alexametrics
21.4 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Antisipasi Bibit Teroris di Malang, Wali Kota Kumpulkan Ormas

MALANG KOTA — Wali Kota Malang Sutiaji bakal mengumpulkan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Malang. Hal ini buntut dari penangkapan terduga teroris BS di Pakis, Kabupaten Malang, kemarin (2/3). BS diduga aktif menjadi salah satu anggota ormas di Kota Malang.

”Kami sudah berkoordinasi dengan kesbangpol terkait itu. Kami akan kumpulkan ormas di Kota Malang,” kata mantan Wakil Wali Kota Malang ini, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, pengumpulan ormas tersebut antisipasi dini terkait aktivitas masyarakat dalam tindak kejahatan terorisme. Sehingga, kejadian tersebut tidak terulang kembali di Malang.

”Inti dari pengumpulan ormas ini untuk sosialisasi terkait anti radikal dan terorisme,” jelas dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kota Malang agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap paham radikalisme. Sehingga, warga diharapkan berani melaporkan ke pihak berwajib jika di lingkungannya terdapat warga yang mencurigakan.

”Masyarakat harus kompak dalam memerangi tindakan terorisme ini,” ungkap kader Partai Demokrat ini.

Seperti diketahui, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang menanggapi terkait terduga teroris berinisial BS, warga Pakis, Kabupaten Malang, yang ditangkap Densus 88. Karena informasi yang beredar BS diduga kuat menjadi anggota aktif pengurus PDM Kota Malang.

Ketua PDM Kota Malang Abdul Haris membantah jika BS merupakan anggota atau pengurus aktif PDM Kota Malang. Karena BS sudah mengundurkan diri sebelum dilantik menjadi pengurus pada tahun 2015 silam.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA — Wali Kota Malang Sutiaji bakal mengumpulkan organisasi masyarakat (ormas) di Kota Malang. Hal ini buntut dari penangkapan terduga teroris BS di Pakis, Kabupaten Malang, kemarin (2/3). BS diduga aktif menjadi salah satu anggota ormas di Kota Malang.

”Kami sudah berkoordinasi dengan kesbangpol terkait itu. Kami akan kumpulkan ormas di Kota Malang,” kata mantan Wakil Wali Kota Malang ini, Rabu (3/3).

Dia menjelaskan, pengumpulan ormas tersebut antisipasi dini terkait aktivitas masyarakat dalam tindak kejahatan terorisme. Sehingga, kejadian tersebut tidak terulang kembali di Malang.

”Inti dari pengumpulan ormas ini untuk sosialisasi terkait anti radikal dan terorisme,” jelas dia.

Lebih lanjut, pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat Kota Malang agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap paham radikalisme. Sehingga, warga diharapkan berani melaporkan ke pihak berwajib jika di lingkungannya terdapat warga yang mencurigakan.

”Masyarakat harus kompak dalam memerangi tindakan terorisme ini,” ungkap kader Partai Demokrat ini.

Seperti diketahui, Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Malang menanggapi terkait terduga teroris berinisial BS, warga Pakis, Kabupaten Malang, yang ditangkap Densus 88. Karena informasi yang beredar BS diduga kuat menjadi anggota aktif pengurus PDM Kota Malang.

Ketua PDM Kota Malang Abdul Haris membantah jika BS merupakan anggota atau pengurus aktif PDM Kota Malang. Karena BS sudah mengundurkan diri sebelum dilantik menjadi pengurus pada tahun 2015 silam.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/