alexametrics
32C
Malang
Monday, 19 April 2021

Pemkot Malang Larang Pemakaian Plastik Sekali Pakai

MALANG KOTA – Permasalahan sampah masih menjadi PR Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terbaru, Wali Kota Malang Sutiaji membuat Surat Edaran (SE) tentang pengurangan sampah plastik lewat SE nomor 8 tahun 2021.

Dalam SE yang ditetapkan pada 1 Maret itu, mengatur pemakaian plastik sekali pakai. Diantaranya adalah setiap pengunjung restoran, café, warung, kantin, dan usaha sejenisnya agar membawa wadah makanan dan minuman sendiri dari rumah apabila hendak membawa pulang makanan dan minuman atau take away.

Screenshot SE Wali Kota Malang (ist)

“Pengelola restoran, café, warung, kantin dan usaha sejenisnya tidak boleh menyediakan wadah makanan dan minuman berbahan plastik sekali pakai bagi pengunjung, baik untuk makan di tempat maupun untuk pembelian take away,” paparnya.

Aturan pemakaian plastik sekali pakai juga diberlakukan bagi pengelola hotel. Pada kegiatan rapat, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, maupun kegiatan sejenis yang dilakukan di hotel dilarang menggunakan wadah makanan dan minuman dalam botol dan gelas berbahan plastik sekali pakai.

Hal itu juga berlaku pada instansi serta lembaga baik pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, Perbankan, dan perkantoran lainnya.

Bagi pusat perbelanjaan, toko modern dan pasar rakyat harus mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggunakan bahan yang dapat didaur ulang, dan seluruh masyarakat yang berbelanja harus mengutamakan membawa kantong belanja sendiri.

Sebelumnya, himbauan soal pengurangan penggunaan plastik tertuang pada SE Wali Kota nomor 660/829/35.73.307/2018. Namun dengan adanya SE terbaru ini, maka SE lama dinyatakan dicabut dan tidak berlaku.

Dalam SE itu, Sutiaji menjelaskan bahwa pelanggar terhadap SE tersebut akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Permasalahan sampah masih menjadi PR Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Terbaru, Wali Kota Malang Sutiaji membuat Surat Edaran (SE) tentang pengurangan sampah plastik lewat SE nomor 8 tahun 2021.

Dalam SE yang ditetapkan pada 1 Maret itu, mengatur pemakaian plastik sekali pakai. Diantaranya adalah setiap pengunjung restoran, café, warung, kantin, dan usaha sejenisnya agar membawa wadah makanan dan minuman sendiri dari rumah apabila hendak membawa pulang makanan dan minuman atau take away.

Screenshot SE Wali Kota Malang (ist)

“Pengelola restoran, café, warung, kantin dan usaha sejenisnya tidak boleh menyediakan wadah makanan dan minuman berbahan plastik sekali pakai bagi pengunjung, baik untuk makan di tempat maupun untuk pembelian take away,” paparnya.

Aturan pemakaian plastik sekali pakai juga diberlakukan bagi pengelola hotel. Pada kegiatan rapat, koordinasi, sosialisasi, pelatihan, maupun kegiatan sejenis yang dilakukan di hotel dilarang menggunakan wadah makanan dan minuman dalam botol dan gelas berbahan plastik sekali pakai.

Hal itu juga berlaku pada instansi serta lembaga baik pemerintah, TNI, Polri, BUMN, BUMD, Perbankan, dan perkantoran lainnya.

Bagi pusat perbelanjaan, toko modern dan pasar rakyat harus mengurangi penggunaan kantong plastik dan menggunakan bahan yang dapat didaur ulang, dan seluruh masyarakat yang berbelanja harus mengutamakan membawa kantong belanja sendiri.

Sebelumnya, himbauan soal pengurangan penggunaan plastik tertuang pada SE Wali Kota nomor 660/829/35.73.307/2018. Namun dengan adanya SE terbaru ini, maka SE lama dinyatakan dicabut dan tidak berlaku.

Dalam SE itu, Sutiaji menjelaskan bahwa pelanggar terhadap SE tersebut akan dikenakan sanksi sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru