alexametrics
23 C
Malang
Tuesday, 28 June 2022

Hari Ini, 45 Seniman Se-Malang Raya Pamer Karya di Batu

KOTA BATU – Kesulitan para seniman mencari wadah untuk berkarya se-masa pandemi akhirnya terpecahkan. Hari ini (31/1) sebanyak 45 seniman se-Malang Raya menggelar pameran karya di Kantor Jawa Pos Radar Batu, dengan tema kaleidoskop.

“Tema yang akan dibawakan adalah tentang pengalaman pribadi seniman selama tahun lalu. mulai suka duka pandemi dan lain-lain,” terang salah satu seniman, Africo Aprianto.

Pegiat dari acara ini sendiri adalah Komunitas Taman Langit yang di dalamnya mayoritas ialah seniman lukis. Africo berharap, pameran ini bisa menjadi tempat untuk mengekspresikan hal yang dirasakan seniman selama pandemi.

Imbas dari pandemi membuat tidak diperbolehkannya pengadaan pameran, yang biasa rutin mereka lakukan. Bahkan, untuk berkumpul sesama anggota komunitas pun sulit terwujud. Pasar yang biasa dijadikan lahan pangan juga tidak bisa didapatkan dengan baik.

Para seniman hanya bertumpu kepada media sosial sebagai ajang komunikasi maupun pemasaran. “Itupun juga tak mungkin bisa maksimal. Karena kan tidak akan ada komunikasi antara seniman dan calon pembeli karya,” ungkap dia.

Pameran kali ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menjual hasil karya mereka. Acara ini dipastikan akan menarik karena dipastikan akan diikuti oleh banyak seniman maupun penyuka seni muda.

“Kami senang sekarang bisa diberi ruang seperti ini. Harapan saya supaya bisa muncul semangat baru dari kondisi selama ini, jangan putus asa dan terus berkarya,” harapnya.

Acara hari ini juga akan dimeriahkan live music dan perform art. Monohero band asal Malang dan Sasongko dari Jombang akan ikut memeriahkannya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Kesulitan para seniman mencari wadah untuk berkarya se-masa pandemi akhirnya terpecahkan. Hari ini (31/1) sebanyak 45 seniman se-Malang Raya menggelar pameran karya di Kantor Jawa Pos Radar Batu, dengan tema kaleidoskop.

“Tema yang akan dibawakan adalah tentang pengalaman pribadi seniman selama tahun lalu. mulai suka duka pandemi dan lain-lain,” terang salah satu seniman, Africo Aprianto.

Pegiat dari acara ini sendiri adalah Komunitas Taman Langit yang di dalamnya mayoritas ialah seniman lukis. Africo berharap, pameran ini bisa menjadi tempat untuk mengekspresikan hal yang dirasakan seniman selama pandemi.

Imbas dari pandemi membuat tidak diperbolehkannya pengadaan pameran, yang biasa rutin mereka lakukan. Bahkan, untuk berkumpul sesama anggota komunitas pun sulit terwujud. Pasar yang biasa dijadikan lahan pangan juga tidak bisa didapatkan dengan baik.

Para seniman hanya bertumpu kepada media sosial sebagai ajang komunikasi maupun pemasaran. “Itupun juga tak mungkin bisa maksimal. Karena kan tidak akan ada komunikasi antara seniman dan calon pembeli karya,” ungkap dia.

Pameran kali ini bisa dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi sekaligus menjual hasil karya mereka. Acara ini dipastikan akan menarik karena dipastikan akan diikuti oleh banyak seniman maupun penyuka seni muda.

“Kami senang sekarang bisa diberi ruang seperti ini. Harapan saya supaya bisa muncul semangat baru dari kondisi selama ini, jangan putus asa dan terus berkarya,” harapnya.

Acara hari ini juga akan dimeriahkan live music dan perform art. Monohero band asal Malang dan Sasongko dari Jombang akan ikut memeriahkannya.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/