alexametrics
22.5 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Pemkot Batu Butuh Lokasi Untuk Cold Storage, Ada Saran?

KOTA BATU – Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) berencana membangun cold storage atau mesin pendingin untuk menyimpan komoditi pertanian. Namun mesin pendingin yang rencananya akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Dadaprejo itu tidak disetujui oleh Komisi C DPRD Kota Batu. Sebab untuk akses jalan akan menyulitkan truk kontainer yang melintas.

Dosen Fakultas Pertanian Peternakan UMM David Hermawan berharap adanya kajian yang baik dari Pemkot Batu. Menurutnya, keberadaan cold storage sangat penting untuk pertanian Kota Batu. Sehingga dapat membantu pemasaran dari hasil produksi komoditas pertanian di Kota Batu. “Ini sudah terbukti di negara China (Tiongkok) bagaimana mereka berhasil mengirim hasil pertaniannya secara besar-besaran ke negara lain ketika panen melimpah,” katanya.

Dia menyampaikan untuk membangun lokasi mesin pendingin itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya seperti akses jalan, kemudian ketersediaan listrik dan air. Karena nanti cold storage tidak hanya menyimpan hasil pertanian. Tetapi juga membutuhkan pegawai. Mengingat akan ada proses penyortiran dan pencucian buah atau sayur.

“Termasuk packaging setiap buah untuk menghindari karamelisasi hingga ditempatkan di karton box. Untuk listrik jelas untuk menghidupkan cold storage,” katanya. Sehingga bentuk kajian business plan sangat dibutuhkan dalam mengoperasikan cold storage. Menurutnya Dinas Pertanian harus memiliki kajian terkait ongkos terkait pengelolaan cold storage.

“Katakan tadi ada biaya listrik, kemudian pegawai untuk packing dan cuci buah, itu misal hasilnya biaya operasionalnya Rp 1.000,” katanya. Sehingga nanti pengelola cold storage dapat membeli hasil pertanian dengan memberikan margin keuntungan yang sesuai kepada petani. David juga mengingatkan bahwa pengoperasian cold storage harus berkelanjutan dengan kuantitas hasil produksi yang ada.

“Kalau menampung hanya sewaktu panen raya dan harga murah itu paradigma yang belum tepat, nanti terjadi kekosongan padahal harus running,” katanya. Selain itu, ada beberapa opsi yang akan menjadi lokasi strategis untuk penempatan cold storage. Di antaranya seperti pada aset yang ada di Jl Sultan Agung, Jl Sidomulyo, Jl Dewi Sartika dan Desa Pendem.

Kepala Desa Pendem Tri Wahyono Efendi mengatakan sebenarnya untuk lahan aset milik desa yakni ada lapangan di depan Pusdik Arhanud. Namun dia menyampaikan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi meski diminta untuk dibangun cold storage. “Karena infrastruktur masyarakat, ada pun dekat wisata lumbung tetapi sarana jalan tidak memungkinkan hanya pikup bisa masuk,” katanya.

Namun jika diminta untuk memberikan masukan opsi lainnya, maka kata dia, di depan Pusdik Arhanud terdapat tanah milik warga yang masih luas. Sehingga akses truk kontainer yang melintas juga bisa mudah. “Kalau pemkot mau berarti kemungkinan harus sewa,” katanya. Perlu diketahui wilayah Desa Pendem berdekatan dengan Karangploso, Kabupaten Malang yang merupakan akses untuk menuju ke luar daerah seperti Surabaya atau Pasuruan. (nug/lid/rmc).

KOTA BATU – Pemkot Batu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) berencana membangun cold storage atau mesin pendingin untuk menyimpan komoditi pertanian. Namun mesin pendingin yang rencananya akan ditempatkan di wilayah Kelurahan Dadaprejo itu tidak disetujui oleh Komisi C DPRD Kota Batu. Sebab untuk akses jalan akan menyulitkan truk kontainer yang melintas.

Dosen Fakultas Pertanian Peternakan UMM David Hermawan berharap adanya kajian yang baik dari Pemkot Batu. Menurutnya, keberadaan cold storage sangat penting untuk pertanian Kota Batu. Sehingga dapat membantu pemasaran dari hasil produksi komoditas pertanian di Kota Batu. “Ini sudah terbukti di negara China (Tiongkok) bagaimana mereka berhasil mengirim hasil pertaniannya secara besar-besaran ke negara lain ketika panen melimpah,” katanya.

Dia menyampaikan untuk membangun lokasi mesin pendingin itu ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Di antaranya seperti akses jalan, kemudian ketersediaan listrik dan air. Karena nanti cold storage tidak hanya menyimpan hasil pertanian. Tetapi juga membutuhkan pegawai. Mengingat akan ada proses penyortiran dan pencucian buah atau sayur.

“Termasuk packaging setiap buah untuk menghindari karamelisasi hingga ditempatkan di karton box. Untuk listrik jelas untuk menghidupkan cold storage,” katanya. Sehingga bentuk kajian business plan sangat dibutuhkan dalam mengoperasikan cold storage. Menurutnya Dinas Pertanian harus memiliki kajian terkait ongkos terkait pengelolaan cold storage.

“Katakan tadi ada biaya listrik, kemudian pegawai untuk packing dan cuci buah, itu misal hasilnya biaya operasionalnya Rp 1.000,” katanya. Sehingga nanti pengelola cold storage dapat membeli hasil pertanian dengan memberikan margin keuntungan yang sesuai kepada petani. David juga mengingatkan bahwa pengoperasian cold storage harus berkelanjutan dengan kuantitas hasil produksi yang ada.

“Kalau menampung hanya sewaktu panen raya dan harga murah itu paradigma yang belum tepat, nanti terjadi kekosongan padahal harus running,” katanya. Selain itu, ada beberapa opsi yang akan menjadi lokasi strategis untuk penempatan cold storage. Di antaranya seperti pada aset yang ada di Jl Sultan Agung, Jl Sidomulyo, Jl Dewi Sartika dan Desa Pendem.

Kepala Desa Pendem Tri Wahyono Efendi mengatakan sebenarnya untuk lahan aset milik desa yakni ada lapangan di depan Pusdik Arhanud. Namun dia menyampaikan bahwa hal itu tidak mungkin terjadi meski diminta untuk dibangun cold storage. “Karena infrastruktur masyarakat, ada pun dekat wisata lumbung tetapi sarana jalan tidak memungkinkan hanya pikup bisa masuk,” katanya.

Namun jika diminta untuk memberikan masukan opsi lainnya, maka kata dia, di depan Pusdik Arhanud terdapat tanah milik warga yang masih luas. Sehingga akses truk kontainer yang melintas juga bisa mudah. “Kalau pemkot mau berarti kemungkinan harus sewa,” katanya. Perlu diketahui wilayah Desa Pendem berdekatan dengan Karangploso, Kabupaten Malang yang merupakan akses untuk menuju ke luar daerah seperti Surabaya atau Pasuruan. (nug/lid/rmc).

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/