alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 18 May 2022

Ketika Jalanan Jadi Media Kritik Wali Kota Malang

MALANG KOTA – Ada yang berbeda di jalanan kawasan Kayutangan Kota Malang, Jumat (1/10). Muncul tulisan mural berbunyi “Walikota Tewur, Mundur Ji!” di dua tempat, yakni depan Lafayette Coffee dan di sekitar monumen Chairil Anwar Kayutangan. Tulisan dengan cat putih itu tidak menempel di dinding, melainkan ditulis di jalanan aspal. Cukup mencolok untuk membuat beberapa pengguna kendaraan yang melintas beralih fokus.

Tim Jawa Pos Radar Malang sempat melakukan penelusuran mengenai tulisan tersebut. Namun sekitar pukul 13.30 WIB, tulisan itu sudah ditimpa oleh cat hitam. Sehingga tak nampak jejaknya dan hanya menyisakan warna hitam seperti aspal jalanan biasa. Namun, sisa cat yang masih baru tergambar di bekas tulisan yang ditimpa itu.

Tulisan kritik terhadap kepala daerah di Kota Malang setelah ditimpa cat berwana hitam, Jumat (1/10)

Wartawan koran ini langsung menanyakan kepada orang di sekitar tempat itu. Salah satu saksinya yakni tukang becak bernama Slamet. Dia mengungkapkan, untuk tulisan di depan Lafayatte dirinya kurang mengerti. Tetapi, tulisan di kawasan monumen Chairil Anwar dia mengetahui betul keberadaanya.

“Saya lihatnya seperti di depan Gereja Kayutangan ada dua jelas sekali, kalau di depan Lafayatte ini saya belum tahu,” ujarnya.

Slamet menduga, aksi ini dilakukan oleh anak-anak yang terbiasa menggambar di dinding kawasan Lafayette tersebut. Aksi tersebut biasanya dilakukan pada malam hari. “Mungkin anak-anak yang biasa buat gambar di tembok, lah kok sekarang di jalan,” terangnya.

Selain di Lafayette, Jawa Pos Radar Malang juga melakukan konfirmasi di kawasan Monumen Chairil Anwar. Salah satu tukang becak bernama Sriyono mengatakan, memang benar ada tulisan “Walikota Tewur, Mundur Ji!” di tempat tersebut. Namun, sudah dihapus atau ditimpa dengan cat hitam.

“Iya, ada beberapa orang yang mengecat hitam (tulisan itu). Tadi sekitar jam 1 kalau tidak salah,” beber dia.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana

MALANG KOTA – Ada yang berbeda di jalanan kawasan Kayutangan Kota Malang, Jumat (1/10). Muncul tulisan mural berbunyi “Walikota Tewur, Mundur Ji!” di dua tempat, yakni depan Lafayette Coffee dan di sekitar monumen Chairil Anwar Kayutangan. Tulisan dengan cat putih itu tidak menempel di dinding, melainkan ditulis di jalanan aspal. Cukup mencolok untuk membuat beberapa pengguna kendaraan yang melintas beralih fokus.

Tim Jawa Pos Radar Malang sempat melakukan penelusuran mengenai tulisan tersebut. Namun sekitar pukul 13.30 WIB, tulisan itu sudah ditimpa oleh cat hitam. Sehingga tak nampak jejaknya dan hanya menyisakan warna hitam seperti aspal jalanan biasa. Namun, sisa cat yang masih baru tergambar di bekas tulisan yang ditimpa itu.

Tulisan kritik terhadap kepala daerah di Kota Malang setelah ditimpa cat berwana hitam, Jumat (1/10)

Wartawan koran ini langsung menanyakan kepada orang di sekitar tempat itu. Salah satu saksinya yakni tukang becak bernama Slamet. Dia mengungkapkan, untuk tulisan di depan Lafayatte dirinya kurang mengerti. Tetapi, tulisan di kawasan monumen Chairil Anwar dia mengetahui betul keberadaanya.

“Saya lihatnya seperti di depan Gereja Kayutangan ada dua jelas sekali, kalau di depan Lafayatte ini saya belum tahu,” ujarnya.

Slamet menduga, aksi ini dilakukan oleh anak-anak yang terbiasa menggambar di dinding kawasan Lafayette tersebut. Aksi tersebut biasanya dilakukan pada malam hari. “Mungkin anak-anak yang biasa buat gambar di tembok, lah kok sekarang di jalan,” terangnya.

Selain di Lafayette, Jawa Pos Radar Malang juga melakukan konfirmasi di kawasan Monumen Chairil Anwar. Salah satu tukang becak bernama Sriyono mengatakan, memang benar ada tulisan “Walikota Tewur, Mundur Ji!” di tempat tersebut. Namun, sudah dihapus atau ditimpa dengan cat hitam.

“Iya, ada beberapa orang yang mengecat hitam (tulisan itu). Tadi sekitar jam 1 kalau tidak salah,” beber dia.

 

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/