alexametrics
27.7 C
Malang
Sunday, 14 August 2022

Workaholic, Keluarga Juga Dukung Penuh

MALANG KOTA – Setelah tidak lagi menjabat sebagai rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kembali beraktifitas di Fakultas Pertanian (FP) UB. Pria berkacamata itu dengan ramah dan bahagia bertemu dengan sivitas akademika.

“Alhamdulillah sekarang fokus kembali mengajar, menulis buku, meneliti, pengabdian masyarakat dan bersiap keliling kemana-mana menjadi pembicara,” jelas pria yang pernah menjabat dekan FP UB itu.

Di tangan Nuhfil, UB saat ini berada diperingkat ke 801 versi Times Higher Education World University Rangkings (THE WUR), lembaga pemeringkatan terbesar universitas di dunia. Menurutnya hal ini merupakan kerja keras semua sivitas akademika. Ia berharap rektor berikutnya mampu membawa UB masuk ke dalam peringkat 500 dunia.

Di sisi lain Nuhfil mengaku sangat didukung oleh keluarga. Terutama sosok istrinya yang tidak pernah lelah memberikan perhatian dan bantuan. Sehingga perannya sebagai rektor bisa dijalani dengan maksimal.

”Istri saya biasa mengatur pola makan. Saya tidak boleh makan jeroan, tidak boleh makan ini itu. Ya layaknya seperti satpol PP yang tegas. Kadang juga menjadi menteri kesehatan, selalu mengingatkan waktunya kontrol ke dokter dan kalau sakit langsung diajak berobat,” ujarnya dengan tertawa.

Istri dari Prof Nuhfil, Dr Sri Winarsih Nuhfil Hanani membenarkan yang disampaikan suaminya. Sri yang juga ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UB periode 2018-2022 itu mengaku ikut bersyukur dengan prestasi UB, status bertaraf internasional dan akreditasi internasional yang diraih. “Beliau (Nuhfil) pekerja keras. Waktu pandemi dibolehkan WFH saat itu, tapi beliau tidak pernah WFH sama sekali, tetap tiap hari masuk, pagi berjemur di depan rumah sampai 09.00 kemudian berangkat kerja seperti biasa,” ucapnya.

Sri sejak menduduki ketua DWP UB berkomitmen mendukung program-program dari suaminya yang saat itu menjabat sebagai rektor. “Selanjutnya mudahmudahan lebih baik dan jaya lagi, terlebih status UB yang sekarang PTN-BH lebih bisa leluasa dalam berkiprah dalam meraih hal yang lebih besar. Beliau sudah memberikan pijakan awal, berikutnya tinggal meneruskan langkahnya,” harapnya. (aaa/dik)

MALANG KOTA – Setelah tidak lagi menjabat sebagai rektor Universitas Brawijaya (UB), Prof Dr Ir Nuhfil Hanani AR MS kembali beraktifitas di Fakultas Pertanian (FP) UB. Pria berkacamata itu dengan ramah dan bahagia bertemu dengan sivitas akademika.

“Alhamdulillah sekarang fokus kembali mengajar, menulis buku, meneliti, pengabdian masyarakat dan bersiap keliling kemana-mana menjadi pembicara,” jelas pria yang pernah menjabat dekan FP UB itu.

Di tangan Nuhfil, UB saat ini berada diperingkat ke 801 versi Times Higher Education World University Rangkings (THE WUR), lembaga pemeringkatan terbesar universitas di dunia. Menurutnya hal ini merupakan kerja keras semua sivitas akademika. Ia berharap rektor berikutnya mampu membawa UB masuk ke dalam peringkat 500 dunia.

Di sisi lain Nuhfil mengaku sangat didukung oleh keluarga. Terutama sosok istrinya yang tidak pernah lelah memberikan perhatian dan bantuan. Sehingga perannya sebagai rektor bisa dijalani dengan maksimal.

”Istri saya biasa mengatur pola makan. Saya tidak boleh makan jeroan, tidak boleh makan ini itu. Ya layaknya seperti satpol PP yang tegas. Kadang juga menjadi menteri kesehatan, selalu mengingatkan waktunya kontrol ke dokter dan kalau sakit langsung diajak berobat,” ujarnya dengan tertawa.

Istri dari Prof Nuhfil, Dr Sri Winarsih Nuhfil Hanani membenarkan yang disampaikan suaminya. Sri yang juga ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) UB periode 2018-2022 itu mengaku ikut bersyukur dengan prestasi UB, status bertaraf internasional dan akreditasi internasional yang diraih. “Beliau (Nuhfil) pekerja keras. Waktu pandemi dibolehkan WFH saat itu, tapi beliau tidak pernah WFH sama sekali, tetap tiap hari masuk, pagi berjemur di depan rumah sampai 09.00 kemudian berangkat kerja seperti biasa,” ucapnya.

Sri sejak menduduki ketua DWP UB berkomitmen mendukung program-program dari suaminya yang saat itu menjabat sebagai rektor. “Selanjutnya mudahmudahan lebih baik dan jaya lagi, terlebih status UB yang sekarang PTN-BH lebih bisa leluasa dalam berkiprah dalam meraih hal yang lebih besar. Beliau sudah memberikan pijakan awal, berikutnya tinggal meneruskan langkahnya,” harapnya. (aaa/dik)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/