alexametrics
21.1 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

Komisi C: Plengsengan Jembatan Kedungkandang Sengaja Dilongsorkan

MALANG KOTA – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan bahwa plengsengan di proyek Jembatan Kedungkandang yang longsor siang tadi (2/12) memang sengaja dilongsorkan. Itu karena konstruksi plengsengan akan diganti dengan beton. Sebelumnya, plengsengan di area tersebut dibangun menggunakan batu.

“Bukan ambrol, tetapi kemarin kepala dinas (PUPR) ke lapangan melihat beton cor yang (minggu lalu) ambrol sudah selesai. Kemudian minta yang sebelah utara segera dibongkar diganti beton juga, jadi dibongkar, bukan ambrol,” ujar Fathol.

Fahol menjelaskan bahwa plengsengan yang sengaja dilongsorkan itu seluas sekitar 10-15 meter. Setelahnya akan dibangun kembali plengsengan dari beton sepanjang 28 meter dengan ketinggian 15 meter.

Konstruksi plengsengan itu, kata Fathol, telah sesuai dengan saran yang diberikan oleh tim forensik Universitas Brawijaya (UB). “(Tim forensik UB) sudah turun bareng dengan komisi C, saran beliau sama dengan saran kepala dinas (PUPR) yakni diganti dengan beton cor, termasuk percepatan pemadatan urukan,” imbuhnya.

Fathol mengatakan bahwa pengerjaan Jembatan Kedungkandang akan selesai pada 20 Desember mendatang. Namun kemungkinan peresmian oleh Wali Kota Malang Sutiaji akan tertunda.

“Sebelumnya kan rencana diresmikan pada 23 Desember, tapi melihat kondisi pak wali yang saat ini masih dalam perawatan, beliau meminta untuk ditunda paling lambat 31 Desember,” kata dia.

Namun, Fathol memastikan bahwa masyarakat sudah dapat mengakses Jembatan Kedungkandang awal tahun depan.

Pewarta: Arlita Ulya

MALANG KOTA – Ketua Komisi C DPRD Kota Malang Fathol Arifin mengatakan bahwa plengsengan di proyek Jembatan Kedungkandang yang longsor siang tadi (2/12) memang sengaja dilongsorkan. Itu karena konstruksi plengsengan akan diganti dengan beton. Sebelumnya, plengsengan di area tersebut dibangun menggunakan batu.

“Bukan ambrol, tetapi kemarin kepala dinas (PUPR) ke lapangan melihat beton cor yang (minggu lalu) ambrol sudah selesai. Kemudian minta yang sebelah utara segera dibongkar diganti beton juga, jadi dibongkar, bukan ambrol,” ujar Fathol.

Fahol menjelaskan bahwa plengsengan yang sengaja dilongsorkan itu seluas sekitar 10-15 meter. Setelahnya akan dibangun kembali plengsengan dari beton sepanjang 28 meter dengan ketinggian 15 meter.

Konstruksi plengsengan itu, kata Fathol, telah sesuai dengan saran yang diberikan oleh tim forensik Universitas Brawijaya (UB). “(Tim forensik UB) sudah turun bareng dengan komisi C, saran beliau sama dengan saran kepala dinas (PUPR) yakni diganti dengan beton cor, termasuk percepatan pemadatan urukan,” imbuhnya.

Fathol mengatakan bahwa pengerjaan Jembatan Kedungkandang akan selesai pada 20 Desember mendatang. Namun kemungkinan peresmian oleh Wali Kota Malang Sutiaji akan tertunda.

“Sebelumnya kan rencana diresmikan pada 23 Desember, tapi melihat kondisi pak wali yang saat ini masih dalam perawatan, beliau meminta untuk ditunda paling lambat 31 Desember,” kata dia.

Namun, Fathol memastikan bahwa masyarakat sudah dapat mengakses Jembatan Kedungkandang awal tahun depan.

Pewarta: Arlita Ulya

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/