alexametrics
21.4 C
Malang
Thursday, 26 May 2022

Ini Plus Minus Penerapan One Way di Kayutangan Malang

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bila penerapan satu arah di kawasan Kajoetangan Heritage berpotensi mendongkrak perekonomian warga. Saat disinggung kapan wacana akan diterapkan, dia juga menyebut bila pemkot masih membutuhkan proses kajian lebih lanjut.

”Kan ya perlu sosialisasi dengan warga setempat serta teknis untuk jalannya juga masih dikaji lagi,” kata dia pekan lalu usai pelantikan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang. Ide untuk sistem satu arah itu salah satunya terinspirasi kawasan Malioboro Jogjakarta.

Perhatian khusus terhadap wacana itu juga dilakukan anggota DPRD Kota Malang. Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman berharap pemkot benar-benar bisa mempersiapkan rencana itu secara detail.

”Kami dorong juga masalah parkir di sana untuk diatur. Jika memang rencana satu arah itu dilakukan, tidak boleh lagi ada macet yang kerap kita jumpai,” kata dia.

Fuad –sapaan akrabnya– sepakat bila Pemkot Malang harus mendorong potensi perekonomian warga di kawasan tersebut. Sebab, saat pembangunan dilakukan bulan November 2020 lalu, perekonomian warga di sana sempat mati suri selama sebulan. Tahap pembongkaran jalan dan saat pemasangan batuan andesit membuat jalur itu sempat ditutup beberapa waktu.

”Beranjak dari itu, ke depan jika perlu libatkan juga masyarakat dalam tahap pembangunan,” tambah Fuad.

Sementara itu, Pakar Transportasi Universitas Brawijaya (UB), yang juga anggota Forum Lalin Kota Malang, Hendi Bowo Putro, menyebut forum Lalin sejak awal aktif mendorong sistem pemecahan arus lalin yang kerap macet ketika sore hari. Beranjak dari itu, dia mengamati bahwa penerapan satu arah sebenarnya bisa dimulai dari pertigaan PLN.

”Seharusnya begitu, tapi ternyata yang dibongkar di perempatan (Radja Bally), jadi pekan depan saya mau bertemu Pak Wali,” tutur Hendi.

Hendi mewanti-wanti, jika penerapan satu arah itu bisa berdampak pada kepadatan kendaraan di ruas lain. Utamanya di Jalan Semeru dan Jalan Bromo yang jalannya lebih sempit dibandingkan Jalan Basuki Rahmat. ”Artinya memang ada dampak positif maupun negatifnya,” imbuh dia.

Di tempat lain, Ketua RW 9 Kelurahan Kauman Edy Hermanto menyebut, soal penerapan satu arah di Jalan Basuki Rahmat, secara umum ia turut mendukung. Sebab, menurutnya, itu bisa berpengaruh pada sektor ekonomi warga.

”Pujasera dan pedagang kecil bisa mengambil bagian dan kami sangat menunggu (realisasinya),” kata dia.

Saat ini Edy memastikan bila beberapa spot mural dan penataan ruang sudah dilakukan di wilayahnya. Para pekerja dari kontraktor juga telah menyelesaikan pekerjaannya. (adn/c1/by/rmc)

MALANG KOTA – Wali Kota Malang Sutiaji menyebut bila penerapan satu arah di kawasan Kajoetangan Heritage berpotensi mendongkrak perekonomian warga. Saat disinggung kapan wacana akan diterapkan, dia juga menyebut bila pemkot masih membutuhkan proses kajian lebih lanjut.

”Kan ya perlu sosialisasi dengan warga setempat serta teknis untuk jalannya juga masih dikaji lagi,” kata dia pekan lalu usai pelantikan pengurus Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Kota Malang. Ide untuk sistem satu arah itu salah satunya terinspirasi kawasan Malioboro Jogjakarta.

Perhatian khusus terhadap wacana itu juga dilakukan anggota DPRD Kota Malang. Anggota Komisi C Bidang Pembangunan DPRD Kota Malang Ahmad Fuad Rahman berharap pemkot benar-benar bisa mempersiapkan rencana itu secara detail.

”Kami dorong juga masalah parkir di sana untuk diatur. Jika memang rencana satu arah itu dilakukan, tidak boleh lagi ada macet yang kerap kita jumpai,” kata dia.

Fuad –sapaan akrabnya– sepakat bila Pemkot Malang harus mendorong potensi perekonomian warga di kawasan tersebut. Sebab, saat pembangunan dilakukan bulan November 2020 lalu, perekonomian warga di sana sempat mati suri selama sebulan. Tahap pembongkaran jalan dan saat pemasangan batuan andesit membuat jalur itu sempat ditutup beberapa waktu.

”Beranjak dari itu, ke depan jika perlu libatkan juga masyarakat dalam tahap pembangunan,” tambah Fuad.

Sementara itu, Pakar Transportasi Universitas Brawijaya (UB), yang juga anggota Forum Lalin Kota Malang, Hendi Bowo Putro, menyebut forum Lalin sejak awal aktif mendorong sistem pemecahan arus lalin yang kerap macet ketika sore hari. Beranjak dari itu, dia mengamati bahwa penerapan satu arah sebenarnya bisa dimulai dari pertigaan PLN.

”Seharusnya begitu, tapi ternyata yang dibongkar di perempatan (Radja Bally), jadi pekan depan saya mau bertemu Pak Wali,” tutur Hendi.

Hendi mewanti-wanti, jika penerapan satu arah itu bisa berdampak pada kepadatan kendaraan di ruas lain. Utamanya di Jalan Semeru dan Jalan Bromo yang jalannya lebih sempit dibandingkan Jalan Basuki Rahmat. ”Artinya memang ada dampak positif maupun negatifnya,” imbuh dia.

Di tempat lain, Ketua RW 9 Kelurahan Kauman Edy Hermanto menyebut, soal penerapan satu arah di Jalan Basuki Rahmat, secara umum ia turut mendukung. Sebab, menurutnya, itu bisa berpengaruh pada sektor ekonomi warga.

”Pujasera dan pedagang kecil bisa mengambil bagian dan kami sangat menunggu (realisasinya),” kata dia.

Saat ini Edy memastikan bila beberapa spot mural dan penataan ruang sudah dilakukan di wilayahnya. Para pekerja dari kontraktor juga telah menyelesaikan pekerjaannya. (adn/c1/by/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/