alexametrics
22.3 C
Malang
Friday, 20 May 2022

SHC, Aplikasi Penghubung Pelaku Olahraga di Seluruh Penjuru Indonesia

MALANG KOTA – Pengembangan teknologi sangat diperlukan pada era sekarang ini. Tak terkecuali dalam dunia olahraga. Seperti yang dilakukan Abi Fajar Fathoni Abi yang menciptakan aplikasi Sport Human Connection (SHC). Tujuan dibuatnya aplikasi ini yakni membangun sebuah komunitas dan menghubungkan pelaku olahraga dari seluruh Indonesia secara daring.
“Tujuan lainnya dengan adanya aplikasi ini bisa menjembatani pelaku olahraga misalnya pelatih dengan masyarakat. Nanti ketika orang tua ingin anaknya menjadi seorang atlet tapi bingung berlatih dengan siapa, bisa mencari menggunakan aplikasi ini,” ujar Abi.
Nantinya, pada aplikasi SHC terdapat informasi mengenai profil pelatih. Di antaranya berupa pengalaman pernah bekerja dengan siapa atau atlet mana saja yang pernah dilatihnya. Selain itu, sertifikasi dan prestasi serta kontak pelatih juga akan terpampang pada aplikasi tersebut. “Ketika sudah menemukan pelatih yang di inginkan langsung terpampang profil dan kontak yang bisa dihubungi. Pengguna bisa langsung menghubungi kontak yang tertera,” beber Abi.
Dijelaskannya, alasan mengembangkan aplikasi SHC dikarenakan industri jasa di bidang olahraga masih kurang terpublikasi di Indonesia. Masih kalah dengan industri produk olahraga dan industri olahraga yang berbasis entertainment atau hiburan. Harapan Abi, dengan pengenalan aplikasi SHC lebih luas, bisa lebih memajukan industri jasa di bidang olahraga.
“Kami beserta tim ingin mengembangkan industri jasa di bidang olahraga. Harapannya bisa memberi peluang pekerjaan pelaku olahraga, misalnya pelatih. Jika pelatih mendapatkan pendapatan yang layak, maka akan berpengaruh kepada atlet yang dibina,” beber Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang itu.
Aplikasi SHC kini sudah tersedia dan bisa diunduh melalui playstore, namun Abi mengatakan akan terus mengembangkan temuannya. Aplikasi tersebut juga berhasil meraih peringkat 3 nasional dalam lomba inovasi dan teknologi terapan olahraga, yang diselenggarakan Kemenpora Republik Indonesia.
“Pengembangan aplikasi kami nantinya bisa menampilkan berapa harga jasa yang diberikan, terhubung dengan google maps, fitur layanan konsultasi dan bekerja sama dengan ovo atau gopay untuk sistem pembayaran,” jelasnya.
Selain menyediakan informasi tentang pelatih, SHC juga memberikan informasi menganai pelaku olahraga lain. Diantaranya atlet, maseeur, fisioterapi, dokter olahraga dan klub serta sekolah olahraga. “Nantinya kami akan lengkapi dengan psikolog dan ahli gizi olahraga,” tutur Abi.

Langkah awal mempublikasikan aplikasi SHC, dimulai dengan menggelar pengabdian masyarakat “Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sport Human Connection (SHC) bagi Pelatih Olahraga”, yang diikuti pelaku olahraga dari seluruh Indonesia, pada Sabtu (2/9). Kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas Dosen Fakultas Ilmu Keolahrgaan UM ini, diketuai oleh Dr Supriyadi MKes dan beranggotakan Dr Sapto Adi MKes, Dr Siti Nurrochmah M Kes dan Abi Fajar Fathoni MPd.

Pewarta: Andika Satria Perdana
MALANG KOTA – Pengembangan teknologi sangat diperlukan pada era sekarang ini. Tak terkecuali dalam dunia olahraga. Seperti yang dilakukan Abi Fajar Fathoni Abi yang menciptakan aplikasi Sport Human Connection (SHC). Tujuan dibuatnya aplikasi ini yakni membangun sebuah komunitas dan menghubungkan pelaku olahraga dari seluruh Indonesia secara daring.
“Tujuan lainnya dengan adanya aplikasi ini bisa menjembatani pelaku olahraga misalnya pelatih dengan masyarakat. Nanti ketika orang tua ingin anaknya menjadi seorang atlet tapi bingung berlatih dengan siapa, bisa mencari menggunakan aplikasi ini,” ujar Abi.
Nantinya, pada aplikasi SHC terdapat informasi mengenai profil pelatih. Di antaranya berupa pengalaman pernah bekerja dengan siapa atau atlet mana saja yang pernah dilatihnya. Selain itu, sertifikasi dan prestasi serta kontak pelatih juga akan terpampang pada aplikasi tersebut. “Ketika sudah menemukan pelatih yang di inginkan langsung terpampang profil dan kontak yang bisa dihubungi. Pengguna bisa langsung menghubungi kontak yang tertera,” beber Abi.
Dijelaskannya, alasan mengembangkan aplikasi SHC dikarenakan industri jasa di bidang olahraga masih kurang terpublikasi di Indonesia. Masih kalah dengan industri produk olahraga dan industri olahraga yang berbasis entertainment atau hiburan. Harapan Abi, dengan pengenalan aplikasi SHC lebih luas, bisa lebih memajukan industri jasa di bidang olahraga.
“Kami beserta tim ingin mengembangkan industri jasa di bidang olahraga. Harapannya bisa memberi peluang pekerjaan pelaku olahraga, misalnya pelatih. Jika pelatih mendapatkan pendapatan yang layak, maka akan berpengaruh kepada atlet yang dibina,” beber Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang itu.
Aplikasi SHC kini sudah tersedia dan bisa diunduh melalui playstore, namun Abi mengatakan akan terus mengembangkan temuannya. Aplikasi tersebut juga berhasil meraih peringkat 3 nasional dalam lomba inovasi dan teknologi terapan olahraga, yang diselenggarakan Kemenpora Republik Indonesia.
“Pengembangan aplikasi kami nantinya bisa menampilkan berapa harga jasa yang diberikan, terhubung dengan google maps, fitur layanan konsultasi dan bekerja sama dengan ovo atau gopay untuk sistem pembayaran,” jelasnya.
Selain menyediakan informasi tentang pelatih, SHC juga memberikan informasi menganai pelaku olahraga lain. Diantaranya atlet, maseeur, fisioterapi, dokter olahraga dan klub serta sekolah olahraga. “Nantinya kami akan lengkapi dengan psikolog dan ahli gizi olahraga,” tutur Abi.

Langkah awal mempublikasikan aplikasi SHC, dimulai dengan menggelar pengabdian masyarakat “Pelatihan dan Pendampingan Penggunaan Aplikasi Sport Human Connection (SHC) bagi Pelatih Olahraga”, yang diikuti pelaku olahraga dari seluruh Indonesia, pada Sabtu (2/9). Kegiatan pengabdian masyarakat yang digagas Dosen Fakultas Ilmu Keolahrgaan UM ini, diketuai oleh Dr Supriyadi MKes dan beranggotakan Dr Sapto Adi MKes, Dr Siti Nurrochmah M Kes dan Abi Fajar Fathoni MPd.

Pewarta: Andika Satria Perdana

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/