alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Dewan: Atas Banjir Blimbing Dulu Baru Underpass!

MALANG KOTA-Rencana pembangunan underpass dari eksekutif menuai kritik dari legislatif. Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika masih mempertanyakan rencana tersebut. Apalagi, solusi yang ditawarkan bisa jadi jalan keluar menuntaskan permasalahan kemacetan yang sudah dikeluhkan oleh masyarakat.

Hal yang utama dia pertanyakan adalah terkait pemilihan tempat. ”Di sana (Jalan Ahmad Yani) itu kan sudah sempit dan pinggir jalan ada banyak pertokoan dan sekolah, kalau dipaksakan jadi underpass juga sulit,” tanyanya. Belum lagi membangun underpass yang mencapai 2 kilometer, menurutnya terlalu panjang. Made berkaca dengan Underpass Karanglo yang hanya 343 meter menurutnya sudah lumayan panjang. Belum lagi daerah di sana juga rawan dengan banjir.

Dia mengkhawatirkan jika adanya underpass justru jadi kubangan air. Karena itu dia meminta pemkot bisa memprioritaskan penuntasan banjir terlebih dahulu. Pembuatan masterplan banjir tahun ini diharapkannya bisa selesai dan mampu memetakan saluran drainase yang kerap membuat banjir. ”Nah di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Carefour itu kan kerap banjir, itu harus tuntas dulu,” tandas politikus PDIP itu.

Sementara itu Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr AH Rofi’uddin MPd menuturkan, kerja sama dengan Pemkot terkait rencana pembangunan underpass di Kota Malang hanya sebatas penelitian. Melalui tenaga ahli yang dimiliki UM, terutama dari Fakultas Teknik. Melakukan beberapa kajian dan studi kelayakan terkait titik mana yang akan dilakukan pembangunan underpass. “Jadi kami hanya sebatas memberikan rekomendasi terkait lokasi itu sudah layak apa tidak untuk dibangun underpass,” tutur Prof Rofi’uddin.

Guru besar jurusan pendidikan Bahasa Indonesia itu menambahkan, terkait pelaksanaan pembangunan underpass, diakuinya pihak kampus nantinya sudah tidak terlibat pada proyek tersebut. Dia menegaskan, kerja sama antara pihaknya dengan Pemkot Malang sudah selesai, ketika hasil penelitian sudah disampaikan ke pemerintah. “Intinya kami merekomendasikan underpass di Blimbing tersebut. Kalau soal pelaksanaan pembangunan nanti sudah urusan Pemkot Malang,” tandasnya. (adn/adk/abm)

MALANG KOTA-Rencana pembangunan underpass dari eksekutif menuai kritik dari legislatif. Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika masih mempertanyakan rencana tersebut. Apalagi, solusi yang ditawarkan bisa jadi jalan keluar menuntaskan permasalahan kemacetan yang sudah dikeluhkan oleh masyarakat.

Hal yang utama dia pertanyakan adalah terkait pemilihan tempat. ”Di sana (Jalan Ahmad Yani) itu kan sudah sempit dan pinggir jalan ada banyak pertokoan dan sekolah, kalau dipaksakan jadi underpass juga sulit,” tanyanya. Belum lagi membangun underpass yang mencapai 2 kilometer, menurutnya terlalu panjang. Made berkaca dengan Underpass Karanglo yang hanya 343 meter menurutnya sudah lumayan panjang. Belum lagi daerah di sana juga rawan dengan banjir.

Dia mengkhawatirkan jika adanya underpass justru jadi kubangan air. Karena itu dia meminta pemkot bisa memprioritaskan penuntasan banjir terlebih dahulu. Pembuatan masterplan banjir tahun ini diharapkannya bisa selesai dan mampu memetakan saluran drainase yang kerap membuat banjir. ”Nah di Jalan Ahmad Yani tepatnya di depan Carefour itu kan kerap banjir, itu harus tuntas dulu,” tandas politikus PDIP itu.

Sementara itu Rektor Universitas Negeri Malang (UM) Prof. Dr AH Rofi’uddin MPd menuturkan, kerja sama dengan Pemkot terkait rencana pembangunan underpass di Kota Malang hanya sebatas penelitian. Melalui tenaga ahli yang dimiliki UM, terutama dari Fakultas Teknik. Melakukan beberapa kajian dan studi kelayakan terkait titik mana yang akan dilakukan pembangunan underpass. “Jadi kami hanya sebatas memberikan rekomendasi terkait lokasi itu sudah layak apa tidak untuk dibangun underpass,” tutur Prof Rofi’uddin.

Guru besar jurusan pendidikan Bahasa Indonesia itu menambahkan, terkait pelaksanaan pembangunan underpass, diakuinya pihak kampus nantinya sudah tidak terlibat pada proyek tersebut. Dia menegaskan, kerja sama antara pihaknya dengan Pemkot Malang sudah selesai, ketika hasil penelitian sudah disampaikan ke pemerintah. “Intinya kami merekomendasikan underpass di Blimbing tersebut. Kalau soal pelaksanaan pembangunan nanti sudah urusan Pemkot Malang,” tandasnya. (adn/adk/abm)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/