alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Masuk Cagar Budaya, Perombakan Alun-Alun Tugu Tak Bisa Semuanya

MALANG KOTA-Soal perubahan pagar Alun-Alun Tugu menjadi arena joging track disikapi penuh kehati-hatian oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Dia menginginkan alun-alun yang bersejarah itu tak dirombak total. Monumen tugu dan kolam dengan tanaman teratai harus tetap utuh seperti sekarang. Bagi Pemkot, monumen tersebut memiliki nilai sejarah dan telah ditetapkan sebagai monumen cagar budaya.

Perombakan yang dia inginkan adalah penambahan kursi untuk tempat duduk santai masyarakat menikmati suasana di sana. Tak cukup itu, fasilitas tambahan berupa Wi-Fi juga bakal terkoneksi di kawasan seluas 11 ribu meter persegi itu. ”Nanti kontraktor dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) saya minta bisa benar-benar mewujudkannya supaya Kota Malang punya ikon,” harap politikus Partai Demokrat itu.

Sutiaji menginginkan pemugaran pagar bisa terlaksana saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2022. Sebab pemugaran tersebut harus ada akselerasi untuk mendukung Kajoetangan Heritage. ”Kemarin di anggaran APBD DLH tidak melekat, karena kita belum tahu besaran Rencana Anggaran Biaya (RAB),” imbuh Sutiaji.

Wali Kota Malang Sutiaji ( Biyan Mudzaky/Radar Malang)

Rencana perombakan Alun-Alun Tugu itu mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika. Dia mendukung upaya Pemkot bisa merombak wajah alun-alun yang seharusnya bisa diakses masyarakat. Meski demikian, pihaknya ingin ada sejumlah penambahan monumen supaya nuansa sejarah bisa terasa.

”Kami ingin minimal ada monumen patung Bung Karno di sisi timur (alun-alun) karena pada 1950-an alun-alun itu diresmikan beliau,” papar Made.

Untuk mendapat legalitas pemasangan monumen Bung Karno, politikus PDI Perjuangan itu bakal membantu komunikasi antara Pemkot  Malang dengan keluarga Bung Karno. Monumen Bung Karno yang diinginkan Made setidaknya bisa menambah kesan Kota Malang pernah disinggahi tokoh-tokoh penting. Sebelum monumen Bung Karno dibangun, Kota Malang sudah memiliki monumen pahlawan Chairil Anwar dan Hamid Rusdi.

Dengan penambahan satu monumen tersebut, nuansa tokoh sejarah bakal lebih kuat dengan diwakili pahlawan asli Kota Malang hingga nasional. Terkait anggaran, Made belum menerima laporan karena Pemkot masih menghitung estimasi anggaran. ”Paling cepat mungkin saat PAK (2022), tapi kita lihat dulu saja,” katanya. (adn/fat)

MALANG KOTA-Soal perubahan pagar Alun-Alun Tugu menjadi arena joging track disikapi penuh kehati-hatian oleh Wali Kota Malang Sutiaji. Dia menginginkan alun-alun yang bersejarah itu tak dirombak total. Monumen tugu dan kolam dengan tanaman teratai harus tetap utuh seperti sekarang. Bagi Pemkot, monumen tersebut memiliki nilai sejarah dan telah ditetapkan sebagai monumen cagar budaya.

Perombakan yang dia inginkan adalah penambahan kursi untuk tempat duduk santai masyarakat menikmati suasana di sana. Tak cukup itu, fasilitas tambahan berupa Wi-Fi juga bakal terkoneksi di kawasan seluas 11 ribu meter persegi itu. ”Nanti kontraktor dengan DLH (Dinas Lingkungan Hidup) saya minta bisa benar-benar mewujudkannya supaya Kota Malang punya ikon,” harap politikus Partai Demokrat itu.

Sutiaji menginginkan pemugaran pagar bisa terlaksana saat Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) tahun 2022. Sebab pemugaran tersebut harus ada akselerasi untuk mendukung Kajoetangan Heritage. ”Kemarin di anggaran APBD DLH tidak melekat, karena kita belum tahu besaran Rencana Anggaran Biaya (RAB),” imbuh Sutiaji.

Wali Kota Malang Sutiaji ( Biyan Mudzaky/Radar Malang)

Rencana perombakan Alun-Alun Tugu itu mendapat respons positif dari Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika. Dia mendukung upaya Pemkot bisa merombak wajah alun-alun yang seharusnya bisa diakses masyarakat. Meski demikian, pihaknya ingin ada sejumlah penambahan monumen supaya nuansa sejarah bisa terasa.

”Kami ingin minimal ada monumen patung Bung Karno di sisi timur (alun-alun) karena pada 1950-an alun-alun itu diresmikan beliau,” papar Made.

Untuk mendapat legalitas pemasangan monumen Bung Karno, politikus PDI Perjuangan itu bakal membantu komunikasi antara Pemkot  Malang dengan keluarga Bung Karno. Monumen Bung Karno yang diinginkan Made setidaknya bisa menambah kesan Kota Malang pernah disinggahi tokoh-tokoh penting. Sebelum monumen Bung Karno dibangun, Kota Malang sudah memiliki monumen pahlawan Chairil Anwar dan Hamid Rusdi.

Dengan penambahan satu monumen tersebut, nuansa tokoh sejarah bakal lebih kuat dengan diwakili pahlawan asli Kota Malang hingga nasional. Terkait anggaran, Made belum menerima laporan karena Pemkot masih menghitung estimasi anggaran. ”Paling cepat mungkin saat PAK (2022), tapi kita lihat dulu saja,” katanya. (adn/fat)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/