alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Musim Hujan, Batu Tak Khawatir Pasokan Air Bersih

KOTA BATU – Musim hujan membuat beberapa daerah krisis air bersih. Hal tersebut dikarenakan curah hujan tinggi yang membuat sungai dan sumur menjadi keruh. Namun, Kota Batu sebagai kota yang memiliki cukup banyak sumber air tak begitu berimbas.

Hal itu seperti yang dikatakan Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Agung Sedayu, Kamis (29/30).
“Sejauh ini memang belum ada laporan. Tidak ada masalah sampai sekarang, mulai dari musim kemarau ataupun hujan,” kata Agung.

Menurut dia, mayoritas masyarakat di Kota Batu sudah beralih menggunakan air PDAM. Itulah yang membuat kasus kurang air bersih juga jarang ditemui. Beberapa warga saja yang masih menggantungkan diri dari sungai. Mulai dari keperluan memasak, mandi, maupun mencuci pakaian.

Tetapi, Agung mengatakan, BPBD tidak memungkiri jika krisis air bisa terjadi sewaktu–waktu. Meski begitu, BPBD mengaku siap melakukan penanggulangan kalau diperlukan. “Kami akan mengadakan bantuan air bersih menggunakan tangki – tangki. Meski kami kira tidak akan terjadi, kami siap kapanpun,” kata Agung.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala Desa Mojorejo Rujito mengatakan hal senada. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada keluhan dari masyarakt desa tentang kebutuhan air bersih. “Di desa kami rata – rata masyarakatnya sudah menggunakan air PDAM, jadi tak terpengaruh dengan curah hujan tinggi dan air yang keruh,” kata Rujito.

Dari seribu lima ratus KK (kartu keluarga) desa itu, mayoritas sudah tidak menggunakan sumur sebagai sumber air. Praktis dan biaya yang terbilang murah menjadi alasannya. Hanya beberapa warga saja yang tetap percaya untuk menggunakan mata air setempat. “Beberapa warga iuran untuk beli sumber mata air dan digunakan bersama. Kami tidak khawatir dengan air yang ada di Batu,” ujar dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Musim hujan membuat beberapa daerah krisis air bersih. Hal tersebut dikarenakan curah hujan tinggi yang membuat sungai dan sumur menjadi keruh. Namun, Kota Batu sebagai kota yang memiliki cukup banyak sumber air tak begitu berimbas.

Hal itu seperti yang dikatakan Ketua Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Dearah (BPBD) Agung Sedayu, Kamis (29/30).
“Sejauh ini memang belum ada laporan. Tidak ada masalah sampai sekarang, mulai dari musim kemarau ataupun hujan,” kata Agung.

Menurut dia, mayoritas masyarakat di Kota Batu sudah beralih menggunakan air PDAM. Itulah yang membuat kasus kurang air bersih juga jarang ditemui. Beberapa warga saja yang masih menggantungkan diri dari sungai. Mulai dari keperluan memasak, mandi, maupun mencuci pakaian.

Tetapi, Agung mengatakan, BPBD tidak memungkiri jika krisis air bisa terjadi sewaktu–waktu. Meski begitu, BPBD mengaku siap melakukan penanggulangan kalau diperlukan. “Kami akan mengadakan bantuan air bersih menggunakan tangki – tangki. Meski kami kira tidak akan terjadi, kami siap kapanpun,” kata Agung.

Selaras dengan pernyataan tersebut, Kepala Desa Mojorejo Rujito mengatakan hal senada. Ia mengungkapkan bahwa tidak ada keluhan dari masyarakt desa tentang kebutuhan air bersih. “Di desa kami rata – rata masyarakatnya sudah menggunakan air PDAM, jadi tak terpengaruh dengan curah hujan tinggi dan air yang keruh,” kata Rujito.

Dari seribu lima ratus KK (kartu keluarga) desa itu, mayoritas sudah tidak menggunakan sumur sebagai sumber air. Praktis dan biaya yang terbilang murah menjadi alasannya. Hanya beberapa warga saja yang tetap percaya untuk menggunakan mata air setempat. “Beberapa warga iuran untuk beli sumber mata air dan digunakan bersama. Kami tidak khawatir dengan air yang ada di Batu,” ujar dia.

Pewarta: Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/