alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Jumlah Orang Miskin Kota Malang Bertambah

MALANG KOTA – Jumlah warga Kota Malang dengan kategori miskin naik. Pada 2019 lalu mencapai 4,07 persen dari jumlah total penduduk. Namun data per 2020, jumlah naik menjadi 4,44 persen. Ini karena dampak wabah pandemi.

Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah cukup berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencari solusi.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Malang Rokhmad. Dia menerangkan angka kemiskinan di Kota Malang merangkak naik akibat pandemi. Diakuinya, penduduk miskin di tahun 2020 bertambah sebanyak 38.770 penduduk. Dengan naiknya angka kemiskinan itu, dia mendorong pemerintah untuk membuat program pemulihan ekonomi.

”Selain itu, masyarakat miskin juga akan mendapat bantuan sosial,” katanya.

Lebih lanjut, dari jumlah masyarakat tersebut yang terdaftar di Dinas Sosial Kota Malang hanya berjumlah 9.381 orang. Jumlah tersebut merupakan data warga miskin di Kota Malang yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sisanya, masuk kategori miskin tetapi tidak terdaftar di data penerima PKH. Dengan data tersebut, Rokhmad mendorong pemkot sesegera mungkin membuat program pemulihan ekonomi.

Terbaru, jumlah penerima PKH di Kota Malang mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (kemensos). Rokhmad berharap, bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup bahkan jika memungkinkan ada peluang usaha baru.

”Tantangan di era Society 5.0 ini menjadi berkah menumpaskan kemiskinan di Kota Malang dengan memaksimalkan digitalisasi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemulihan ekonomi selama masa Covid-19 saat ini menjadi prioritasnya. Di tahun ini, dia berupaya memulihkan angka kemiskinan dengan beberapa program. Salah satunya dengan menumbuhkan ekonomi kreatif para pelaku UMKM.

”Terutama ini (ekonomi kreatif) dapat menekan angka pengangguran bahkan kemiskinan,” ucap dia.

Pemilik kursi N1 (sebutan Wali Kota Malang) ini ingin berkomitmen menumpas kemiskinan dengan mendorong warga lebih kreatif. Apalagi, kesempatan bekerja saat ini tak harus melulu kerja kantoran. Namun bisa mengembangkan bisnis melalui media sosial.(and/abm/rmc)

MALANG KOTA – Jumlah warga Kota Malang dengan kategori miskin naik. Pada 2019 lalu mencapai 4,07 persen dari jumlah total penduduk. Namun data per 2020, jumlah naik menjadi 4,44 persen. Ini karena dampak wabah pandemi.

Kondisi ini tentu menjadi pekerjaan rumah cukup berat bagi Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mencari solusi.

Hal tersebut diungkapkan Sekretaris Komisi D Bidang Kesejahteraan Rakyat DPRD Kota Malang Rokhmad. Dia menerangkan angka kemiskinan di Kota Malang merangkak naik akibat pandemi. Diakuinya, penduduk miskin di tahun 2020 bertambah sebanyak 38.770 penduduk. Dengan naiknya angka kemiskinan itu, dia mendorong pemerintah untuk membuat program pemulihan ekonomi.

”Selain itu, masyarakat miskin juga akan mendapat bantuan sosial,” katanya.

Lebih lanjut, dari jumlah masyarakat tersebut yang terdaftar di Dinas Sosial Kota Malang hanya berjumlah 9.381 orang. Jumlah tersebut merupakan data warga miskin di Kota Malang yang menerima Program Keluarga Harapan (PKH). Sisanya, masuk kategori miskin tetapi tidak terdaftar di data penerima PKH. Dengan data tersebut, Rokhmad mendorong pemkot sesegera mungkin membuat program pemulihan ekonomi.

Terbaru, jumlah penerima PKH di Kota Malang mendapatkan bantuan sosial (bansos) dari Kementerian Sosial (kemensos). Rokhmad berharap, bantuan tersebut dapat memenuhi kebutuhan hidup bahkan jika memungkinkan ada peluang usaha baru.

”Tantangan di era Society 5.0 ini menjadi berkah menumpaskan kemiskinan di Kota Malang dengan memaksimalkan digitalisasi,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan, pemulihan ekonomi selama masa Covid-19 saat ini menjadi prioritasnya. Di tahun ini, dia berupaya memulihkan angka kemiskinan dengan beberapa program. Salah satunya dengan menumbuhkan ekonomi kreatif para pelaku UMKM.

”Terutama ini (ekonomi kreatif) dapat menekan angka pengangguran bahkan kemiskinan,” ucap dia.

Pemilik kursi N1 (sebutan Wali Kota Malang) ini ingin berkomitmen menumpas kemiskinan dengan mendorong warga lebih kreatif. Apalagi, kesempatan bekerja saat ini tak harus melulu kerja kantoran. Namun bisa mengembangkan bisnis melalui media sosial.(and/abm/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/