alexametrics
22.1 C
Malang
Wednesday, 25 May 2022

Dana Pencegahan Narkoba Rp 1 M Kota Malang Tak Tepat Sasaran?

MALANG KOTA – Kasus OTT (operasi tangkap tangan) narkoba yang melibatkan oknum pejabat di Pemkot Malang berinisial AH, masih menjadi perbincangan publik. Khususnya di lingkungan Pemkot Malang. Hal ini karena setiap tahun, sudah disediakan anggaran khusus pencegahan peredaran narkoba bagi para ASN (aparatur sipil negara).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu menyatakan, anggaran tersebut untuk membiayai rencana aksi daerah (RAD) dalam memerangi narkoba. Program tersebut didelegasikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang. RAD yang telah disusun kemudian dikomunikasikan ke semua organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga program pencegahan narkoba bisa dimiliki semua OPD. ”Kami juga selalu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba di lingkungan Pemkot Malang,” kata dia.

Baca juga : Insiden Salah Gerebek Kasus Narkoba di Malang Ditangani Propam Polda

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu merinci, anggaran untuk pencegahan narkoba juga sudah disiapkan tiap tahunnya. Tahun 2020 lalu, anggaran senilai Rp 1,1 miliar sudah dialokasikan bappeda. Sementara di tahun 2021 ini, bappeda menyebut sudah ada anggaran senilai Rp 806 juta yang telah disiapkan. Jumlah tersebut belum termasuk dana hibah untuk BNN Kota Malang sebesar Rp 200 juta. Bila ditotal, Pemkot Malang punya modal Rp 1 miliar untuk memerangi narkoba.

Dwi merinci, total dana itu tersebar di dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata (disporapar), dinas kesehatan (dinkes), serta badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM). Selain itu, alokasinya juga tersebar di dinas sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinsos-P3AP2KB); badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol); serta dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud).

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Dwi juga membuka opsi adanya penambahan anggaran jika memang diperlukan. ”Tahun ini kami juga akan koordinasi secara intens ke BNN agar pencegahan narkoba dapat lebih berjalan maksimal,” ucapnya.

Seperti diketahui, AH yang ditangkap polisi Kamis pekan lalu (25/3) merupakan salah satu kepala OPD. Dari tangannya, saat itu polisi menyita 1,5 gram sabu dan satu alat isap. Selain AH, dalam pers rilis yang dilakukan di lobi Mapolresta Malang Kota Minggu lalu (28/3) juga dihadirkan 5 tersangka lainnya.

Di tempat lain, Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif juga memastikan bila pencegahan narkoba di lingkungan pemkot selalu dilakukan. Salah satunya disajikan dengan menggandeng BNN Kota Malang untuk memberi edukasi soal bahaya narkoba. ”Untuk penanganan bagi pengguna narkoba juga kami lakukan dan bekerja sama dengan BNN Kota Malang,” kata dia.

Lebih khusus, mantan direktur RSUD Kota Malang itu menyebut bila upaya memerangi narkoba menjadi tupoksi dari kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Selain untuk ASN, program pencegahan narkoba, menurut dia, juga diarahkan untuk elemen masyarakat dan warga-warga sekolah. (rmc/adn/arl/c1/by)

MALANG KOTA – Kasus OTT (operasi tangkap tangan) narkoba yang melibatkan oknum pejabat di Pemkot Malang berinisial AH, masih menjadi perbincangan publik. Khususnya di lingkungan Pemkot Malang. Hal ini karena setiap tahun, sudah disediakan anggaran khusus pencegahan peredaran narkoba bagi para ASN (aparatur sipil negara).

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Malang Dwi Rahayu menyatakan, anggaran tersebut untuk membiayai rencana aksi daerah (RAD) dalam memerangi narkoba. Program tersebut didelegasikan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Malang. RAD yang telah disusun kemudian dikomunikasikan ke semua organisasi perangkat daerah (OPD) sehingga program pencegahan narkoba bisa dimiliki semua OPD. ”Kami juga selalu berkoordinasi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) untuk memberantas narkoba di lingkungan Pemkot Malang,” kata dia.

Baca juga : Insiden Salah Gerebek Kasus Narkoba di Malang Ditangani Propam Polda

Pejabat eselon II B Pemkot Malang itu merinci, anggaran untuk pencegahan narkoba juga sudah disiapkan tiap tahunnya. Tahun 2020 lalu, anggaran senilai Rp 1,1 miliar sudah dialokasikan bappeda. Sementara di tahun 2021 ini, bappeda menyebut sudah ada anggaran senilai Rp 806 juta yang telah disiapkan. Jumlah tersebut belum termasuk dana hibah untuk BNN Kota Malang sebesar Rp 200 juta. Bila ditotal, Pemkot Malang punya modal Rp 1 miliar untuk memerangi narkoba.

Dwi merinci, total dana itu tersebar di dinas kepemudaan, olahraga dan pariwisata (disporapar), dinas kesehatan (dinkes), serta badan kepegawaian dan pengembangan sumber daya manusia (BKPSDM). Selain itu, alokasinya juga tersebar di dinas sosial, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, pengendalian penduduk dan keluarga berencana (dinsos-P3AP2KB); badan kesatuan bangsa dan politik (bakesbangpol); serta dinas pendidikan dan kebudayaan (disdikbud).

Kepada Jawa Pos Radar Malang, Dwi juga membuka opsi adanya penambahan anggaran jika memang diperlukan. ”Tahun ini kami juga akan koordinasi secara intens ke BNN agar pencegahan narkoba dapat lebih berjalan maksimal,” ucapnya.

Seperti diketahui, AH yang ditangkap polisi Kamis pekan lalu (25/3) merupakan salah satu kepala OPD. Dari tangannya, saat itu polisi menyita 1,5 gram sabu dan satu alat isap. Selain AH, dalam pers rilis yang dilakukan di lobi Mapolresta Malang Kota Minggu lalu (28/3) juga dihadirkan 5 tersangka lainnya.

Di tempat lain, Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif juga memastikan bila pencegahan narkoba di lingkungan pemkot selalu dilakukan. Salah satunya disajikan dengan menggandeng BNN Kota Malang untuk memberi edukasi soal bahaya narkoba. ”Untuk penanganan bagi pengguna narkoba juga kami lakukan dan bekerja sama dengan BNN Kota Malang,” kata dia.

Lebih khusus, mantan direktur RSUD Kota Malang itu menyebut bila upaya memerangi narkoba menjadi tupoksi dari kasi pencegahan dan pengendalian penyakit menular. Selain untuk ASN, program pencegahan narkoba, menurut dia, juga diarahkan untuk elemen masyarakat dan warga-warga sekolah. (rmc/adn/arl/c1/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/