alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Lima Karyawan Terpapar, Kantor Imigrasi Malang Pilih Geser Jadwal

MALANG KOTA- Kabar bahwa lima karyawan Kantor Imigrasi Klas 1 Malang terpapar Covid-19 dibenarkan oleh Kasi Informasi Teknologi Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas 1 Malang Joko Widodo.  Karena itu, layanan di kantor tersebut tutup sementara hingga hari ini (1/2).

”Kami masih jaga-jaga agar tidak ada yang terpapar. Tanggal 2 Februari, kami melakukan tracing ke-102 karyawan,” beber Joko. Saat ini, lima karyawan tersebut menjalani isolasi mandiri (isoman). Sementara karyawan yang lain terpaksa bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Untuk pemohon pelayanan keimigrasian yang sudah mendapatkan antrean pada 31 Januari lewat aplikasi APAPO akan dilayani Rabu besok (2/2).  Penggeseran jadwal layanan juga akan diberlakukan terhadap para pemohon yang sudah melakukan pembayaran lewat aplikasi M-Paspor. Menurut Joko.

Temuan kasus positif  Covid-19 di Kantor Imigrasi Klas 1 Malang ini merupakan kali ke dua. Sebelumnya, beberapa karyawan pernah terpapar Covid-19 pada akhir 2020. Agar tak terulang lagi, Joko bakal menerapkan pelayanan berbasis online. ”Ke depan ada kuotanya. Kira-kira 45 pemohon. Baik mulai dari pengiriman berkas hingga wawancara,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan jika Kota Malang kembali harus berjibaku mengendalikan persebaran Covid-19. Sebab, beberapa hari terakhir ada penambahan kasus baru sebanyak 14 orang dari klaster pendidikan dan perkantoran. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 di Kota malang mencapai 260 kasus.

Penambahan kasus baru itu terjadi di SMAN 8 Malang (2 orang),   Universitas Negeri Malang (7 orang), dan Kantor Imigrasi Klas 1 Malang (5 orang). Masing-masing telah melakukan mitigasi sesuai prosedur penanganan Covid-19, sehingga penyebaran virusnya tidak berlanjut. (adk/rb5/adn/fat)

MALANG KOTA- Kabar bahwa lima karyawan Kantor Imigrasi Klas 1 Malang terpapar Covid-19 dibenarkan oleh Kasi Informasi Teknologi Keimigrasian Kantor Imigrasi Klas 1 Malang Joko Widodo.  Karena itu, layanan di kantor tersebut tutup sementara hingga hari ini (1/2).

”Kami masih jaga-jaga agar tidak ada yang terpapar. Tanggal 2 Februari, kami melakukan tracing ke-102 karyawan,” beber Joko. Saat ini, lima karyawan tersebut menjalani isolasi mandiri (isoman). Sementara karyawan yang lain terpaksa bekerja dari rumah atau work from home (WFH). Untuk pemohon pelayanan keimigrasian yang sudah mendapatkan antrean pada 31 Januari lewat aplikasi APAPO akan dilayani Rabu besok (2/2).  Penggeseran jadwal layanan juga akan diberlakukan terhadap para pemohon yang sudah melakukan pembayaran lewat aplikasi M-Paspor. Menurut Joko.

Temuan kasus positif  Covid-19 di Kantor Imigrasi Klas 1 Malang ini merupakan kali ke dua. Sebelumnya, beberapa karyawan pernah terpapar Covid-19 pada akhir 2020. Agar tak terulang lagi, Joko bakal menerapkan pelayanan berbasis online. ”Ke depan ada kuotanya. Kira-kira 45 pemohon. Baik mulai dari pengiriman berkas hingga wawancara,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagaimana diberitakan jika Kota Malang kembali harus berjibaku mengendalikan persebaran Covid-19. Sebab, beberapa hari terakhir ada penambahan kasus baru sebanyak 14 orang dari klaster pendidikan dan perkantoran. Dengan demikian, total kasus aktif Covid-19 di Kota malang mencapai 260 kasus.

Penambahan kasus baru itu terjadi di SMAN 8 Malang (2 orang),   Universitas Negeri Malang (7 orang), dan Kantor Imigrasi Klas 1 Malang (5 orang). Masing-masing telah melakukan mitigasi sesuai prosedur penanganan Covid-19, sehingga penyebaran virusnya tidak berlanjut. (adk/rb5/adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/