24.7 C
Malang
Tuesday, 6 December 2022

Proyek Taman Rp 636 Juta Mulai Digarap

MALANG KOTA – Sekitar tiga bulan lagi, wajah kolong Jembatan Kedungkandang bakal berubah. Sebab, proyek pembangunan taman senilai Rp 636 juta tersebut mulai digarap, kemarin (29/9).

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, sejumlah pekerja mulai memasang bambu dan seng sebagai tanda penutup proyek. CV Rumarama, pelaksana proyek asal Ponorogo itu ditarget maksimal pertengahan Desember depan sudah tuntas. “Setidaknya 18 Desember semua pengerjaan taman rampung sesuai perjanjian,” kata Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra.

Rencananya, taman tersebut seluas 1.532 meter persegi. Keberadaan taman di kolong flyover yang dibangun 2020 lalu itu diharapkan mampu jadi arena refreshing masyarakat, khususnya anak-anak.

Laode menambahkan, sejumlah fasilitas di taman tersebut bakal berbeda dengan 86 taman lain di Kota Malang. ”Rencananya ada mini wall climbing untuk kegiatan olahraga,” beber pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.

Selain wall climbing, dia mengatakan, taman itu juga bakal didesain ramah anak. Arena bermain seperti ayunan, mini komedi putar dan engklek juga disiapkan DLH. Begitu juga fasilitas penunjang lain seperti kursi dan jalur pedestrian.

Mulai dibangunnya taman di kolong flyover Kedungkandang disambut baik Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Malang Fathol Arifin. Dia berpesan agar target yang sudah dipatok benar-benar tepat waktu.

”Rekanan yang sudah terpilih. Diharapkan bisa memenuhi target,” tutur Fathol. ”Apalagi taman itu bisa jadi contoh pengelolaan lahan di bawah kolong flyover agar tak muncul permukiman kumuh,” tambah politikus PKB itu.

Dia juga ingin agar taman di kolong flyover bisa jadi penyejuk. Mengingat kondisi Kota Malang saat siang hari dinilai makin panas. ”Kita bisa lihat data kondisi udara di Kota Malang, saat siang polusinya buruk. Maka adanya taman yang diisi pohon ini bisa mengurangi polusi udara,” tandasnya. (adn/dan)

MALANG KOTA – Sekitar tiga bulan lagi, wajah kolong Jembatan Kedungkandang bakal berubah. Sebab, proyek pembangunan taman senilai Rp 636 juta tersebut mulai digarap, kemarin (29/9).

Pantauan Jawa Pos Radar Malang di lokasi, sejumlah pekerja mulai memasang bambu dan seng sebagai tanda penutup proyek. CV Rumarama, pelaksana proyek asal Ponorogo itu ditarget maksimal pertengahan Desember depan sudah tuntas. “Setidaknya 18 Desember semua pengerjaan taman rampung sesuai perjanjian,” kata Kabid Ruang Terbuka Hijau (RTH) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang Laode KB Al Fitra.

Rencananya, taman tersebut seluas 1.532 meter persegi. Keberadaan taman di kolong flyover yang dibangun 2020 lalu itu diharapkan mampu jadi arena refreshing masyarakat, khususnya anak-anak.

Laode menambahkan, sejumlah fasilitas di taman tersebut bakal berbeda dengan 86 taman lain di Kota Malang. ”Rencananya ada mini wall climbing untuk kegiatan olahraga,” beber pejabat eselon III B Pemkot Malang itu.

Selain wall climbing, dia mengatakan, taman itu juga bakal didesain ramah anak. Arena bermain seperti ayunan, mini komedi putar dan engklek juga disiapkan DLH. Begitu juga fasilitas penunjang lain seperti kursi dan jalur pedestrian.

Mulai dibangunnya taman di kolong flyover Kedungkandang disambut baik Ketua Komisi C (Bidang Pembangunan) DPRD Kota Malang Fathol Arifin. Dia berpesan agar target yang sudah dipatok benar-benar tepat waktu.

”Rekanan yang sudah terpilih. Diharapkan bisa memenuhi target,” tutur Fathol. ”Apalagi taman itu bisa jadi contoh pengelolaan lahan di bawah kolong flyover agar tak muncul permukiman kumuh,” tambah politikus PKB itu.

Dia juga ingin agar taman di kolong flyover bisa jadi penyejuk. Mengingat kondisi Kota Malang saat siang hari dinilai makin panas. ”Kita bisa lihat data kondisi udara di Kota Malang, saat siang polusinya buruk. Maka adanya taman yang diisi pohon ini bisa mengurangi polusi udara,” tandasnya. (adn/dan)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/