alexametrics
20.5 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Hari Ini Diprediksi Puncak Mudik, 3 Hari Ada 58 Ribu Mobil Masuk Tol Malang

MALANG KOTA – Arus pemudik yang masuk ke Kota Malang ternyata lebih banyak dibanding dengan masyarakat yang meninggalkan kota Malang. Hal itu terlihat dari pemudik yang menggunakan jasa tol Pandaan-Malang, tercatat sekitar 58 ribu kendaraan masuk Kota Malang mulai Rabu hingga Jumat kemarin (27-29 April).

Jumlah itu merupakan akumulasi data dari Exit Tol Singosari, Pakis dan Madyopuro. Sementara, untuk total kendaraan yang meninggalkan Kota Malang selama tiga hari yakni sekitar 48 ribu. Menurut Jasa Marga, exit tol paling sibuk yakni Singosari dengan tiap harinya lebih dari 20 ribu kendaraan keluar masuk melewati gerbang tersebut. Untuk Pakis dan Madyopuro, angkanya belum mencapai 10 ribu kendaraan.

General Manager Operasi Jasa Marga Pandaan-Malang Indrawan Agustono mengatakan, terjadi tren kenaikan baik kendaraan yang masuk dan keluar Kota Malang selama tiga hari belakang. Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-1 lebaran. “Perkiraan puncak arus mudik terjadi tanggal 1 Mei, kalau arus balik tanggal 8,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Malang. Untuk mengantisipasi adanya peningkatan kendaraan karena banyak pelancong yang akan berwisata di kawasan Malang Raya sekaligus permulaan arus balik.

Beberapa mekanisme disiapkan untuk kelancaran arus kendaraan. Termasuk menggratiskan pengguna jalan tol apabila terjadi kemacetan hingga mencapai satu kilometer. “Perkirakan kepadatan akan terjadi di Singosari. Kami akan membuka opsi untuk menggratiskan tol, apabila kondisi tol sudah tidak bisa menampung debit kendaraan yang mengarah ke Malang atau Kota Batu,” ucapnya. Namun sebelum itu, lanjut Indrawan, ada beberapa skema lain yang dilakukan Polres Malang agar tidak terjadi penumpukan di jalur tol Singosari. Yakni pengalihan kendaraan ke gerbang Exit Tol Pakis atau Exit Tol Madyopuro, Kota Malang. “Jadi kami optimistis kepadatan itu tidak akan sampai terjadi. Kecuali Tol Singosari seperti Tol Cikampek yang tidak ada pilihan exit tol lain. Kalau di Singosari ini ada pilihan di Exit Tol Pakis atau Madyopuro,” terangnya.

Sementara itu dari pantauan wartawan koran ini di lapangan pada Sabtu siang kemarin (30/4), kondisi Exit Tol Singosari masih terpantau ramai lancar. Tidak ada penumpukan kendaran di akses masuk maupun keluar pintu tol. Di exit Singosari terdapat 8 gerbang yang bisa digunakan. Namun hingga pukul 13.00 WIB, baru 6 gerbang yang dipakai. Empat gerbang untuk akses keluar dan dua gerbang untuk akses masuk tol. (adk/nay)

MALANG KOTA – Arus pemudik yang masuk ke Kota Malang ternyata lebih banyak dibanding dengan masyarakat yang meninggalkan kota Malang. Hal itu terlihat dari pemudik yang menggunakan jasa tol Pandaan-Malang, tercatat sekitar 58 ribu kendaraan masuk Kota Malang mulai Rabu hingga Jumat kemarin (27-29 April).

Jumlah itu merupakan akumulasi data dari Exit Tol Singosari, Pakis dan Madyopuro. Sementara, untuk total kendaraan yang meninggalkan Kota Malang selama tiga hari yakni sekitar 48 ribu. Menurut Jasa Marga, exit tol paling sibuk yakni Singosari dengan tiap harinya lebih dari 20 ribu kendaraan keluar masuk melewati gerbang tersebut. Untuk Pakis dan Madyopuro, angkanya belum mencapai 10 ribu kendaraan.

General Manager Operasi Jasa Marga Pandaan-Malang Indrawan Agustono mengatakan, terjadi tren kenaikan baik kendaraan yang masuk dan keluar Kota Malang selama tiga hari belakang. Menurutnya, puncak arus mudik diprediksi akan terjadi pada H-1 lebaran. “Perkiraan puncak arus mudik terjadi tanggal 1 Mei, kalau arus balik tanggal 8,” ujarnya saat dikonfirmasi Radar Malang. Untuk mengantisipasi adanya peningkatan kendaraan karena banyak pelancong yang akan berwisata di kawasan Malang Raya sekaligus permulaan arus balik.

Beberapa mekanisme disiapkan untuk kelancaran arus kendaraan. Termasuk menggratiskan pengguna jalan tol apabila terjadi kemacetan hingga mencapai satu kilometer. “Perkirakan kepadatan akan terjadi di Singosari. Kami akan membuka opsi untuk menggratiskan tol, apabila kondisi tol sudah tidak bisa menampung debit kendaraan yang mengarah ke Malang atau Kota Batu,” ucapnya. Namun sebelum itu, lanjut Indrawan, ada beberapa skema lain yang dilakukan Polres Malang agar tidak terjadi penumpukan di jalur tol Singosari. Yakni pengalihan kendaraan ke gerbang Exit Tol Pakis atau Exit Tol Madyopuro, Kota Malang. “Jadi kami optimistis kepadatan itu tidak akan sampai terjadi. Kecuali Tol Singosari seperti Tol Cikampek yang tidak ada pilihan exit tol lain. Kalau di Singosari ini ada pilihan di Exit Tol Pakis atau Madyopuro,” terangnya.

Sementara itu dari pantauan wartawan koran ini di lapangan pada Sabtu siang kemarin (30/4), kondisi Exit Tol Singosari masih terpantau ramai lancar. Tidak ada penumpukan kendaran di akses masuk maupun keluar pintu tol. Di exit Singosari terdapat 8 gerbang yang bisa digunakan. Namun hingga pukul 13.00 WIB, baru 6 gerbang yang dipakai. Empat gerbang untuk akses keluar dan dua gerbang untuk akses masuk tol. (adk/nay)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/