi Pengadaan Lahan SMAN 3 Batu

KOTA BATU-Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMAN 3 Batu akan dilanjutkan pada Senin pekan depan (30/5). Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu selaku penuntut akan menghadirkan lima orang saksi.

Empat di antaranya adalah saksi ahli yang akan memperkuat dugaan terjadinya penggelembungan harga tanah hingga dua kali lipat dalam proyek tersebut. Kasi Intel Kejari Batu Edi Sutomo SH MH mengatakan pada saksi ahli itu terdiri dari dua orang anggota Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (Mappi), satu orang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan satu orang lagi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).  ”Dalam sidang Senin pekan depan itu juga masih menyisakan satu orang saksi fakta lagi,” ujarnya. Terdakwa dalam perkara itu adalah Edi Setiawan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Nanang Istiawan Sutriyon selaku anggota tim appraisal.

Mereka diduga terlibat dalam korupsi dengan modus penggelembungan harga tanah seluas 8 ribu meter persegi di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji yang akan dibangun gedung SMAN 3 Batu pada 2014 lalu. Ketika itu pemkot membeli lahan milik masyarakat dengan harga Rp 8 miliar (Rp 1 juta per meter persegi). Harga yang muncul dari rekomendasi tim appraisal itu dianggap terlalu mahal. Dugaan ”main mata” pun muncul oleh tim juru penaksiran harga dengan oknum di lingkungan Pemkot Batu. Apalagi, harga pasaran tanah di Desa Sumbergondo pada 2014 sekitar Rp 500 ribu per meter.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa sudah menghadirkan saksi dari trim appraisal tempat terdakwa Nanang bekerja. Mereka adalah Iron Binjamin dan R. N. Adnan. Iron menyatakan bahwa dia bukan penilai publik, sehingga ia tidak pernah melakukan survei untuk penilaian appraisal tanah SMAN 3. Sementara Adnan bersaksi bila tidak pernah ada pembuatan laporan penilaian appraisal. Selain itu, terungkap bila tanda tangan dalam laporan telah dipalsukan. Nah, para saksi ahli yang dihadirkan Senin depan diharapkan bisa memberikan penguatan tentang dugaan penggelembungan harga dan rekayasa dalam dokumen di dalamnya. (biy/fat)

 

KOTA BATU-Sidang lanjutan perkara dugaan tindak pidana korupsi pengadaan lahan SMAN 3 Batu akan dilanjutkan pada Senin pekan depan (30/5). Kejaksaan Negeri (Kejari) Batu selaku penuntut akan menghadirkan lima orang saksi.

Empat di antaranya adalah saksi ahli yang akan memperkuat dugaan terjadinya penggelembungan harga tanah hingga dua kali lipat dalam proyek tersebut. Kasi Intel Kejari Batu Edi Sutomo SH MH mengatakan pada saksi ahli itu terdiri dari dua orang anggota Masyarakat Profesi Penilai Indonesia (Mappi), satu orang dari Badan Pertanahan Nasional (BPN), dan satu orang lagi dari Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).  ”Dalam sidang Senin pekan depan itu juga masih menyisakan satu orang saksi fakta lagi,” ujarnya. Terdakwa dalam perkara itu adalah Edi Setiawan selaku Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) dan Nanang Istiawan Sutriyon selaku anggota tim appraisal.

Mereka diduga terlibat dalam korupsi dengan modus penggelembungan harga tanah seluas 8 ribu meter persegi di Desa Sumbergondo, Kecamatan Bumiaji yang akan dibangun gedung SMAN 3 Batu pada 2014 lalu. Ketika itu pemkot membeli lahan milik masyarakat dengan harga Rp 8 miliar (Rp 1 juta per meter persegi). Harga yang muncul dari rekomendasi tim appraisal itu dianggap terlalu mahal. Dugaan ”main mata” pun muncul oleh tim juru penaksiran harga dengan oknum di lingkungan Pemkot Batu. Apalagi, harga pasaran tanah di Desa Sumbergondo pada 2014 sekitar Rp 500 ribu per meter.

Dalam sidang sebelumnya, jaksa sudah menghadirkan saksi dari trim appraisal tempat terdakwa Nanang bekerja. Mereka adalah Iron Binjamin dan R. N. Adnan. Iron menyatakan bahwa dia bukan penilai publik, sehingga ia tidak pernah melakukan survei untuk penilaian appraisal tanah SMAN 3. Sementara Adnan bersaksi bila tidak pernah ada pembuatan laporan penilaian appraisal. Selain itu, terungkap bila tanda tangan dalam laporan telah dipalsukan. Nah, para saksi ahli yang dihadirkan Senin depan diharapkan bisa memberikan penguatan tentang dugaan penggelembungan harga dan rekayasa dalam dokumen di dalamnya. (biy/fat)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/