24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Inovasi Sutiaji Tekan Angka Pengangguran

MALANG KOTA – Ini modal Wali Kota Malang Sutiaji, sehingga berhasil meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis lalu (29/9). Salah satu yang mencolok adalah inovasi yang digagas Sutiaji dalam menekan angka pengangguran (selengkapnya baca grafis).

Agar pengangguran berkurang, orang nomor satu di Pemkot Malang itu melibatkan pengusaha, akademisi, hingga komunitas untuk membuka lapangan kerja baru. Selain itu, juga menonjolkan ekonomi kreatif (ekraf). ”Jadi ada sinergi konsep hexahelic antara pemkot, pengusaha, komunitas, dan lembaga keuangan untuk membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Sutiaji usai meraih penghargaan.

Dalam penganugerahan yang digelar di kantor Bappenas tersebut, Kota Malang meraih peringkat tiga terbaik kategori kota. Selain mengembangkan sektor ekraf, Sutiaji mengatakan, pihaknya juga membantu pencari kerja melalui aplikasi job fair.

Aplikasi yang dibuat awal tahun 2022 itu setidaknya sudah membantu 674 para pencari kerja di 33 perusahaan aktif hingga bulan lalu. Sebagian dari mereka juga telah mendapatkan interview di perusahaan yang dipilih.

“Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 tetap berjalan. Jadi, tahun ini TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) bisa terus ditekan,” tutur alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang itu.

Tak hanya itu, pemilik kursi N1 itu juga punya strategi lain dengan melakukan bimbingan kerja kepada 572 pencari kerja. Mereka dilatih dengan sejumlah keahlian seperti digital marketing hingga kewirausahaan. Untuk melatih ratusan pekerja tersebut, pemkot mengambil anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Kemudian dalam waktu dekat, gedung Malang Creative Center (MCC) segera beroperasi. Keberadaan MCC juga bakal dimanfaatkan Sutiaji untuk mencetak pengusaha, membuka lapangan kerja, dan kebutuhan lain. ”Di sana (MCC) akan menjadi inkubasi pelaku ekraf,” katanya.

”Bisa jadi juga ada lapangan pekerjaan, karena keahlian semakin banyak dan ditularkan di sana,” imbuh Sutiaji.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengapresiasi pemkot yang sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPN/Bappenas. Menurut Made, penghargaan tersebut sebagai wujud keseriusan pemkot menanggulangi masalah sosial, khususnya kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga melihat pemkot serius, bahkan laporan program kerja hingga output dijalankan dengan baik,” beber Made.

Legislator dari PDIP itu berharap pemkot tak cepat puas. Menurut dia, masih ada pekerjaan rumah (PR) lain yang harus diselesaikan terkait kesejahteraan sosial. Di sisi lain, dengan keseriusan pemkot itu juga bisa menekan TPT hingga di bawah 9 persen.

Mengingat pada tahun ini pandemi Covid-19 sudah mereda, kata Made, pemulihan ekonomi harus tetap jalan dengan dibarengi kesejahteraan masyarakat. (adn/dan)

MALANG KOTA – Ini modal Wali Kota Malang Sutiaji, sehingga berhasil meraih Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kamis lalu (29/9). Salah satu yang mencolok adalah inovasi yang digagas Sutiaji dalam menekan angka pengangguran (selengkapnya baca grafis).

Agar pengangguran berkurang, orang nomor satu di Pemkot Malang itu melibatkan pengusaha, akademisi, hingga komunitas untuk membuka lapangan kerja baru. Selain itu, juga menonjolkan ekonomi kreatif (ekraf). ”Jadi ada sinergi konsep hexahelic antara pemkot, pengusaha, komunitas, dan lembaga keuangan untuk membuka lapangan pekerjaan baru,” ujar Sutiaji usai meraih penghargaan.

Dalam penganugerahan yang digelar di kantor Bappenas tersebut, Kota Malang meraih peringkat tiga terbaik kategori kota. Selain mengembangkan sektor ekraf, Sutiaji mengatakan, pihaknya juga membantu pencari kerja melalui aplikasi job fair.

Aplikasi yang dibuat awal tahun 2022 itu setidaknya sudah membantu 674 para pencari kerja di 33 perusahaan aktif hingga bulan lalu. Sebagian dari mereka juga telah mendapatkan interview di perusahaan yang dipilih.

“Pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid-19 tetap berjalan. Jadi, tahun ini TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) bisa terus ditekan,” tutur alumnus UIN Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang itu.

Tak hanya itu, pemilik kursi N1 itu juga punya strategi lain dengan melakukan bimbingan kerja kepada 572 pencari kerja. Mereka dilatih dengan sejumlah keahlian seperti digital marketing hingga kewirausahaan. Untuk melatih ratusan pekerja tersebut, pemkot mengambil anggaran dari dana bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT).

Kemudian dalam waktu dekat, gedung Malang Creative Center (MCC) segera beroperasi. Keberadaan MCC juga bakal dimanfaatkan Sutiaji untuk mencetak pengusaha, membuka lapangan kerja, dan kebutuhan lain. ”Di sana (MCC) akan menjadi inkubasi pelaku ekraf,” katanya.

”Bisa jadi juga ada lapangan pekerjaan, karena keahlian semakin banyak dan ditularkan di sana,” imbuh Sutiaji.

Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika mengapresiasi pemkot yang sudah mendapatkan penghargaan dari Kementerian PPN/Bappenas. Menurut Made, penghargaan tersebut sebagai wujud keseriusan pemkot menanggulangi masalah sosial, khususnya kesejahteraan masyarakat.

“Kami juga melihat pemkot serius, bahkan laporan program kerja hingga output dijalankan dengan baik,” beber Made.

Legislator dari PDIP itu berharap pemkot tak cepat puas. Menurut dia, masih ada pekerjaan rumah (PR) lain yang harus diselesaikan terkait kesejahteraan sosial. Di sisi lain, dengan keseriusan pemkot itu juga bisa menekan TPT hingga di bawah 9 persen.

Mengingat pada tahun ini pandemi Covid-19 sudah mereda, kata Made, pemulihan ekonomi harus tetap jalan dengan dibarengi kesejahteraan masyarakat. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/