alexametrics
27 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Sabar! Pembukaan Kajoetangan Tunggu Level PPKM Turun

MALANG KOTA – Kawasan Kajoetangan Heritage memang menjadi incaran muda-mudi untuk kongkow di malam hari. Namun seiring kasus Covid-19 yang melejit di Kota Malang, tempat yang terkenal karena lampu jalannya itu ditutup. Hingga kemarin malam (27/2), petugas tetap melarang kendaraan melintas di kawasan tersebut.

”Pokoknya sampai PPKM di Kota Malang turun level,” ujar Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan saat dikonfirmasi terkait penutupan kawasan Kajoetangan Heritage kemarin. Sekadar diketahui, PPKM di Kota Malang hingga kemarin masih masuk level 3. Dari data Info Covid Pemprov Jatim, di Kota Malang masih terdapat 26.055 konfirmasi dengan kasus aktif 2.178. Sementara kemarin (28/2) ada penambahan kasus positif baru sebanyak 119 orang.

Penutupan sebagian ruas Jalan Basuki Rahmat diberlakukan mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan menggelar blokade di dua arah. Penutupan dilakukan personil gabungan dari Satlantas Polresta Malang Kota, Satpol PP dan Kodim 0833 Kota Malang.

Penutupan akses jalan tersebut tidak berlaku secara kaku kepada semua orang. Supiyan menyebut ada beberapa pengecualian. “Terutama warga sekitar yang mau masuk ke area perumahannya,” kata dia. Mekanismenya, petugas yang berjaga akan menanyai setiap orang yang memasuki kawasan tersebut baik jalan kaki maupun dengan sepeda motor. Boleh masuk atau tidaknya orang bergantung dari tujuannya. Penutupan jalan tidak hanya berlaku hanya di Kajoetangan saja, namun juga Jalan Soekarno Hatta. “Belum ada perubahan, masih sama polanya dengan di Kajoetangan,” kata dia.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bila pihaknya juga melakukan penindakan kepada pengendara yang melanggar. “Masih seputar knalpot brong dan pelanggaran lain,” kata dia. Setidaknya, ada puluhan personel yang bersiaga. Hasilnya, kurang lebih ada 150 pelanggaran yang ditindak dalam satu malam. Rata-rata, pelanggarannya berupa knalpot brong. (biy/nay)

MALANG KOTA – Kawasan Kajoetangan Heritage memang menjadi incaran muda-mudi untuk kongkow di malam hari. Namun seiring kasus Covid-19 yang melejit di Kota Malang, tempat yang terkenal karena lampu jalannya itu ditutup. Hingga kemarin malam (27/2), petugas tetap melarang kendaraan melintas di kawasan tersebut.

”Pokoknya sampai PPKM di Kota Malang turun level,” ujar Kabag Ops Polresta Malang Kota Kompol Supiyan saat dikonfirmasi terkait penutupan kawasan Kajoetangan Heritage kemarin. Sekadar diketahui, PPKM di Kota Malang hingga kemarin masih masuk level 3. Dari data Info Covid Pemprov Jatim, di Kota Malang masih terdapat 26.055 konfirmasi dengan kasus aktif 2.178. Sementara kemarin (28/2) ada penambahan kasus positif baru sebanyak 119 orang.

Penutupan sebagian ruas Jalan Basuki Rahmat diberlakukan mulai pukul 19.00 WIB hingga 23.00 WIB dengan menggelar blokade di dua arah. Penutupan dilakukan personil gabungan dari Satlantas Polresta Malang Kota, Satpol PP dan Kodim 0833 Kota Malang.

Penutupan akses jalan tersebut tidak berlaku secara kaku kepada semua orang. Supiyan menyebut ada beberapa pengecualian. “Terutama warga sekitar yang mau masuk ke area perumahannya,” kata dia. Mekanismenya, petugas yang berjaga akan menanyai setiap orang yang memasuki kawasan tersebut baik jalan kaki maupun dengan sepeda motor. Boleh masuk atau tidaknya orang bergantung dari tujuannya. Penutupan jalan tidak hanya berlaku hanya di Kajoetangan saja, namun juga Jalan Soekarno Hatta. “Belum ada perubahan, masih sama polanya dengan di Kajoetangan,” kata dia.

Sementara itu, Kasatlantas Polresta Malang Kota Kompol Yoppi Anggi Khrisna mengatakan bila pihaknya juga melakukan penindakan kepada pengendara yang melanggar. “Masih seputar knalpot brong dan pelanggaran lain,” kata dia. Setidaknya, ada puluhan personel yang bersiaga. Hasilnya, kurang lebih ada 150 pelanggaran yang ditindak dalam satu malam. Rata-rata, pelanggarannya berupa knalpot brong. (biy/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/