alexametrics
30C
Malang
Sunday, 18 April 2021

Cegah Tragedi Cengkareng Terulang, Ini Yang Dilakukan Polresta Batu

KOTA BATU – Tak ingin aksi oknum polisi yang menembak tiga orang hingga tewas di Cengkareng, Tangerang, Kamis (25/2) terulang, sebanyak 118 senjata api (senpi) milik anggota Polres Batu diperiksa kemarin (27/2). Kegiatan itu dalam rangka pengawasan dan pengendalian penggunaan senpi yang dipegang oleh anggota polisi. Senpi laras panjang dan laras pendek diperiksa.

Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo SIK MH menyampaikan, pengecekan senpi ini merupakan kegiatan rutin yang biasanya dilakukan setiap satu bulan sekali. Pemeriksaan ini melihat kondisi fisik dan kebersihan senpi. Dari hasil pemeriksaan, semua senpi yang dipegang anggota dalam keadaan layak digunakan. ”Hanya beberapa laras panjang diketahui kurang bersih dan butuh perbaikan,” katanya.

Selain itu, untuk surat izin pemegang senpi (SIPS) juga lengkap dimiliki setiap pengguna. Namun, Catur mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya langsung dengan peristiwa di Cengkareng, Tangerang. Sebelum diserahkan kembali pada pemegang senpi, mereka juga harus mengikuti tes pemeriksaan kejiwaan dan kesehatan.

Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh personel pemegang senpi agar tidak disalahgunakan serta merawat dan menyimpan senpi dengan baik dan benar. ”Jangan sampai menaruh atau menyimpan senpi sembarangan. Selalu berhati-hati dalam menggunakan senjatanya. Tadi (kemarin) petugas Provos yang melakukan pengecekan material senjata dan peluru,” katanya.

Tujuan utama kegiatan itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata api dan amunisi oleh anggota Polri, khususnya anggota Polres Batu dan polsek jajaran. ”Yang paling terpenting untuk keamanan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” katanya.

Salah satu senpi laras pendek yang diperiksa yakni digunakan oleh KBO Sat Sabhara Iptu Ivandi Yudistiro. Dia mengatakan selama bertugas membawa pistol jenis HS-9. Untuk perawatan yang biasanya dilakukan yakni bongkar pasang, pembersihan debu dan mengoleskan minyak jahe untuk menghindari kotor dan karat. ”Kalau tidak sering-sering dilakukan perawatan maka kondisi pistol bisa macet, saya biasanya dua minggu sekali perawatan semacam itu,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

KOTA BATU – Tak ingin aksi oknum polisi yang menembak tiga orang hingga tewas di Cengkareng, Tangerang, Kamis (25/2) terulang, sebanyak 118 senjata api (senpi) milik anggota Polres Batu diperiksa kemarin (27/2). Kegiatan itu dalam rangka pengawasan dan pengendalian penggunaan senpi yang dipegang oleh anggota polisi. Senpi laras panjang dan laras pendek diperiksa.

Kapolres Batu AKBP Catur C. Wibowo SIK MH menyampaikan, pengecekan senpi ini merupakan kegiatan rutin yang biasanya dilakukan setiap satu bulan sekali. Pemeriksaan ini melihat kondisi fisik dan kebersihan senpi. Dari hasil pemeriksaan, semua senpi yang dipegang anggota dalam keadaan layak digunakan. ”Hanya beberapa laras panjang diketahui kurang bersih dan butuh perbaikan,” katanya.

Selain itu, untuk surat izin pemegang senpi (SIPS) juga lengkap dimiliki setiap pengguna. Namun, Catur mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut tidak ada kaitannya langsung dengan peristiwa di Cengkareng, Tangerang. Sebelum diserahkan kembali pada pemegang senpi, mereka juga harus mengikuti tes pemeriksaan kejiwaan dan kesehatan.

Kapolres juga mengingatkan kepada seluruh personel pemegang senpi agar tidak disalahgunakan serta merawat dan menyimpan senpi dengan baik dan benar. ”Jangan sampai menaruh atau menyimpan senpi sembarangan. Selalu berhati-hati dalam menggunakan senjatanya. Tadi (kemarin) petugas Provos yang melakukan pengecekan material senjata dan peluru,” katanya.

Tujuan utama kegiatan itu untuk mengantisipasi penyalahgunaan senjata api dan amunisi oleh anggota Polri, khususnya anggota Polres Batu dan polsek jajaran. ”Yang paling terpenting untuk keamanan dan kelancaran dalam menjalankan tugas,” katanya.

Salah satu senpi laras pendek yang diperiksa yakni digunakan oleh KBO Sat Sabhara Iptu Ivandi Yudistiro. Dia mengatakan selama bertugas membawa pistol jenis HS-9. Untuk perawatan yang biasanya dilakukan yakni bongkar pasang, pembersihan debu dan mengoleskan minyak jahe untuk menghindari kotor dan karat. ”Kalau tidak sering-sering dilakukan perawatan maka kondisi pistol bisa macet, saya biasanya dua minggu sekali perawatan semacam itu,” katanya. (rmc/nug/c1/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru