21.8 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Cegah Bencana, DLH Kepras Ranting Pohon

MALANG KOTA – Pohon tumbang masih jadi ancaman pengendara, terutama musim hujan. Setelah lima pohon tumbang beberapa waktu lalu, kini dinas lingkungan hidup (DLH) mengepras pohon-pohon yang rawan tumbang.

Kemarin (30/9), beberapa pohon sono kembang di sepanjang Jalan S. Supriadi, Kecamatan Sukun dikepras petugas. Dengan dibantu mobil crane, mereka memotong satu per satu ranting yang tumbuh sangat rimbun tersebut.

“Tujuan pemotongan itu untuk mengurangi beban pohon. Ini demi menjamin keamanan masyarakat,” ujar Koordinator Evakuasi dan Staf Bidang Pertamanan DLH Kota Malang Anggun Setiawan di sela-sela pengeprasan pohon.

Selain mengancam keselamatan pengendara, ranting pohon yang rimbun tersebut mengganggu penerangan jalan. Ketika malam hari, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) setinggi empat meter itu terhalang ranting pohon. Dampaknya, cahaya dari PJU tak mampu menerangi Jalan S. Supriadi secara maksimal.

Anggun menambahkan, lalu lintas kendaraan di dekat pertigaan Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraon tiap hari cukup tinggi. Dia khawatir saat malam hari terjadi kecelakaan. Begitu juga saat hujan turun cukup deras, ranting yang merunduk juga menghalangi pandangan para sopir kendaraan bertonase besar seperti truk.

“Warga sempat mengadu ke kami terkait itu. Maka kami juga paham dan segera memangkas ranting pohon,” tegas Anggun.

Tak hanya di daerah Sukun, kondisi seperti itu menurut Anggun juga terjadi di wilayah lain. Kini pihaknya menginventarisasi di mana saja pohon yang perlu dikepras, mengingat musim hujan segera mengguyur Kota Malang dalam waktu dekat. (adn/dan)

MALANG KOTA – Pohon tumbang masih jadi ancaman pengendara, terutama musim hujan. Setelah lima pohon tumbang beberapa waktu lalu, kini dinas lingkungan hidup (DLH) mengepras pohon-pohon yang rawan tumbang.

Kemarin (30/9), beberapa pohon sono kembang di sepanjang Jalan S. Supriadi, Kecamatan Sukun dikepras petugas. Dengan dibantu mobil crane, mereka memotong satu per satu ranting yang tumbuh sangat rimbun tersebut.

“Tujuan pemotongan itu untuk mengurangi beban pohon. Ini demi menjamin keamanan masyarakat,” ujar Koordinator Evakuasi dan Staf Bidang Pertamanan DLH Kota Malang Anggun Setiawan di sela-sela pengeprasan pohon.

Selain mengancam keselamatan pengendara, ranting pohon yang rimbun tersebut mengganggu penerangan jalan. Ketika malam hari, lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) setinggi empat meter itu terhalang ranting pohon. Dampaknya, cahaya dari PJU tak mampu menerangi Jalan S. Supriadi secara maksimal.

Anggun menambahkan, lalu lintas kendaraan di dekat pertigaan Rumah Sakit Tentara (RST) Soepraon tiap hari cukup tinggi. Dia khawatir saat malam hari terjadi kecelakaan. Begitu juga saat hujan turun cukup deras, ranting yang merunduk juga menghalangi pandangan para sopir kendaraan bertonase besar seperti truk.

“Warga sempat mengadu ke kami terkait itu. Maka kami juga paham dan segera memangkas ranting pohon,” tegas Anggun.

Tak hanya di daerah Sukun, kondisi seperti itu menurut Anggun juga terjadi di wilayah lain. Kini pihaknya menginventarisasi di mana saja pohon yang perlu dikepras, mengingat musim hujan segera mengguyur Kota Malang dalam waktu dekat. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/