alexametrics
18.6 C
Malang
Wednesday, 29 June 2022

Keresahan Pandemi Dalam Bingkai Seni ‘Kaleidoskop’ Kota Batu

KOTA BATU – Suasana ramai menghiasi Kantor Jawa Pos Radar Batu, meski langit tertutup oleh mendung. Rintik hujan yang datang tidak mempengaruhi antusiasme pecinta seni yang mayoritas di dalamnya adalah anak muda. Mereka tetap mendatangi pameran lukisan bertajuk ‘Kaleidoskop’ yang pembukaannya dilaksanakan hari ini (31/1) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Terima kasih untuk Jawa Pos Radar Malang yang telah menyediakan tempat bagi kami berkreasi. Dari sini kita bisa membangun lagi semangat para seniman meski dengan kondisi pandemi yang ada,” terang Koordinator Pameran Kaleidoskop, Akhmad Kholili. Dari pameran tersebut kurang lebih ada 45 lukisan Komunitas Taman Langit se-Malang Raya yang dipamerkan.

Lukisan-lukisan yang ada bertemakan pengalaman setiap seniman ketika pandemi datang. Keresahan seperti kesulitan berjumpa kawan sesama seniman, maupun kesulitan-kesulitan lain yang terjadi. Menurut pria yang akrab disapa Benol ini, pandemi bisa dimanfaatkan oleh seniman untuk lebih mempertajam karyanya.

Ia memaparkan jika banyak kesulitan didapat selama pandemi. Tak adanya pameran yang biasa diselenggarakan rutin salah satunya. Benol menilai bisa saja pameran diadakan lewat cara online, namun feel yang diperoleh pasti berbeda.

“Seniman akan bisa lebih banyak berbicara ketika didepan karyanya secara langsung. Kalau lewat online kan pesannya tidak akan sampai,” jelasnya.

Selain pameran, acara tersebut juga bisa digunakan sebagai ajang berjualan para seniman. Lukisan yang ada dibanderol mulai harga Rp 750 ribu hingga Rp 4 juta. Live music dan perform art juga ditampilkan di sini. Monohero band asal Malang dan Sasongko dari Jombang tampil di event ini.

Pria yang tinggal di Kelurahan Sisir ini berharap agar para pegiat seni mendapatkan kembali semangat yang hilang lantaran pandemi. “Pameran sangat penting untuk seniman mencari refrensi dan eksistensi. Terus berkarya dan lebih peka lagi terhadap lingkungan sekitar, karena menurut saya seniman yang baik adalah seniman yang bisa berpengaruh pada lingkungan sekitar,” harapnya. Pameran ini akan dibuka dsejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, hingga tanggal 5 Februari mendatang.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

KOTA BATU – Suasana ramai menghiasi Kantor Jawa Pos Radar Batu, meski langit tertutup oleh mendung. Rintik hujan yang datang tidak mempengaruhi antusiasme pecinta seni yang mayoritas di dalamnya adalah anak muda. Mereka tetap mendatangi pameran lukisan bertajuk ‘Kaleidoskop’ yang pembukaannya dilaksanakan hari ini (31/1) dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

“Terima kasih untuk Jawa Pos Radar Malang yang telah menyediakan tempat bagi kami berkreasi. Dari sini kita bisa membangun lagi semangat para seniman meski dengan kondisi pandemi yang ada,” terang Koordinator Pameran Kaleidoskop, Akhmad Kholili. Dari pameran tersebut kurang lebih ada 45 lukisan Komunitas Taman Langit se-Malang Raya yang dipamerkan.

Lukisan-lukisan yang ada bertemakan pengalaman setiap seniman ketika pandemi datang. Keresahan seperti kesulitan berjumpa kawan sesama seniman, maupun kesulitan-kesulitan lain yang terjadi. Menurut pria yang akrab disapa Benol ini, pandemi bisa dimanfaatkan oleh seniman untuk lebih mempertajam karyanya.

Ia memaparkan jika banyak kesulitan didapat selama pandemi. Tak adanya pameran yang biasa diselenggarakan rutin salah satunya. Benol menilai bisa saja pameran diadakan lewat cara online, namun feel yang diperoleh pasti berbeda.

“Seniman akan bisa lebih banyak berbicara ketika didepan karyanya secara langsung. Kalau lewat online kan pesannya tidak akan sampai,” jelasnya.

Selain pameran, acara tersebut juga bisa digunakan sebagai ajang berjualan para seniman. Lukisan yang ada dibanderol mulai harga Rp 750 ribu hingga Rp 4 juta. Live music dan perform art juga ditampilkan di sini. Monohero band asal Malang dan Sasongko dari Jombang tampil di event ini.

Pria yang tinggal di Kelurahan Sisir ini berharap agar para pegiat seni mendapatkan kembali semangat yang hilang lantaran pandemi. “Pameran sangat penting untuk seniman mencari refrensi dan eksistensi. Terus berkarya dan lebih peka lagi terhadap lingkungan sekitar, karena menurut saya seniman yang baik adalah seniman yang bisa berpengaruh pada lingkungan sekitar,” harapnya. Pameran ini akan dibuka dsejak pukul 08.00 hingga 15.00 WIB, hingga tanggal 5 Februari mendatang.

Pewarta : Wildan Agta Affirdausy

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/