alexametrics
20.4 C
Malang
Tuesday, 24 May 2022

Wali Kota Ingin Kedungkandang Punya Alun-Alun, Ini Alasannya

MALANG KOTA – Semangat membangun kawasan timur-selatan diseriusi Pemkot Malang. Selain sejumlah megaproyek yang saat ini dikerjakan seperti flyover Kedungkandang dan Malang Islamic Center, rupanya Wali Kota Malang punya mimpi lain. Yakni membangun alun-alun di kawasan Buring, Kedungkandang.

”Mungkin nanti ada taman atau semacam alun-alun yang ada di Kedungkandang. Kenapa? Ini untuk memecah konsentrasi orang-orang agar tidak hanya ingin ke Alun-Alun Malang saja,” jelas Sutiaji.

Sutiaji membayangkan nantinya di wilayah kecamatan Kedungkandang juga ada kelurahan tematik seperti yang ada di Kecamatan Pare, Kediri. ”Saya ingin di Kedungkandang nanti ada banyak kelurahan tematik. Misalnya kampung bahasa Arab, lalu ada permintaan juga untuk membuat kampung bahasa Inggris seperti Kampung Inggris di Pare,” jelasnya.

Perencanaan pembangunan inilah yang harusnya dipikirkan bersama oleh pemerintah daerah dengan lembaga kemasyarakatan di wilayah Kedungkandang. ”Kolaborasi dari semua lembaga kemasyarakatan ini mulai di tingkat kelurahan sampai kecamatan, ini dikumpulkan untuk menyamakan visi. Bagaimana mengatur tugas kelembagaan dan perencanaan yang akan masuk,” tambah Sutiaji.

Perencanaan untuk pembangunan ini akan dilakukan melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Dari sinilah juga diharapkan adanya evaluasi agar rencana pembangunan yang diusulkan benar-benar dapat terakomodasi. ”Setiap akhir tahun nanti dilihat (apakah) selama setahun berjalan normal, berjalan dengan baik. Sehingga apa yang kemarin sudah dilakukan bisa ada sustainable di tahun 2021 dan seterusnya,” tandasnya.

Pewarta: Sandra DC

MALANG KOTA – Semangat membangun kawasan timur-selatan diseriusi Pemkot Malang. Selain sejumlah megaproyek yang saat ini dikerjakan seperti flyover Kedungkandang dan Malang Islamic Center, rupanya Wali Kota Malang punya mimpi lain. Yakni membangun alun-alun di kawasan Buring, Kedungkandang.

”Mungkin nanti ada taman atau semacam alun-alun yang ada di Kedungkandang. Kenapa? Ini untuk memecah konsentrasi orang-orang agar tidak hanya ingin ke Alun-Alun Malang saja,” jelas Sutiaji.

Sutiaji membayangkan nantinya di wilayah kecamatan Kedungkandang juga ada kelurahan tematik seperti yang ada di Kecamatan Pare, Kediri. ”Saya ingin di Kedungkandang nanti ada banyak kelurahan tematik. Misalnya kampung bahasa Arab, lalu ada permintaan juga untuk membuat kampung bahasa Inggris seperti Kampung Inggris di Pare,” jelasnya.

Perencanaan pembangunan inilah yang harusnya dipikirkan bersama oleh pemerintah daerah dengan lembaga kemasyarakatan di wilayah Kedungkandang. ”Kolaborasi dari semua lembaga kemasyarakatan ini mulai di tingkat kelurahan sampai kecamatan, ini dikumpulkan untuk menyamakan visi. Bagaimana mengatur tugas kelembagaan dan perencanaan yang akan masuk,” tambah Sutiaji.

Perencanaan untuk pembangunan ini akan dilakukan melalui proses musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). Dari sinilah juga diharapkan adanya evaluasi agar rencana pembangunan yang diusulkan benar-benar dapat terakomodasi. ”Setiap akhir tahun nanti dilihat (apakah) selama setahun berjalan normal, berjalan dengan baik. Sehingga apa yang kemarin sudah dilakukan bisa ada sustainable di tahun 2021 dan seterusnya,” tandasnya.

Pewarta: Sandra DC

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/