alexametrics
25.4 C
Malang
Friday, 20 May 2022

Dilaporkan ke Kejati, Begini Respon Kejari Kota Malang

MALANG KOTA – Kasus dugaan korupsi dana Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) di SMKN 10 Malang masih tetap dilanjutkan. Meski DL, Kasek SMKN 10 mengancam melaporkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Surabaya.

Hal ini ditegaskan Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi Rabu (2/6) siang. “Ya, saya sempat dengar kabar itu (melapor ke Kejari), tapi kami rasa itu hanya ungkapan kemarahan sesaat si DL,” kata dia.

Tak sebatas menduga-duga, pihaknya juga telah memastikan benar tidaknya laporan tersebut ke Kejati di Surabaya. “Tidak adalah itu laporannya,” singkat dia.

Sebelumnya, DL melalui kuasa hukum yang lama, Habib Abu Bakar Salim melaporkan Kejari Kota Malang ke Kejati di Surabaya Kamis (27/5) lalu. Hal itu dilakukan karena tidak terima ditetapkan sebagai terdangka dan adanya sejumlah kejanggalan yang dilakukan pihak Kejati sebelum akhirnya menetapkan DL sebagai tersangka.

Sementara itu, Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH menyatakan DL memang sudah mengganti pengacaranya yang lama dengan yang baru, Tirmidzi Hussain SH MH. “Iya, dari DL sudah ganti lagi (pengacara),” ucap dia.

Ia menjelaskan, salah satu keberatan DL terkait penanganan kasus dugaan korupsi oleh Kejari Kota Malang menyangkut penunjukan tim ahli dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dianggap tidak sesuai prosedur. Andi menyebut bahwa penunjukan itu sudah sesuai. “ITN itu kami ambil sebagai ahli untuk menilai bangunan itu. Yang mana dari hasil perhitungan sementara, terdapat kekurangan volume dan kualitas dengan kerugian negara sekitar Rp 500 juta,” beber dia.

Hasil yang masih dalam pendalaman tersebut akan dikirimkan ke inspektorat provinsi. “Untuk di audit lagi,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Kasus dugaan korupsi dana Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara (BA BUN) di SMKN 10 Malang masih tetap dilanjutkan. Meski DL, Kasek SMKN 10 mengancam melaporkan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Malang ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) di Surabaya.

Hal ini ditegaskan Kasi Pidsus Kejari Kota Malang Dino Kriesmiardi Rabu (2/6) siang. “Ya, saya sempat dengar kabar itu (melapor ke Kejari), tapi kami rasa itu hanya ungkapan kemarahan sesaat si DL,” kata dia.

Tak sebatas menduga-duga, pihaknya juga telah memastikan benar tidaknya laporan tersebut ke Kejati di Surabaya. “Tidak adalah itu laporannya,” singkat dia.

Sebelumnya, DL melalui kuasa hukum yang lama, Habib Abu Bakar Salim melaporkan Kejari Kota Malang ke Kejati di Surabaya Kamis (27/5) lalu. Hal itu dilakukan karena tidak terima ditetapkan sebagai terdangka dan adanya sejumlah kejanggalan yang dilakukan pihak Kejati sebelum akhirnya menetapkan DL sebagai tersangka.

Sementara itu, Kajari Kota Malang Andi Darmawangsa SH MH menyatakan DL memang sudah mengganti pengacaranya yang lama dengan yang baru, Tirmidzi Hussain SH MH. “Iya, dari DL sudah ganti lagi (pengacara),” ucap dia.

Ia menjelaskan, salah satu keberatan DL terkait penanganan kasus dugaan korupsi oleh Kejari Kota Malang menyangkut penunjukan tim ahli dari Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang dianggap tidak sesuai prosedur. Andi menyebut bahwa penunjukan itu sudah sesuai. “ITN itu kami ambil sebagai ahli untuk menilai bangunan itu. Yang mana dari hasil perhitungan sementara, terdapat kekurangan volume dan kualitas dengan kerugian negara sekitar Rp 500 juta,” beber dia.

Hasil yang masih dalam pendalaman tersebut akan dikirimkan ke inspektorat provinsi. “Untuk di audit lagi,” pungkasnya.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/