alexametrics
30.2 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Kondisi yang Bisa Bikin Lansia Gagal Vaksin, Check!

MALANG KOTA – Pelaksanaan vaksinasi lansia sedikit berbeda dengan vaksinasi kepada orang dewasa. Perbedaan itu terletak pada tahapan screening awal yang lebih mendetail ketimbang orang dewasa.

“Karena ada penyakit penyerta misalkan diabetes, hipertensi, stroke ada tambahan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta,” terang Kasubag Pemasaran RS Lavalette dr Shinta Kumala Prawitasari.

Dia mencontohkan, misalnya peserta bisa berjalan sampai jarak berapa, ada gangguan saat naik tangga atau tidak atau sesak napas saat berjalan. Jika tidak mampu berjalan jauh, susah naik tangga atau memiliki sesak nafas, maka harus ditunda dulu vaksinasinya. Lalu pasien harus periksa dulu ke dokter terkait. Setelahnya dokter akan memutuskan mengizinkan vaksin atau tidak. Setidaknya ada kurang lebih 10 lansia yang terpaksa ditunda vaksinasinya karena beberapa sebab.

“Ada yang gagal karena tensi tinggi, ada juga yang belum lansia. Karena usianya belum lebih dari 59 tahun,” ujar dr Shinta.

Ketika peserta didapati mengalami tekanan darah tinggi, lebih dari 180/100, maka diminta istirahat dulu selama 30 menit. Lalu, akan ditensi lagi untuk kedua kali.

Jika dua kali tensi masih tinggi, disarankan untuk ditunda vaksinasi dan konsultasi ke dokter terkait. “Untungnya tidak ada yang mengalami KIPI ya, aman lancar semua,” terang dokter lulusan Universitas Islam Indonesia ini.

Sementara jatah vaksinasi lansia di RS Lavalette ada 200 orang. Per pukul 13.30 sudah 170 lansia yang telah divaksin.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, jumlah warga lansia di Kota Malang sesuai dengan data dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) mencapai 75 ribu orang. Nantinya vaksinasi lansia bisa dilakukan di 16 puskesmas di Kota Malang serta fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

”Syaratnya tidak ada, pokoknya warga Kota Malang,” kata dia.

Nantinya lansia bisa langsung mendaftar ke puskesmas, nanti puskesmas akan memberikan informasi melalui kader puskesmas ketika ada jatah vaksin. Tetapi, tidak menutup kemungkinan Kota Malang akan menggelar vaksinasi drive-thru lagi. Itu tergantung dari evaluasi dari pelaksanaan drive-thru hari ini.

Pewarta: Intan Refa Septiana

MALANG KOTA – Pelaksanaan vaksinasi lansia sedikit berbeda dengan vaksinasi kepada orang dewasa. Perbedaan itu terletak pada tahapan screening awal yang lebih mendetail ketimbang orang dewasa.

“Karena ada penyakit penyerta misalkan diabetes, hipertensi, stroke ada tambahan pertanyaan yang harus dijawab oleh peserta,” terang Kasubag Pemasaran RS Lavalette dr Shinta Kumala Prawitasari.

Dia mencontohkan, misalnya peserta bisa berjalan sampai jarak berapa, ada gangguan saat naik tangga atau tidak atau sesak napas saat berjalan. Jika tidak mampu berjalan jauh, susah naik tangga atau memiliki sesak nafas, maka harus ditunda dulu vaksinasinya. Lalu pasien harus periksa dulu ke dokter terkait. Setelahnya dokter akan memutuskan mengizinkan vaksin atau tidak. Setidaknya ada kurang lebih 10 lansia yang terpaksa ditunda vaksinasinya karena beberapa sebab.

“Ada yang gagal karena tensi tinggi, ada juga yang belum lansia. Karena usianya belum lebih dari 59 tahun,” ujar dr Shinta.

Ketika peserta didapati mengalami tekanan darah tinggi, lebih dari 180/100, maka diminta istirahat dulu selama 30 menit. Lalu, akan ditensi lagi untuk kedua kali.

Jika dua kali tensi masih tinggi, disarankan untuk ditunda vaksinasi dan konsultasi ke dokter terkait. “Untungnya tidak ada yang mengalami KIPI ya, aman lancar semua,” terang dokter lulusan Universitas Islam Indonesia ini.

Sementara jatah vaksinasi lansia di RS Lavalette ada 200 orang. Per pukul 13.30 sudah 170 lansia yang telah divaksin.

Kepala Dinkes Kota Malang dr Husnul Muarif menambahkan, jumlah warga lansia di Kota Malang sesuai dengan data dinas kependudukan dan pencatatan sipil (dispendukcapil) mencapai 75 ribu orang. Nantinya vaksinasi lansia bisa dilakukan di 16 puskesmas di Kota Malang serta fasilitas kesehatan (faskes) lainnya.

”Syaratnya tidak ada, pokoknya warga Kota Malang,” kata dia.

Nantinya lansia bisa langsung mendaftar ke puskesmas, nanti puskesmas akan memberikan informasi melalui kader puskesmas ketika ada jatah vaksin. Tetapi, tidak menutup kemungkinan Kota Malang akan menggelar vaksinasi drive-thru lagi. Itu tergantung dari evaluasi dari pelaksanaan drive-thru hari ini.

Pewarta: Intan Refa Septiana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/