alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Alun-Alun Kota Batu Diketati, Tempat Wisata Dibatasi

KOTA BATU – ’Pemanasan’ dilakukan Pemkot Batu jelang diberlakukannya aturan pengetatan baru. Salah satunya kegiatan di fasilitas umum seperti Alun-Alun Kota Batu yang tak lagi leluasa didatangi pengunjung.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, Alun-Alun Kota Batu hanya dibuka sampai pukul 20.00 WIB dan hanya diperbolehkan diisi 50 persen dari kapasitas yang ada. Sementara untuk wahana Ferris Wheel saat ini tidak dioperasikan sampai waktu yang tidak ditentukan. “Alun-alun berpotensi menjadi tempat kerumunan, maka harus ada pembatasan. Jam 8 malam lampu-lampu harus sudah dimatikan,” katanya.

Pihaknya juga meminta untuk Diskumpdag memberi pemahaman kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar alun-alun terkait adanya aturan tersebut. Dia berharap para pedagang mengerti dengan kondisi yang ada saat ini dan kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah untuk kebaikan bersama.

“Jadi kami minta Pak Eko (Kepala Diskumpdag) untuk menyampaikan kebijakan ini ke pedagang, bukan berarti pedagang tidak boleh berjualan sama sekali, tetapi dibatasi. Makanya nanti kalau bisa yang jual makanan, minuman jangan banyak-banyak menjual dagangannya takutnya malah tidak terjual,” katanya.

Kebijakan itu juga berlaku di tempat destinasi wisata yang ada. Pihaknya akan meminta Dinas Pariwisata (Disparta) untuk mensosialisasikan hal itu dan melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Jadi dinas pemangku seperti Diskumpdag juga memantau ke Pasar Besar, kemudian Disparta ke tempat wisata, kemudian dibackup atau dibantu dengan dinas lainnya,” katanya. Punjul berharap masyarakat dan wisatawan tetap menaati prokes seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Pewarta: Nugraha Perdana

KOTA BATU – ’Pemanasan’ dilakukan Pemkot Batu jelang diberlakukannya aturan pengetatan baru. Salah satunya kegiatan di fasilitas umum seperti Alun-Alun Kota Batu yang tak lagi leluasa didatangi pengunjung.

Wakil Wali Kota Batu Punjul Santoso menyatakan, Alun-Alun Kota Batu hanya dibuka sampai pukul 20.00 WIB dan hanya diperbolehkan diisi 50 persen dari kapasitas yang ada. Sementara untuk wahana Ferris Wheel saat ini tidak dioperasikan sampai waktu yang tidak ditentukan. “Alun-alun berpotensi menjadi tempat kerumunan, maka harus ada pembatasan. Jam 8 malam lampu-lampu harus sudah dimatikan,” katanya.

Pihaknya juga meminta untuk Diskumpdag memberi pemahaman kepada pedagang kaki lima (PKL) di sekitar alun-alun terkait adanya aturan tersebut. Dia berharap para pedagang mengerti dengan kondisi yang ada saat ini dan kebijakan yang ditentukan oleh pemerintah untuk kebaikan bersama.

“Jadi kami minta Pak Eko (Kepala Diskumpdag) untuk menyampaikan kebijakan ini ke pedagang, bukan berarti pedagang tidak boleh berjualan sama sekali, tetapi dibatasi. Makanya nanti kalau bisa yang jual makanan, minuman jangan banyak-banyak menjual dagangannya takutnya malah tidak terjual,” katanya.

Kebijakan itu juga berlaku di tempat destinasi wisata yang ada. Pihaknya akan meminta Dinas Pariwisata (Disparta) untuk mensosialisasikan hal itu dan melakukan pengawasan terhadap penerapan protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

“Jadi dinas pemangku seperti Diskumpdag juga memantau ke Pasar Besar, kemudian Disparta ke tempat wisata, kemudian dibackup atau dibantu dengan dinas lainnya,” katanya. Punjul berharap masyarakat dan wisatawan tetap menaati prokes seperti menggunakan masker dan jaga jarak.

Pewarta: Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/