alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 17 May 2022

Masuk Kota Batu, Wisatawan Luar Kota Diskrining di Simpang Pendem

KOTA BATU – Kendaraan wisatawan luar kota yang masuk dari arah Karangploso (Kabupaten Malang) maupun dari arah Kota Malang diperiksa secara random sebelum memasuki Kota Batu. Mereka diperiksa kelengkapan surat rapid test atau swab test yang wajib dibawa.

”Bagi wisatawan yang membawa SK (surat keterangan rapid test) langsung diperbolehkan masuk ke Kota Batu, namun yang tidak bawa, akan dilakukan rapid test di tempat,” ujar Kanit Bimas Polsek Junrejo Ipda Totok, di sela-sela pemeriksaan di perbatasan pintu masuk Kota Batu dari arah timur. Tepatnya di simpang tiga Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, kemarin.

Menurut Totok, pemeriksaan dilakukan menindaklanjuti surat edaran (SE) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang mewajibkan wisatawan luar kota membawa surat rapid test atau swab test

Pemeriksaan perdana tersebut dilakukan mulai pukul 10.00 sampai 11.00. Kendaraan yang menjadi prioritas pemeriksaan adalah nopol luar Malang Raya. ”Pertama, kami tanyakan identitasnya dan tujuannya ke mana. Setelah itu, baru kami minta SK rapid test. Jika tidak bawa, akan dilakukan tes di tempat,” ucapnya.

Rencananya, pemeriksaan ini akan digelar hingga 4 Januari 2021 mendatang. ”Tujuannya supaya masyarakat sadar bahwa pandemi ini memang ada. Dengan tes seperti ini kan bisa jadi pertimbangan wisatawan yang akan berkunjung ke Batu,” paparnya.

Sementara itu, arus kendaraan yang masuk Kota Batu belum terlalu padat. Totok memperkirakan mulai terjadi peningkatan volume kendaraan pada 30 Desember hingga 1 Januari 2021 mendatang. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, dia melakukan rekayasa dan menurunkan anggota di titik rawan macet.

Di sisi lain, di seluruh akses masuk ke Kota Apel, hanya pos simpang tiga Pendem yang sudah melakukan operasi. Di pos Pujon yang juga merupakan akses masuk Batu masih belum dilaksanakan razia SK rapid test. ”Harapan saya, semoga pandemi bisa cepat hilang untuk menyongsong tahun depan,” harapnya.

Terpisah, Danru Satgas Covid-19 Kota Batu Suyanto mencatat, selama satu jam operasi mereka berhasil menjaring 26 wisatawan. Pelancong luar daerah tersebut tidak membawa SK rapid test dan diwajibkan melakukan tes di tempat. Mayoritas dari Bandung, Jakarta, dan Kalimantan.
Tercatat pula ada 11 orang yang membawa SK rapid test nonreaktif Covid-19. ”Ada yang bawa SK tapi berupa foto di ponsel. Jadi tetap disuruh tes di tempat,” terangnya.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Kendaraan wisatawan luar kota yang masuk dari arah Karangploso (Kabupaten Malang) maupun dari arah Kota Malang diperiksa secara random sebelum memasuki Kota Batu. Mereka diperiksa kelengkapan surat rapid test atau swab test yang wajib dibawa.

”Bagi wisatawan yang membawa SK (surat keterangan rapid test) langsung diperbolehkan masuk ke Kota Batu, namun yang tidak bawa, akan dilakukan rapid test di tempat,” ujar Kanit Bimas Polsek Junrejo Ipda Totok, di sela-sela pemeriksaan di perbatasan pintu masuk Kota Batu dari arah timur. Tepatnya di simpang tiga Pendem, Kecamatan Junrejo, Kota Batu, kemarin.

Menurut Totok, pemeriksaan dilakukan menindaklanjuti surat edaran (SE) Pemerintah Kota (Pemkot) Batu yang mewajibkan wisatawan luar kota membawa surat rapid test atau swab test

Pemeriksaan perdana tersebut dilakukan mulai pukul 10.00 sampai 11.00. Kendaraan yang menjadi prioritas pemeriksaan adalah nopol luar Malang Raya. ”Pertama, kami tanyakan identitasnya dan tujuannya ke mana. Setelah itu, baru kami minta SK rapid test. Jika tidak bawa, akan dilakukan tes di tempat,” ucapnya.

Rencananya, pemeriksaan ini akan digelar hingga 4 Januari 2021 mendatang. ”Tujuannya supaya masyarakat sadar bahwa pandemi ini memang ada. Dengan tes seperti ini kan bisa jadi pertimbangan wisatawan yang akan berkunjung ke Batu,” paparnya.

Sementara itu, arus kendaraan yang masuk Kota Batu belum terlalu padat. Totok memperkirakan mulai terjadi peningkatan volume kendaraan pada 30 Desember hingga 1 Januari 2021 mendatang. Untuk menjaga kelancaran lalu lintas, dia melakukan rekayasa dan menurunkan anggota di titik rawan macet.

Di sisi lain, di seluruh akses masuk ke Kota Apel, hanya pos simpang tiga Pendem yang sudah melakukan operasi. Di pos Pujon yang juga merupakan akses masuk Batu masih belum dilaksanakan razia SK rapid test. ”Harapan saya, semoga pandemi bisa cepat hilang untuk menyongsong tahun depan,” harapnya.

Terpisah, Danru Satgas Covid-19 Kota Batu Suyanto mencatat, selama satu jam operasi mereka berhasil menjaring 26 wisatawan. Pelancong luar daerah tersebut tidak membawa SK rapid test dan diwajibkan melakukan tes di tempat. Mayoritas dari Bandung, Jakarta, dan Kalimantan.
Tercatat pula ada 11 orang yang membawa SK rapid test nonreaktif Covid-19. ”Ada yang bawa SK tapi berupa foto di ponsel. Jadi tetap disuruh tes di tempat,” terangnya.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/