alexametrics
23.9 C
Malang
Thursday, 19 May 2022

Antisipasi Serangan Pandemi Ketiga,Pemkot Malang Siapkan Rp 85 Miliar

MALANG KOTA – Tak hanya vaksinasi saja yang bakal dikebut Pemkot Malang. Rencana anggaran penanganan Covid-19 juga menjadi fokus mereka. Pada tahun lalu, pemkot menganggarkan dana belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 81 miliar.

Jumlah itu diplot sepenuhnya untuk penanganan Covid-19, dan sudah terserap seluruhnya. Meski kasus Covid-19 saat ini masih melandai, pemkot tetap menganggarkan BTT senilai Rp 85 miliar. Anggaran tersebut naik 5 persen dari tahun lalu. Tujuan utama supaya ada anggaran cadangan ketika kasus Covid-19 kembali meningkat, atau ada gelombang ketiga. ”Kami tak mau kejadian Juli dan Agustus 2020 terulang, yang mengakibatkan anggaran BTT harus ditambah,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Pemilik kursi N1 itu juga m e m p e r s i a p k a n sejumlah tempat penanganan pasien Covid-19. Beberapa tempat itu terdiri dari 11 rumah sakit (RS) rujukan. RSUD Kota Malang yang sebelumnya hanya terfokus untuk tempat pemulasaraan jenazah pasien Covid-19, nanti juga bisa difungsikan untuk penanganan pasien Covid-19. Keberadaan tempat isolasi terpusat (isoter) juga tengah disiapkan Pemkot Malang. Safe House Kawi yang sekarang tutup bisa saja dibuka lagi.

Namun hal itu perlu ada komunikasi dengan Pemprov Jawa Timur. ”Kami komunikasikan dulu, intinya kalau ada yang perlu ditambah, maka ditambah,” papar orang nomor satu di Pemkot Malang itu. Sutiaji menambahkan jika ke depan pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment) bakal digencarkan. Begitu juga dengan kontrol sosial yang ada di masyarakat. Untuk itu, dia menilai bila pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro perlu dikuatkan lagi. Dia mengimbau kepada 57 kelurahan di Kota Malang untuk melakukannya. ”Mau sampai kapan pun jika pandemi belum selesai, maka PPKM harus tetap dijalankan,” tegasnya. (adn/by)

MALANG KOTA – Tak hanya vaksinasi saja yang bakal dikebut Pemkot Malang. Rencana anggaran penanganan Covid-19 juga menjadi fokus mereka. Pada tahun lalu, pemkot menganggarkan dana belanja tidak terduga (BTT) senilai Rp 81 miliar.

Jumlah itu diplot sepenuhnya untuk penanganan Covid-19, dan sudah terserap seluruhnya. Meski kasus Covid-19 saat ini masih melandai, pemkot tetap menganggarkan BTT senilai Rp 85 miliar. Anggaran tersebut naik 5 persen dari tahun lalu. Tujuan utama supaya ada anggaran cadangan ketika kasus Covid-19 kembali meningkat, atau ada gelombang ketiga. ”Kami tak mau kejadian Juli dan Agustus 2020 terulang, yang mengakibatkan anggaran BTT harus ditambah,” kata Wali Kota Malang Sutiaji.

Pemilik kursi N1 itu juga m e m p e r s i a p k a n sejumlah tempat penanganan pasien Covid-19. Beberapa tempat itu terdiri dari 11 rumah sakit (RS) rujukan. RSUD Kota Malang yang sebelumnya hanya terfokus untuk tempat pemulasaraan jenazah pasien Covid-19, nanti juga bisa difungsikan untuk penanganan pasien Covid-19. Keberadaan tempat isolasi terpusat (isoter) juga tengah disiapkan Pemkot Malang. Safe House Kawi yang sekarang tutup bisa saja dibuka lagi.

Namun hal itu perlu ada komunikasi dengan Pemprov Jawa Timur. ”Kami komunikasikan dulu, intinya kalau ada yang perlu ditambah, maka ditambah,” papar orang nomor satu di Pemkot Malang itu. Sutiaji menambahkan jika ke depan pelaksanaan 3T (testing, tracing dan treatment) bakal digencarkan. Begitu juga dengan kontrol sosial yang ada di masyarakat. Untuk itu, dia menilai bila pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro perlu dikuatkan lagi. Dia mengimbau kepada 57 kelurahan di Kota Malang untuk melakukannya. ”Mau sampai kapan pun jika pandemi belum selesai, maka PPKM harus tetap dijalankan,” tegasnya. (adn/by)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/