alexametrics
29.6 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Ditinggal Kondangan, Duda Warga Sukun Gantung Diri

MALANG KOTA – Warga Jalan Bandulan Baru, Kecamatan Sukun Selasa (1/6) siang geger. Karena di teras lantai dua salah satu rumah warga, nampak sesosok pria yang tergantung pada seutas tali.

Pria tersebut diketahui bernama Priono, 35 yang ber-KTP di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia ditemukan tergantung dengan tali tampar pada pukul 13.00 di kediaman keponakannya yang bernama Sulidiono, 39.

“Korban sendiri ditemukan tidak bernyawa oleh adiknya yang baru saja pulang dari Dampit sejak pukul 08.00,” terang Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto.

Saat itu, keponakan korban tengah menghadiri pernikahan keluarga di Dampit. Berkaitan dengan penyebab korban mengakhiri hidupnya, pihaknya menduga bila depresi ialah penyebab.

“Depresi mas, agaknya sudah menahun karena korban punya riwayat cerai pada tahun 2015. Saat itu, korban masih tinggal di Dampit,” bebernya.

Satu tahun setelahnya, korban pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang. “Pernah masuk, kemudian rawat jalan di rumah bersama keluarga keponakan korban,” ujar mantan Kapolsek Pakisaji, Polres Malang tersebut.

Tidak ada luka yang mencurigakan di tubuh korban saat polisi memeriksa di TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke Unit Forensik RSSA guna menjalani visum, sayang tindakan visum tersebut ditolak oleh keluarga korban.

“Keluarga tidak berkenan dilakukan visum, dan mereka menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Suyoto.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Warga Jalan Bandulan Baru, Kecamatan Sukun Selasa (1/6) siang geger. Karena di teras lantai dua salah satu rumah warga, nampak sesosok pria yang tergantung pada seutas tali.

Pria tersebut diketahui bernama Priono, 35 yang ber-KTP di Desa Srimulyo, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Ia ditemukan tergantung dengan tali tampar pada pukul 13.00 di kediaman keponakannya yang bernama Sulidiono, 39.

“Korban sendiri ditemukan tidak bernyawa oleh adiknya yang baru saja pulang dari Dampit sejak pukul 08.00,” terang Kapolsek Sukun, Kompol Suyoto.

Saat itu, keponakan korban tengah menghadiri pernikahan keluarga di Dampit. Berkaitan dengan penyebab korban mengakhiri hidupnya, pihaknya menduga bila depresi ialah penyebab.

“Depresi mas, agaknya sudah menahun karena korban punya riwayat cerai pada tahun 2015. Saat itu, korban masih tinggal di Dampit,” bebernya.

Satu tahun setelahnya, korban pernah menjalani perawatan di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Dr Radjiman Wediodiningrat, Lawang. “Pernah masuk, kemudian rawat jalan di rumah bersama keluarga keponakan korban,” ujar mantan Kapolsek Pakisaji, Polres Malang tersebut.

Tidak ada luka yang mencurigakan di tubuh korban saat polisi memeriksa di TKP. Jenazah korban kemudian dievakuasi untuk selanjutnya dibawa ke Unit Forensik RSSA guna menjalani visum, sayang tindakan visum tersebut ditolak oleh keluarga korban.

“Keluarga tidak berkenan dilakukan visum, dan mereka menerima kejadian ini sebagai musibah,” pungkas Suyoto.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/