alexametrics
21.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

MUI Malang Beri Lampu Hijau Salat Idul Fitri di Masjid

MALANG KOTA – Majelis Ulama Indosesia (MUI) Kota Malang memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di Kota Malang. Artinya, salat Id boleh dilakukan di masjid secara berjamaah asalkan menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) pusat nomor 4 tahun 2021 yang memperbolehkan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di masjid atau di lapangan terbuka. Sinyal adanya lampu hijau tentang pelaksanaan salat Id itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Kota Malang KH Chamzawi.

”Salat Id tahun ini tentunya boleh dilakukan di masjid atau di lapangan terbuka, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes),” ujar dia.

Bahkan, dia menyebut, karena berembusnya kabar bolehnya melakukan salat Id tahun ini, masjid-masjid yang ada di Kota Malang juga sudah ada yang melakukan persiapan jadwal khatib. Pihaknya optimistis, salat Id di masjid tidak akan memunculkan klaster baru dalam kegiatan keagamaan.

”Ya seperti salat Tarawih selama ini, tetap bisa dilakukan tapi juga dengan prokes,” tambahnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, semua pihak yang bersangkutan seperti pemkot atau tokoh agama sudah saling bersinergi menetapkan protokol kesehatan. Salah satunya, persyaratannya harus mematuhi aturan prokes seperti jarak saf salat diatur agar tidak berkerumun dan tetap menggunakan masker.

”Yang penting tempatnya sudah ditata sedemikian rupa,” imbuh laki-laki yang juga menjadi dosen di UIN Malang tersebut.

Sebab, menurut dia, pihaknya memang harus bisa menyesuaikan dengan kehidupan new normal di tengah pandemi ini. Namun, dia menegaskan, dalam hal ini perlu kerja sama yang baik dengan masyarakat. Yakni, tentang kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan prokes harus ditingkatkan lagi.

Sebab, menurut pria asal Rembang itu, selama ini kendalanya memang ada pada masyarakat yang masih acuh terhadap prokes. Sehingga, biasanya masjid-masjid menyiapkan petugas cukup banyak untuk mengatur dan menjaga jalannya ibadah.

Dia berharap, pelaksanaan salat Id bisa berlangsung dengan baik. Termasuk, ibadah-ibadah yang berkaitan dengan puasa bisa berjalan dengan lancar di Kota Malang ini. ”Seperti salat Tarawih dan zakat fitrahnya berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ulf/c1/mas/rmc)

MALANG KOTA – Majelis Ulama Indosesia (MUI) Kota Malang memberikan lampu hijau untuk pelaksanaan salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di Kota Malang. Artinya, salat Id boleh dilakukan di masjid secara berjamaah asalkan menyesuaikan dengan standard operating procedure (SOP) protokol kesehatan (prokes) Covid-19.

Hal itu sesuai Surat Edaran (SE) Kementerian Agama (Kemenag) pusat nomor 4 tahun 2021 yang memperbolehkan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1442 H di masjid atau di lapangan terbuka. Sinyal adanya lampu hijau tentang pelaksanaan salat Id itu disampaikan oleh Wakil Ketua Umum MUI Kota Malang KH Chamzawi.

”Salat Id tahun ini tentunya boleh dilakukan di masjid atau di lapangan terbuka, namun harus tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes),” ujar dia.

Bahkan, dia menyebut, karena berembusnya kabar bolehnya melakukan salat Id tahun ini, masjid-masjid yang ada di Kota Malang juga sudah ada yang melakukan persiapan jadwal khatib. Pihaknya optimistis, salat Id di masjid tidak akan memunculkan klaster baru dalam kegiatan keagamaan.

”Ya seperti salat Tarawih selama ini, tetap bisa dilakukan tapi juga dengan prokes,” tambahnya.

Di sisi lain, dia melanjutkan, semua pihak yang bersangkutan seperti pemkot atau tokoh agama sudah saling bersinergi menetapkan protokol kesehatan. Salah satunya, persyaratannya harus mematuhi aturan prokes seperti jarak saf salat diatur agar tidak berkerumun dan tetap menggunakan masker.

”Yang penting tempatnya sudah ditata sedemikian rupa,” imbuh laki-laki yang juga menjadi dosen di UIN Malang tersebut.

Sebab, menurut dia, pihaknya memang harus bisa menyesuaikan dengan kehidupan new normal di tengah pandemi ini. Namun, dia menegaskan, dalam hal ini perlu kerja sama yang baik dengan masyarakat. Yakni, tentang kesadaran masyarakat dalam mematuhi aturan prokes harus ditingkatkan lagi.

Sebab, menurut pria asal Rembang itu, selama ini kendalanya memang ada pada masyarakat yang masih acuh terhadap prokes. Sehingga, biasanya masjid-masjid menyiapkan petugas cukup banyak untuk mengatur dan menjaga jalannya ibadah.

Dia berharap, pelaksanaan salat Id bisa berlangsung dengan baik. Termasuk, ibadah-ibadah yang berkaitan dengan puasa bisa berjalan dengan lancar di Kota Malang ini. ”Seperti salat Tarawih dan zakat fitrahnya berjalan dengan baik,” pungkasnya. (ulf/c1/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/