alexametrics
22.4 C
Malang
Tuesday, 5 July 2022

Cegah Klaster Covid-19 di Sekolah, Begini Rencana Pemkot Batu

KOTA BATU – Program swab berkala ke sekolah seiring dimulainya pembelajaran PTM (pertemuan tatap muka) juga tengah disiapkan Pemkot Batu. Hanya saja teknis dan caranya tidak sama dengan daerah lain. Selain tak menyiapkan anggaran khusus, swab kepada guru dan murid akan dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih memastikan rencana tes swab akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun soal waktunya belum ditetapkan. Dia hanya mengatakan bahwa rencana tersebut akan dilakukan secara parsial dan mendadak. Kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu terkait teknis pelaksanaannya.

”Untuk anggarannya tentu ikut Dinas Kesehatan, kami hanya meminta penyediaan fasilitas itu dan berkoordinasi,” kata dia. Nantinya untuk kegiatan tes swab akan dilakukan bagi pelajar SMP dan sederajat, yang saat ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sedangkan tes swab untuk pelajar SMA/SMK sederajat masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jatim.

”Kami pikir ini untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di sekolah, jangan sampai di Kota Batu ada, sehingga ini penting,” kata dia. Menurutnya, dari evaluasi PTM yang ada 32 SMP, semua dinyatakan telah berjalan dengan baik. Dan tidak ada satu pun pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pelaksanaan PTM di sana dilakukan secara bertahap. Setiap kelas hanya diisi 15 siswa. Sementara proses pembelajaran dilaksanakan hanya 4 jam dalam sehari.

Di tempat lain, Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti mengatakan bila pihaknya masih belum tahu terkait rencana tes swab bagi pelajar. Namun pihaknya siap mendukung permintaan dari Dinas Pendidikan tersebut. ”Sebenarnya sempat ada permintaan dari salah satu yang boarding school sebelum masuk (sekolah) dilakukan tes swab,” kata dia.

Saat ditanya terkait ketersediaan alat tes swab yang ada saat ini, dia belum bisa menjawab. Meski begitu, Yuni memastikan bila kemungkinan teknisnya akan dilakukan sesuai dengan permintaan masing-masing sekolah. Lalu untuk pelaksanaannya akan dilakukan dari masing-masing wilayah kerja Puskesmas yang berada di daerah sekolah tersebut. (rmc/nug/by)

KOTA BATU – Program swab berkala ke sekolah seiring dimulainya pembelajaran PTM (pertemuan tatap muka) juga tengah disiapkan Pemkot Batu. Hanya saja teknis dan caranya tidak sama dengan daerah lain. Selain tak menyiapkan anggaran khusus, swab kepada guru dan murid akan dilakukan secara mendadak tanpa pemberitahuan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu Eny Rachyuningsih memastikan rencana tes swab akan dilakukan dalam waktu dekat. Namun soal waktunya belum ditetapkan. Dia hanya mengatakan bahwa rencana tersebut akan dilakukan secara parsial dan mendadak. Kini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kota Batu terkait teknis pelaksanaannya.

”Untuk anggarannya tentu ikut Dinas Kesehatan, kami hanya meminta penyediaan fasilitas itu dan berkoordinasi,” kata dia. Nantinya untuk kegiatan tes swab akan dilakukan bagi pelajar SMP dan sederajat, yang saat ini sudah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Sedangkan tes swab untuk pelajar SMA/SMK sederajat masih akan dikoordinasikan dengan Dinas Pendidikan Pemprov Jatim.

”Kami pikir ini untuk mencegah terjadinya klaster Covid-19 di sekolah, jangan sampai di Kota Batu ada, sehingga ini penting,” kata dia. Menurutnya, dari evaluasi PTM yang ada 32 SMP, semua dinyatakan telah berjalan dengan baik. Dan tidak ada satu pun pelajar yang terkonfirmasi positif Covid-19. Pelaksanaan PTM di sana dilakukan secara bertahap. Setiap kelas hanya diisi 15 siswa. Sementara proses pembelajaran dilaksanakan hanya 4 jam dalam sehari.

Di tempat lain, Sekretaris Dinkes Kota Batu Yuni Astuti mengatakan bila pihaknya masih belum tahu terkait rencana tes swab bagi pelajar. Namun pihaknya siap mendukung permintaan dari Dinas Pendidikan tersebut. ”Sebenarnya sempat ada permintaan dari salah satu yang boarding school sebelum masuk (sekolah) dilakukan tes swab,” kata dia.

Saat ditanya terkait ketersediaan alat tes swab yang ada saat ini, dia belum bisa menjawab. Meski begitu, Yuni memastikan bila kemungkinan teknisnya akan dilakukan sesuai dengan permintaan masing-masing sekolah. Lalu untuk pelaksanaannya akan dilakukan dari masing-masing wilayah kerja Puskesmas yang berada di daerah sekolah tersebut. (rmc/nug/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/