alexametrics
24.3 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Kamar Mandi Longsor, Nenek Meninggal di Lokasi dan Kejadian yang Sama

MALANG KOTA – Kamar mandi yang mengalami longsor di pinggir Sungai Metro di Klayatan Gang 1, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun pada Sabtu (1/5) siang ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya, peristiwa yang membuat Lestari Eka Mita terluka itu, pernah terjadi pada 2019 silam. Bahkan kejadian tersebut merenggut nyawa seorang perempuan berusia 87 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan BPBD Kota Malang, Cornelia Selvyana Ayoe. Pada 2019, seorang nenek dilaporkan meninggal karena jatuh terbawa tanah longsor di tempat yang sama.

“Saat itu ada korban meninggal dunia, itu nenek dari bu Eka yang sekarang,” ungkapnya.

Ia menyebut, material pondasi bangunan merupakan tanah urukan yang tidak stabil. “Di rumah itu memang pondasinya tanah urukan. Jadi saat terkena air, makin membuatnya tidak stabil,” terang dia.

Hal ini menurutnya akan berbeda apabila pondasi rumah tersebut ialah batu kali. “Pasti kuat kalau batu kali, nah tanah urukan ini gampang terjadi pergeseran,” imbuhnya.

Sebelumnya, rumah milik Lestari Eka Mita (33) longsor pada bagian kamar mandi. Eka, yang kala itu hendak mandi dan mencuci baju tetiba jatuh dari ketinggian 10 meter karena kamar mandi yang ditempatinya mendadak longsor.

“Korban jatuh dari kamar mandi dari ketinggian kurang lebih 10 Meter dari tepi sungai dan mengalami luka pada bagian kaki,” terang Selvy.

Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang ini menyebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat mengalami luka sedang pada bagian kaki karena tertimbun material longsor.

Saat ini telah dilakukan pengosongan rumah di bagian belakang meliputi kamar mandi, dapur, dan kamar tidur serta melakukan pemasangan baricade line di sekitar area terdampak.

“Kerusakan hanya terjadi di bagian kamar mandi yang mengalami longsor dengan lubang kurang lebih 2 Meter,” tuturnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky / M Ubaidillah

MALANG KOTA – Kamar mandi yang mengalami longsor di pinggir Sungai Metro di Klayatan Gang 1, Kelurahan Bandungrejosari, Kecamatan Sukun pada Sabtu (1/5) siang ternyata bukan kali pertama. Sebelumnya, peristiwa yang membuat Lestari Eka Mita terluka itu, pernah terjadi pada 2019 silam. Bahkan kejadian tersebut merenggut nyawa seorang perempuan berusia 87 tahun.

Hal itu disampaikan oleh Koordinator Lapangan BPBD Kota Malang, Cornelia Selvyana Ayoe. Pada 2019, seorang nenek dilaporkan meninggal karena jatuh terbawa tanah longsor di tempat yang sama.

“Saat itu ada korban meninggal dunia, itu nenek dari bu Eka yang sekarang,” ungkapnya.

Ia menyebut, material pondasi bangunan merupakan tanah urukan yang tidak stabil. “Di rumah itu memang pondasinya tanah urukan. Jadi saat terkena air, makin membuatnya tidak stabil,” terang dia.

Hal ini menurutnya akan berbeda apabila pondasi rumah tersebut ialah batu kali. “Pasti kuat kalau batu kali, nah tanah urukan ini gampang terjadi pergeseran,” imbuhnya.

Sebelumnya, rumah milik Lestari Eka Mita (33) longsor pada bagian kamar mandi. Eka, yang kala itu hendak mandi dan mencuci baju tetiba jatuh dari ketinggian 10 meter karena kamar mandi yang ditempatinya mendadak longsor.

“Korban jatuh dari kamar mandi dari ketinggian kurang lebih 10 Meter dari tepi sungai dan mengalami luka pada bagian kaki,” terang Selvy.

Penelaah Bahan Kajian Bencana Alam Seksi Logistik Penanggulangan Bencana Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Malang ini menyebut, korban langsung dilarikan ke rumah sakit terdekat akibat mengalami luka sedang pada bagian kaki karena tertimbun material longsor.

Saat ini telah dilakukan pengosongan rumah di bagian belakang meliputi kamar mandi, dapur, dan kamar tidur serta melakukan pemasangan baricade line di sekitar area terdampak.

“Kerusakan hanya terjadi di bagian kamar mandi yang mengalami longsor dengan lubang kurang lebih 2 Meter,” tuturnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky / M Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/