alexametrics
24.5 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Spot Jualan di Panglima Sudirman Tak Diminati PKL Alun-alun Batu

KOTA BATU – Pemindahan lokasi berjualan PKL Alun-alun ke kawasan Jl Panglima Sudirman direspon setengah hati oleh para pedagang. Fasilitas penunjang yang minim dengan rentang waktu berjualan yang singkat ditengarai menjadi penyebab keengganan sebagian besar pedagang untuk berjualan.

Seperti diketahui sesuai dengan aturan Wali Kota saat pergantian tahun baru 2021 untuk alun-alun disterilisasi. Termasuk pedagang PKL alun-alun, tanpa aktivitas sama sekali. Terhitung dari tanggal 31 Desember sampai 1 Januari 2021 pagi dini hari.

Ketua Paguyuban PKL PNS (Pelaku Niaga Sipil) Alun-alun Kota Batu mengatakan fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Batu kepada para pedagang untuk pemindahan sehari saja hanya berupa peminjaman tenda. Itu pun jumlahnya terbatas sekitar 50 unit. Sementara, jumlah PKL alun-alun Kota Batu mencapai 460 pedagang.

“Memindahkan banyak pedagang itu tidak mudah, lebih baik kami memilih tidak berjualan,” katanya.

Selain itu menurutnya ketika PKL alun-alun diminta pindah sementara hanya membuang-buang waktu. Meski begitu, pihaknya sudah legowo terkait aturan tersebut. “Ya sebenarnya momen tahun baru sebelum pandemi merupakan yang ditunggu-tunggu karena keuntungan bisa dua kali lipat,” katanya.

Sedangkan PKL Alun-alun Kota Batu yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pemuda Pancasila, Maulana Lukman Hakim mengatakan memilih berjualan di Jl Panglima Sudirman. Menurutnya sore tadi (31/12) sudah ada empat dari 17 pedagang anggota Paguyuban Pedagang Pemuda Pancasila yang berjualan.

“Ya ini ada pedagang cilok, kerak telor, kopi dan lainnya. Daripada nggak jualan,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

KOTA BATU – Pemindahan lokasi berjualan PKL Alun-alun ke kawasan Jl Panglima Sudirman direspon setengah hati oleh para pedagang. Fasilitas penunjang yang minim dengan rentang waktu berjualan yang singkat ditengarai menjadi penyebab keengganan sebagian besar pedagang untuk berjualan.

Seperti diketahui sesuai dengan aturan Wali Kota saat pergantian tahun baru 2021 untuk alun-alun disterilisasi. Termasuk pedagang PKL alun-alun, tanpa aktivitas sama sekali. Terhitung dari tanggal 31 Desember sampai 1 Januari 2021 pagi dini hari.

Ketua Paguyuban PKL PNS (Pelaku Niaga Sipil) Alun-alun Kota Batu mengatakan fasilitas yang diberikan oleh Pemkot Batu kepada para pedagang untuk pemindahan sehari saja hanya berupa peminjaman tenda. Itu pun jumlahnya terbatas sekitar 50 unit. Sementara, jumlah PKL alun-alun Kota Batu mencapai 460 pedagang.

“Memindahkan banyak pedagang itu tidak mudah, lebih baik kami memilih tidak berjualan,” katanya.

Selain itu menurutnya ketika PKL alun-alun diminta pindah sementara hanya membuang-buang waktu. Meski begitu, pihaknya sudah legowo terkait aturan tersebut. “Ya sebenarnya momen tahun baru sebelum pandemi merupakan yang ditunggu-tunggu karena keuntungan bisa dua kali lipat,” katanya.

Sedangkan PKL Alun-alun Kota Batu yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pemuda Pancasila, Maulana Lukman Hakim mengatakan memilih berjualan di Jl Panglima Sudirman. Menurutnya sore tadi (31/12) sudah ada empat dari 17 pedagang anggota Paguyuban Pedagang Pemuda Pancasila yang berjualan.

“Ya ini ada pedagang cilok, kerak telor, kopi dan lainnya. Daripada nggak jualan,” katanya.

Pewarta : Nugraha Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/