alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Jelang Imlek, 3 Toko di Pecinan Disatroni Pencuri.Gasak 55 Juta di Laci Kasir

MALANG KOTA– Nasib apes menimpa pemilik tiga toko di Jl Kopral Usman, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen (barat Pasar Besar). Karena tiga toko tersebut yakni Dewa Dewi, Sekarsari dan Susana disatroni maling pada Minggu malam (30/1).

Kasus pencurian ini baru diketahui oleh pemilik Senin pagi kemarin sekitar pukul 06.30. Saat pemiliknya mau membuka tokonya. Dan petugas Polsek Klojen melakukan olah TKP pada sekitar pukul 07.30. Diketahui sekitar Rp 55 juta digondol maling.

Dari data yang dihimpun koran ini, pencuri awalnya masuk melalui lantai dua toko Dewa Dewi. Ini terlihat dari plafon lantai 2 yang jebol. Lantas maling tersebut naik ke lantai tiga. Lalu mencongkel teralis yang ada di sana. Dari situlah maling punya akses untuk memasuki toko lainnya yang berdampingan. “Dari lantai tiga itu dia turun ke lantai dua dan lantai satu,” ujar Andi, manajer toko Dewa Dewi ditemui kemarin. Saat berada di lantai satu pencuri mulai beraksi. Dia langsung menuju meja kasir.

Di toko Dewa Dewi terdapat tiga meja kasir. Ketiga meja kasir itu semuanya berusaha di bobol. Andi mengatakan bahwa maling berada di dalam toko sekitar satu jam. Sebab, meja kasir yang menyimpan uang di dalamnya dalam keadaan terkunci. Hal inilah yang membuat maling tampak kesulitan. Namun, dengan susah payah, pencuri akhirnya bisa membongkar ketiga meja kasir di toko bahan katering itu. ”Nota nota berserakan kemana-mana sampai ke lantai-lantai,” ujarnya.

Selain itu, Andi mengatakan jika si pencuri sempat membuat minuman kemasan di lantai dua. “Mungkin dia capek dan haus makanya buka minuman di lantai dua,” imbuhnya. Setelah di toko Dewa Dewi, pencuri geser ke dua toko lain. Yakni ke toko jamu Sekar Sari dan Susana. Tiga toko tersbut memang berjajar. Sehingga cukup mudah bagi maling untuk masuk. Tinggal merusak teralis yang nyambung ke toko lain.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang sore kemarin, seolah tidak terjadi apa-apa di tiga toko tersebut. Karena ketiga toko buka seperti biasa. Namun dari keterangan salah satu kasir yang tidak mau disebut namanya, sebelum ada pencurian, toko tutup seperti biasa, pukul 17.00. Kapolsek Klojen Kompol Dominggus FE Ximenes menjelaskan, kejadian itu belum ada laporan resmi ke Polsek Klojen. “Baru dibuat laporan awal, kalau pemanggilan saksi masih belum, katanya habis Imlek,” kata Dominggus ketika ditemui di Mapolsek Klojen.

Dia menyebut bahwa informasi adanya pembobolan toko itu baru dilaporkan pukul 07.00. Sehingga olah TKP baru dilakukan pada pukul 08.30. Dari hasil pemeriksaan di lokasi menyebut bahwa kejadian pembobolan itu diketahui oleh pegawai toko Dewa Dewi yang akan membuka tokonya kemarin pagi sekira pukul 06.30. Dari sana, dia menemukan bahwa bagian dalam toko sudah berantakan tata letak barangnya. Begitu dilihat bagian gudang lantai dua, pegawai tersebut mendapati pintu teralis penghubung lantai dua dan tiga terbuka. Lantai tiga tidak digunakan untuk menyimpan barang.

Antara ketiga toko tersebut memang tersambung di lantai tiga yang sama-sama kosong. Sehingga pencuri usai dari toko Dewa Dewi bergeser ke Susana yang menjual alat-alat keagamaan Kristiani, Buddha dan Konghucu tersebut. ”Kelihatan bobolan juga di laci kasir yang rusak,” kata Dominggus. Dari toko Dewa-Dewi kerugian mencapai Rp 35 juta yang ditaruh dalam kardus, sementara toko Susana kehilangan Rp 20 juta yang disimpan dalam laci. Kepolisian menduga bahwa kejadian ini dilakukan oleh satu orang. (biy/dre/abm/mas)

MALANG KOTA– Nasib apes menimpa pemilik tiga toko di Jl Kopral Usman, Kelurahan Sukoharjo, Kecamatan Klojen (barat Pasar Besar). Karena tiga toko tersebut yakni Dewa Dewi, Sekarsari dan Susana disatroni maling pada Minggu malam (30/1).

Kasus pencurian ini baru diketahui oleh pemilik Senin pagi kemarin sekitar pukul 06.30. Saat pemiliknya mau membuka tokonya. Dan petugas Polsek Klojen melakukan olah TKP pada sekitar pukul 07.30. Diketahui sekitar Rp 55 juta digondol maling.

Dari data yang dihimpun koran ini, pencuri awalnya masuk melalui lantai dua toko Dewa Dewi. Ini terlihat dari plafon lantai 2 yang jebol. Lantas maling tersebut naik ke lantai tiga. Lalu mencongkel teralis yang ada di sana. Dari situlah maling punya akses untuk memasuki toko lainnya yang berdampingan. “Dari lantai tiga itu dia turun ke lantai dua dan lantai satu,” ujar Andi, manajer toko Dewa Dewi ditemui kemarin. Saat berada di lantai satu pencuri mulai beraksi. Dia langsung menuju meja kasir.

Di toko Dewa Dewi terdapat tiga meja kasir. Ketiga meja kasir itu semuanya berusaha di bobol. Andi mengatakan bahwa maling berada di dalam toko sekitar satu jam. Sebab, meja kasir yang menyimpan uang di dalamnya dalam keadaan terkunci. Hal inilah yang membuat maling tampak kesulitan. Namun, dengan susah payah, pencuri akhirnya bisa membongkar ketiga meja kasir di toko bahan katering itu. ”Nota nota berserakan kemana-mana sampai ke lantai-lantai,” ujarnya.

Selain itu, Andi mengatakan jika si pencuri sempat membuat minuman kemasan di lantai dua. “Mungkin dia capek dan haus makanya buka minuman di lantai dua,” imbuhnya. Setelah di toko Dewa Dewi, pencuri geser ke dua toko lain. Yakni ke toko jamu Sekar Sari dan Susana. Tiga toko tersbut memang berjajar. Sehingga cukup mudah bagi maling untuk masuk. Tinggal merusak teralis yang nyambung ke toko lain.

Dari pantauan Jawa Pos Radar Malang sore kemarin, seolah tidak terjadi apa-apa di tiga toko tersebut. Karena ketiga toko buka seperti biasa. Namun dari keterangan salah satu kasir yang tidak mau disebut namanya, sebelum ada pencurian, toko tutup seperti biasa, pukul 17.00. Kapolsek Klojen Kompol Dominggus FE Ximenes menjelaskan, kejadian itu belum ada laporan resmi ke Polsek Klojen. “Baru dibuat laporan awal, kalau pemanggilan saksi masih belum, katanya habis Imlek,” kata Dominggus ketika ditemui di Mapolsek Klojen.

Dia menyebut bahwa informasi adanya pembobolan toko itu baru dilaporkan pukul 07.00. Sehingga olah TKP baru dilakukan pada pukul 08.30. Dari hasil pemeriksaan di lokasi menyebut bahwa kejadian pembobolan itu diketahui oleh pegawai toko Dewa Dewi yang akan membuka tokonya kemarin pagi sekira pukul 06.30. Dari sana, dia menemukan bahwa bagian dalam toko sudah berantakan tata letak barangnya. Begitu dilihat bagian gudang lantai dua, pegawai tersebut mendapati pintu teralis penghubung lantai dua dan tiga terbuka. Lantai tiga tidak digunakan untuk menyimpan barang.

Antara ketiga toko tersebut memang tersambung di lantai tiga yang sama-sama kosong. Sehingga pencuri usai dari toko Dewa Dewi bergeser ke Susana yang menjual alat-alat keagamaan Kristiani, Buddha dan Konghucu tersebut. ”Kelihatan bobolan juga di laci kasir yang rusak,” kata Dominggus. Dari toko Dewa-Dewi kerugian mencapai Rp 35 juta yang ditaruh dalam kardus, sementara toko Susana kehilangan Rp 20 juta yang disimpan dalam laci. Kepolisian menduga bahwa kejadian ini dilakukan oleh satu orang. (biy/dre/abm/mas)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/