alexametrics
20.6 C
Malang
Tuesday, 16 August 2022

Pedagang Desak Pemkot Buka Pasar Hewan

KOTA BATU –Tak kuat menahan emosi, puluhan pedagang ternak menggelar aksi demonstrasi, Rabu (29/6). Dalam aksi yang digelar di pasar hewan Kota Batu itu mereka menuntut pemkot membuka pasar hewan tersebut. Karena selama dua bulan mereka tidak bisa berjualan dan sandang pangannya mampet. Itulah yang membuat mereka tak mampu menahan emosi.

Dalam aksi itu mereka datang naik motor dan naik pikup sambil membawa hewan kambing ke jalanan di depan Pasar Patok. Mereka marah-marah melihat pintu pasar disegel dan dijaga satpol PP dan polisi. Sempat terjadi ketegangan antara pedagang hewan dan aparat. Namun taka lama kemudian pejabat dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pasangan (DPKP) Kota Batu datang dan mereka kemudian rembukan di balai RW yang tak jauh dari pasar hewan.

Hasil dari rembukan tersebut, DPKP akhirnya mengizinkan pasar hewan untuk buka pada 1-13 Juli 2022 saja. Selain itu, hanya pedagang dari Kota Batu yang boleh jualan, sedangkan pedagang dari luar Batu seperti Pujon, Ngantang, Dau dan lainnya tidak boleh.

Keputusan tersebut disyukuri oleh salah satu pedagang hewan asal Bumiaji, Kota BatuSamsulArifin yang ikut berdemo. Katanya, keputusan tersebut bisa diterima meskipun rentang waktu yang diberikan pendek. Setidaknya bisa menyambung kembali kehidupan dengan mata pencarian utamanya itu.

“Meskipun sudah ditentukan bahwa ada sekitar 7 titik lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan. Tapi saya memilih untuk berjualan di rumah saja melayani para pelanggan yang memang tiap tahun memesan,” ucap Samsul.

Dirinya tak bisa memprediksi berapa kerugian yang timbul akibat dua bulan lebih tak bisa berjualan. Lantaran pendapatan yang dihasilkan setiap hari fluktuatif tak menentu.

Terkait jumlah hewan kurban yang dipesan padanya. Samsul turut mengatakan jika total hewan kurban yang dipesan tak sampai 50 persen dari tahun lalu. “Biasanya kalau mendekati Idul Adha seperti ini sudah ada sekitar 20 hewan yang dipesan. Tapi sekarang ini tidak sampai 10 hewan kurbanyang sudah dipesan,” tuturnya. Kebanyakan para pelanggan yang ditawari mengaku masih khawatir dengan kualitas daging ditengah merebaknya PMK.

Sementara itu,berdasarkansurat keputusan Wali Kota Batu telah ditetapkan 7 titik penjualan hewan kurban yang diperbolehkan. Salah satunya yakni kebijakan dibukanya Pasar Hewan selama 13 hari. Yakni, mulai tanggal 1 hingga 13 Juli 2022.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DPKP Kota Batu Sri NurCahyaningRahayu S Pt mengungkapkan, pembukaan pasar hewan ini atas dasar keputusan Wali Kota Batu.

“Ada 7 titik penjualan hewan kurban yang diperbolehkan dan 92 titik pemotongan hewan kurban yang tersebar di 24 desa atau kelurahan di Batu,” ujar Ani, sapaan akrabnya.

Sebagai informasi, 7 titik lokasi penjualan hewan kurban di Kota Batu yaitu Barat Museum Angkut Jalan Abdul Gani Atas (Ngaglik), Lapangan Gelora Bunga (Sidomulyo), Rest Area Desa Jalan Raya Oro-Oro Ombo Belakang Balai Desa, Kios Pak Kabul Jalan Sultan Agung (Sisir), Parkiran Gor Perdamaian (Temas RT 01, RW 04), Jalan Dr Sutomo (Dadaprejo), dan Pasar Hewan (Pasar Patok).(fif/ifa/lid)

 

 

 

 

 

KOTA BATU –Tak kuat menahan emosi, puluhan pedagang ternak menggelar aksi demonstrasi, Rabu (29/6). Dalam aksi yang digelar di pasar hewan Kota Batu itu mereka menuntut pemkot membuka pasar hewan tersebut. Karena selama dua bulan mereka tidak bisa berjualan dan sandang pangannya mampet. Itulah yang membuat mereka tak mampu menahan emosi.

Dalam aksi itu mereka datang naik motor dan naik pikup sambil membawa hewan kambing ke jalanan di depan Pasar Patok. Mereka marah-marah melihat pintu pasar disegel dan dijaga satpol PP dan polisi. Sempat terjadi ketegangan antara pedagang hewan dan aparat. Namun taka lama kemudian pejabat dari Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pasangan (DPKP) Kota Batu datang dan mereka kemudian rembukan di balai RW yang tak jauh dari pasar hewan.

Hasil dari rembukan tersebut, DPKP akhirnya mengizinkan pasar hewan untuk buka pada 1-13 Juli 2022 saja. Selain itu, hanya pedagang dari Kota Batu yang boleh jualan, sedangkan pedagang dari luar Batu seperti Pujon, Ngantang, Dau dan lainnya tidak boleh.

Keputusan tersebut disyukuri oleh salah satu pedagang hewan asal Bumiaji, Kota BatuSamsulArifin yang ikut berdemo. Katanya, keputusan tersebut bisa diterima meskipun rentang waktu yang diberikan pendek. Setidaknya bisa menyambung kembali kehidupan dengan mata pencarian utamanya itu.

“Meskipun sudah ditentukan bahwa ada sekitar 7 titik lokasi yang diperbolehkan untuk berjualan. Tapi saya memilih untuk berjualan di rumah saja melayani para pelanggan yang memang tiap tahun memesan,” ucap Samsul.

Dirinya tak bisa memprediksi berapa kerugian yang timbul akibat dua bulan lebih tak bisa berjualan. Lantaran pendapatan yang dihasilkan setiap hari fluktuatif tak menentu.

Terkait jumlah hewan kurban yang dipesan padanya. Samsul turut mengatakan jika total hewan kurban yang dipesan tak sampai 50 persen dari tahun lalu. “Biasanya kalau mendekati Idul Adha seperti ini sudah ada sekitar 20 hewan yang dipesan. Tapi sekarang ini tidak sampai 10 hewan kurbanyang sudah dipesan,” tuturnya. Kebanyakan para pelanggan yang ditawari mengaku masih khawatir dengan kualitas daging ditengah merebaknya PMK.

Sementara itu,berdasarkansurat keputusan Wali Kota Batu telah ditetapkan 7 titik penjualan hewan kurban yang diperbolehkan. Salah satunya yakni kebijakan dibukanya Pasar Hewan selama 13 hari. Yakni, mulai tanggal 1 hingga 13 Juli 2022.

Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan DPKP Kota Batu Sri NurCahyaningRahayu S Pt mengungkapkan, pembukaan pasar hewan ini atas dasar keputusan Wali Kota Batu.

“Ada 7 titik penjualan hewan kurban yang diperbolehkan dan 92 titik pemotongan hewan kurban yang tersebar di 24 desa atau kelurahan di Batu,” ujar Ani, sapaan akrabnya.

Sebagai informasi, 7 titik lokasi penjualan hewan kurban di Kota Batu yaitu Barat Museum Angkut Jalan Abdul Gani Atas (Ngaglik), Lapangan Gelora Bunga (Sidomulyo), Rest Area Desa Jalan Raya Oro-Oro Ombo Belakang Balai Desa, Kios Pak Kabul Jalan Sultan Agung (Sisir), Parkiran Gor Perdamaian (Temas RT 01, RW 04), Jalan Dr Sutomo (Dadaprejo), dan Pasar Hewan (Pasar Patok).(fif/ifa/lid)

 

 

 

 

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/