alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

Diskominfo Minta Warga Migrasi TV Analog ke Digital

KOTA BATU – Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi akan menghentikan siaran TV analog menjadi TV digital. Menyikapi kebijakan ini Kepala Diskominfo Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, pihaknya sudah mengikuti sosialisasi tersebut sejak 20 April lalu melalui pertemuan online yang digelar oleh DPR RI. Dengan adanya migrasi ini juga, Ony mengatakan bahwa kualitas TV akan jauh lebih baik, dari suara hingga gambar yang dilihat.

“Selama ini TV analog hanya menampilkan gambar saja. Tapi dengan TV digital nanti bisa juga menampilkan data. Jadi saat ada acara yang mengharuskan untuk mengumpulkan poling suara, itu bisa dilakukan dua arah antara penyiar stasiun TV dengan penonton,” kata Ony.

Dirinya juga menjelaskan jika batas akhir siaran analog secara nasional paling lambat 2 November 2022. Dalam proses migrasi ke TV digital ini, salah satu yang terpenting adalah set top box atau STB yang digunakan sebagai alat mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara.

“Nanti masing-masing stasiun TV akan memberikan bantuan STB pada masing-masing keluarga yang masuk dalam kategori miskin. Tapi untuk Kota Batu kami belum ada data lengkap. Karena bantuan ini langsung dari stasiun TV itu sendiri,” jelasnya.

Kendala yang masih ada yakni belum semua wilayah bisa menjangkau sinyal TV digital. Maka dari itu, Ony mengimbau agar masyarakat terlebih dahulu mengecek sinyal TV digital. “Langkah pertama itu men-download aplikasi sinyal TV digital di google play atau app store,” terangnya.

Setelah aplikasi terinstal jalankan aplikasi tersebut. Dengan begitu aplikasi akan meminta izin akses sesuai lokasi. Lalu akan menampilkan peta sesuai titik lokasi yang sudah dimintai izin. Setelah itu pada peta akan terlihat bahwa daerah dengan sinyal bagus akan muncul dengan warna merah dan oranye. Daerah dengan sinyal sedang ditandai dengan warna kuning dan hijau. Sedangkan daerah dengan sinyal buruk ditandai dengan warna biru muda dan silver. (fif/lid)

KOTA BATU – Pemerintah pusat melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika secara resmi akan menghentikan siaran TV analog menjadi TV digital. Menyikapi kebijakan ini Kepala Diskominfo Kota Batu, Onny Ardianto mengatakan, pihaknya sudah mengikuti sosialisasi tersebut sejak 20 April lalu melalui pertemuan online yang digelar oleh DPR RI. Dengan adanya migrasi ini juga, Ony mengatakan bahwa kualitas TV akan jauh lebih baik, dari suara hingga gambar yang dilihat.

“Selama ini TV analog hanya menampilkan gambar saja. Tapi dengan TV digital nanti bisa juga menampilkan data. Jadi saat ada acara yang mengharuskan untuk mengumpulkan poling suara, itu bisa dilakukan dua arah antara penyiar stasiun TV dengan penonton,” kata Ony.

Dirinya juga menjelaskan jika batas akhir siaran analog secara nasional paling lambat 2 November 2022. Dalam proses migrasi ke TV digital ini, salah satu yang terpenting adalah set top box atau STB yang digunakan sebagai alat mengonversi sinyal digital menjadi gambar dan suara.

“Nanti masing-masing stasiun TV akan memberikan bantuan STB pada masing-masing keluarga yang masuk dalam kategori miskin. Tapi untuk Kota Batu kami belum ada data lengkap. Karena bantuan ini langsung dari stasiun TV itu sendiri,” jelasnya.

Kendala yang masih ada yakni belum semua wilayah bisa menjangkau sinyal TV digital. Maka dari itu, Ony mengimbau agar masyarakat terlebih dahulu mengecek sinyal TV digital. “Langkah pertama itu men-download aplikasi sinyal TV digital di google play atau app store,” terangnya.

Setelah aplikasi terinstal jalankan aplikasi tersebut. Dengan begitu aplikasi akan meminta izin akses sesuai lokasi. Lalu akan menampilkan peta sesuai titik lokasi yang sudah dimintai izin. Setelah itu pada peta akan terlihat bahwa daerah dengan sinyal bagus akan muncul dengan warna merah dan oranye. Daerah dengan sinyal sedang ditandai dengan warna kuning dan hijau. Sedangkan daerah dengan sinyal buruk ditandai dengan warna biru muda dan silver. (fif/lid)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/