alexametrics
25.1 C
Malang
Sunday, 23 January 2022

Drainase Tersumbat Sampah, Balai Kota Hampir Tergenang

MALANG KOTA – Genangan air pasca hujan masih jadi problem klasik di Kota Malang. Contohnya tersaji sore kemarin (30/11). Dari data BPBD dan pantauan koran dini, tercatat ada tujuh titik yang tergenang air. Kedalamannya beragam. Mulai 5 sampai10 sentimeter. Tujuh titik genangan itu ada di depan Balai Kota Malang, Jalan Besar Ijen, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Letjend Sutoyo, Jalan IR Rais, dan Jalan Letjend S Parman.

 

Beruntung, genangan itu cepat surut. Dari pantauan koran ini di lapangan, genangan di depan Balai Kota Malang sempat terjadi sekitar dua jam. Beruntung, air cepat surut. Sehingga air tak sampai meluber hingga halaman balai kota. Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menyebut faktor genangan air di drainase lah yang jadi penyebab genangan.

 

Akibatnya, air yang ada di jalan harus antre untuk masuk ke drainase. Masih sama dengan genangan di Jalan Soekarno-Hatta beberapa hari yang lalu, dia menyebut sampah masih menjadi biang tersumbatnya drainase. ”Iya drainasenya tersumbat, namun beberapa jam sudah normal lagi,” bebernya.

 

Mantan Camat Blimbing itu mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Alie juga memastikan bila musim hujan ini pihaknya juga terus menggalakkan melakukan gerakan angkut sampah dan sedimen (GASS) bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

 

Hasilnya memang banyak ditemukan sampah plastik yang menyumbat saluran drainase. Hal yang sama juga disampaikan Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi. Dia mengaku telah mendapat laporan bahwa genangan air kerap disebabkan saluran drainase yang tersumbat. Adanya sedimentasi berupa lumpur juga menjadi faktor penyebabnya.

 

”Beberapa hari terakhir tim kami juga telah melakukan cek lapangan dan masih saja ditemui sampah yang menyumbat drainase,” jelas Diah. Perempuan berhijab itu juga mengklaim telah melakukan normalisasi sejumlah drainase di Kota Malang. Terdapat enam titik yang sudah dilakukan normalisasi. Yakni di Jalan Joyo Utomo, wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Jalan Teluk Grajakan, Jalan Mawar, Jalan Dukuh Baran, dan Jalan Batubara. Sama seperti Alie, Diah berharap masyarakat lebih bijak dalam membuang sampah. (adn/by)

MALANG KOTA – Genangan air pasca hujan masih jadi problem klasik di Kota Malang. Contohnya tersaji sore kemarin (30/11). Dari data BPBD dan pantauan koran dini, tercatat ada tujuh titik yang tergenang air. Kedalamannya beragam. Mulai 5 sampai10 sentimeter. Tujuh titik genangan itu ada di depan Balai Kota Malang, Jalan Besar Ijen, Jalan Soekarno Hatta, Jalan Borobudur, Jalan Letjend Sutoyo, Jalan IR Rais, dan Jalan Letjend S Parman.

 

Beruntung, genangan itu cepat surut. Dari pantauan koran ini di lapangan, genangan di depan Balai Kota Malang sempat terjadi sekitar dua jam. Beruntung, air cepat surut. Sehingga air tak sampai meluber hingga halaman balai kota. Kepala BPBD Kota Malang Alie Mulyanto menyebut faktor genangan air di drainase lah yang jadi penyebab genangan.

 

Akibatnya, air yang ada di jalan harus antre untuk masuk ke drainase. Masih sama dengan genangan di Jalan Soekarno-Hatta beberapa hari yang lalu, dia menyebut sampah masih menjadi biang tersumbatnya drainase. ”Iya drainasenya tersumbat, namun beberapa jam sudah normal lagi,” bebernya.

 

Mantan Camat Blimbing itu mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat hujan turun dengan intensitas tinggi. Alie juga memastikan bila musim hujan ini pihaknya juga terus menggalakkan melakukan gerakan angkut sampah dan sedimen (GASS) bersama Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPUPRPKP) Kota Malang.

 

Hasilnya memang banyak ditemukan sampah plastik yang menyumbat saluran drainase. Hal yang sama juga disampaikan Kepala DPUPRPKP Kota Malang Diah Ayu Kusumadewi. Dia mengaku telah mendapat laporan bahwa genangan air kerap disebabkan saluran drainase yang tersumbat. Adanya sedimentasi berupa lumpur juga menjadi faktor penyebabnya.

 

”Beberapa hari terakhir tim kami juga telah melakukan cek lapangan dan masih saja ditemui sampah yang menyumbat drainase,” jelas Diah. Perempuan berhijab itu juga mengklaim telah melakukan normalisasi sejumlah drainase di Kota Malang. Terdapat enam titik yang sudah dilakukan normalisasi. Yakni di Jalan Joyo Utomo, wilayah Kelurahan Bandungrejosari, Jalan Teluk Grajakan, Jalan Mawar, Jalan Dukuh Baran, dan Jalan Batubara. Sama seperti Alie, Diah berharap masyarakat lebih bijak dalam membuang sampah. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru