alexametrics
22.2 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Vaksinasi Covid-19 Untuk Guru di Kota Batu Belum Capai 50 Persen

KOTA BATU – Pembelajaran Tatap Muka (PTM), belum dilaksanakan di Kota Batu. Salah satu penyebabnya, para guru yang telah menerima vaksinasi Covid-19 belum mencapai 50 persen. Hal ini karena jatah vaksin yang diberikan oleh Pemerintah Pusat terbilang sedikit.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan kebijakan yang ada menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, terdiri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama (sebelum reshuffle).

“Sekolah tatap muka di Batu sendiri memang belum karena guru-guru yang vaksin belum semuanya, kami tidak ingin menyalahi aturan yang ada,” katanya.

Disampaikannya, dari 4019 tenaga pendidik yang didaftarkan program vaksinasi, jumlah yang tervaksin belum mencapai 50 persen. Tepatnya masih 1700 orang. Dia mengatakan, target belum berani dipasang karena sangat bergantung pada jumlah vaksin yang diterima Pemkot Batu.

“Belum lagi harus dibagi dengan lansia sekitar 1800 orang,” katanya. Tetapi pihaknya berjanji jika dari laporan Dinas Kesehatan Kota Batu sudah ada 90 persen tenaga pendidik yang divaksinasi, pihaknya akan membuat Surat Edaran Wali Kota tentang dibolehkannya PTM.

“Sebenarnya kalau mengacu dari Kemendikbud harusnya Juni sudah bisa dimulai, nah ini ketika setiap kali ada vaksin datang segera dikerjakan oleh Dinkes, tapi sekarang belum ada tanda-tanda datang lagi,” tambahnya.

Punjul mengungkapkan pemerintah sendiri sebenarnya ingin mempercepat vaksinasi itu sendiri. Pihaknya melalui Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi pada agenda Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batu, Kamis (8/4) sempat mengeluhkan kepada salah satu Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM.

Sebelumnya Pemkot Batu juga pernah bersurat kepada Pemprov Jatim untuk meminta jumlah dropping vaksin dilebihkan dan dipercepat. “Kami paling tinggi mendapatkan 300 vial, padahal Kota Malang dapat 10 ribu vial, saya berharap dilebihkan,” katanya.

Tidak lama kemudian, satu hari setelahnya (9/4) Kota Batu kembali kedatangan vaksin multidose sejumlah 670 vial dan telah digunakan sampai habis sejak pertengahan bulan lalu.

Pewarta: Nugraha

KOTA BATU – Pembelajaran Tatap Muka (PTM), belum dilaksanakan di Kota Batu. Salah satu penyebabnya, para guru yang telah menerima vaksinasi Covid-19 belum mencapai 50 persen. Hal ini karena jatah vaksin yang diberikan oleh Pemerintah Pusat terbilang sedikit.

Wakil Wali Kota Batu, H Ir Punjul Santoso mengatakan kebijakan yang ada menyesuaikan dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri, terdiri dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Dalam Negeri, Menteri Kesehatan, dan Menteri Agama (sebelum reshuffle).

“Sekolah tatap muka di Batu sendiri memang belum karena guru-guru yang vaksin belum semuanya, kami tidak ingin menyalahi aturan yang ada,” katanya.

Disampaikannya, dari 4019 tenaga pendidik yang didaftarkan program vaksinasi, jumlah yang tervaksin belum mencapai 50 persen. Tepatnya masih 1700 orang. Dia mengatakan, target belum berani dipasang karena sangat bergantung pada jumlah vaksin yang diterima Pemkot Batu.

“Belum lagi harus dibagi dengan lansia sekitar 1800 orang,” katanya. Tetapi pihaknya berjanji jika dari laporan Dinas Kesehatan Kota Batu sudah ada 90 persen tenaga pendidik yang divaksinasi, pihaknya akan membuat Surat Edaran Wali Kota tentang dibolehkannya PTM.

“Sebenarnya kalau mengacu dari Kemendikbud harusnya Juni sudah bisa dimulai, nah ini ketika setiap kali ada vaksin datang segera dikerjakan oleh Dinkes, tapi sekarang belum ada tanda-tanda datang lagi,” tambahnya.

Punjul mengungkapkan pemerintah sendiri sebenarnya ingin mempercepat vaksinasi itu sendiri. Pihaknya melalui Wali Kota Batu Hj Dra Dewanti Rumpoko MSi pada agenda Pengukuhan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Kota Batu, Kamis (8/4) sempat mengeluhkan kepada salah satu Anggota Komisi XI DPR RI, Ir. Andreas Eddy Susetyo, MM.

Sebelumnya Pemkot Batu juga pernah bersurat kepada Pemprov Jatim untuk meminta jumlah dropping vaksin dilebihkan dan dipercepat. “Kami paling tinggi mendapatkan 300 vial, padahal Kota Malang dapat 10 ribu vial, saya berharap dilebihkan,” katanya.

Tidak lama kemudian, satu hari setelahnya (9/4) Kota Batu kembali kedatangan vaksin multidose sejumlah 670 vial dan telah digunakan sampai habis sejak pertengahan bulan lalu.

Pewarta: Nugraha

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/