alexametrics
26.1 C
Malang
Sunday, 29 May 2022

Pakar Geofisika Prediksi Dentuman Berasal Dari Aktivitas Manusia

MALANG – Pakar geofisika Universitas Brawijaya (UB), Prof Adi Susilo MSi PhD memprediksi, asal suara dentuman misterius yang menggegerkan warga Malang Raya berasal dari aktivitas di permukaan bumi. Ia mengatakan, tipis kemungkinan asal suara itu dari perut bumi ataupun dari langit.

“Suara dentuman yang keras saya perkirakan itu berasal dari atas permukaan bumi, bukan dari langit. Sebab kemarin memang jika dilihat cuacanya memang hujan tapi tidak disertai petir,” jelas Guru Besar Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Sumberdaya Alam UB itu, hari ini, Rabu (3/2).

Ketua Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan UB ini juga menambahkan, sesaat terjadi dentuman ia langsung berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates dan Tretes. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak ada aktifitas di dalam perut bumi.

Apabila dentuman berasal dari bawah tanah menurutnya akan terdeteksi oleh sensor seismik. Namun, dentuman yang terjadi tadi malam tidak terekam oleh sensor seismik.

“Kalau dentuman berasal dari aktifitas gunung maka seismik pasti akan merekam seluruh getaran. Kemudian jika ada yang mengatakan pembangunan JLS yang menghancurkan bukit dengan dinamit itu juga pasti terekam,” tambah mantan dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UB ini.

Seperti yang sudah beredar suara dentuman memang terdengar sampai Kota Surabaya. Maka sampai saat ini para pakar geofisika masih mendalami sebab munculnya dentuman yang terjadi.

“Dentuman tersebut memang diprediksi dari aktifitas manusia, akan tetapi sampai saat ini saya juga masih belum mengetahui. Jika dari isu yang beredar itu masih belum pasti, lebih baik kita menunggu 2-3 hari ke depan,” saran dia.

Pewarta : M. Ubaidillah

MALANG – Pakar geofisika Universitas Brawijaya (UB), Prof Adi Susilo MSi PhD memprediksi, asal suara dentuman misterius yang menggegerkan warga Malang Raya berasal dari aktivitas di permukaan bumi. Ia mengatakan, tipis kemungkinan asal suara itu dari perut bumi ataupun dari langit.

“Suara dentuman yang keras saya perkirakan itu berasal dari atas permukaan bumi, bukan dari langit. Sebab kemarin memang jika dilihat cuacanya memang hujan tapi tidak disertai petir,” jelas Guru Besar Ilmu Geofisika Kebencanaan dan Sumberdaya Alam UB itu, hari ini, Rabu (3/2).

Ketua Pusat Studi Kebumian dan Kebencanaan UB ini juga menambahkan, sesaat terjadi dentuman ia langsung berkoordinasi dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangkates dan Tretes. Berdasarkan laporan yang diterimanya, tidak ada aktifitas di dalam perut bumi.

Apabila dentuman berasal dari bawah tanah menurutnya akan terdeteksi oleh sensor seismik. Namun, dentuman yang terjadi tadi malam tidak terekam oleh sensor seismik.

“Kalau dentuman berasal dari aktifitas gunung maka seismik pasti akan merekam seluruh getaran. Kemudian jika ada yang mengatakan pembangunan JLS yang menghancurkan bukit dengan dinamit itu juga pasti terekam,” tambah mantan dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan (FMIPA) UB ini.

Seperti yang sudah beredar suara dentuman memang terdengar sampai Kota Surabaya. Maka sampai saat ini para pakar geofisika masih mendalami sebab munculnya dentuman yang terjadi.

“Dentuman tersebut memang diprediksi dari aktifitas manusia, akan tetapi sampai saat ini saya juga masih belum mengetahui. Jika dari isu yang beredar itu masih belum pasti, lebih baik kita menunggu 2-3 hari ke depan,” saran dia.

Pewarta : M. Ubaidillah

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/