alexametrics
26.5 C
Malang
Friday, 27 May 2022

Pemkot Malang Raih Juara I di Ajang BKN Award

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota Malang dalam ajang kompetisi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2020. Diumumkan pada Kamis (1/30), Pemkot Malang berhasil meraih juara I dalam kategori I tentang perencanaan, kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun.

Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, beberapa pemerintah kota dan kabupaten lain yang juga meraih penghargaan dalam ajang yang sama. Seperti Kabupaten Sidoarjo yang meraih juara I di kategori III tentang penilaian kompetisi pada tingkat kabupaten dan Kota Madiun yang meraih juara III dalam kompetensi yang sama untuk tingkat kota.

Sementara sebagai juara I pada kategori IV terkait penilaian kinerja diraih oleh Kabupaten Tulungagung dan disusul oleh Kota Kediri pada tingkat kota. Sementara pada kategori V tentang Komitmen Pengawasan dan Pengendalian, Kota Surabaya berhasil meraih juara II.

Baca juga : Dispendukcapil Kota Malang Raih Penghargaan dari KemenPAN RB

Sementara di tingkat provinsi, Pemprov Jatim berhasil meraih dua penghargaan dari lima kategori yang dinilai dalam BKN Award 2020. Masing-masing yakni juara II dalam kategori perencanaan, kebutuhan, pelayanan, pengadaan, kepangkatan dan pensiun serta kategori penilaian kinerja terbaik.

Penghargaan berupa trofi dan piagam tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Kepala BKN RI Ir Bima Haria Wibisana di Ruang Hayam Wuruk lantai 8 Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan No 110 Surabaya, Kamis lalu (1/4).

Atas diterimanya penghargaan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa ini merupakan penanda ikhtiar bersama seluruh ASN di Jatim telah sesuai pada jalannya. ”Terima kasih atas seluruh support dari BKN dan semoga energi dari ASN se-Jatim bisa berseiring dengan ikhtiar modernisasi  birokrasi yang disampaikan oleh Pak Wapres (KH Ma’ruf Amin). Penghargaan ini wujud bahwa layanan kepegawaian untuk ASN di Jatim telah berada di jalur yang tepat atau on the right track,” terang Khofifah.

Mantan menteri sosial itu menambahkan, perbaikan kinerja bukan bertujuan untuk penerimaan penghargaan semata. Namun lebih kepada pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat.

Dalam rangka peningkatan kinerja, Khofifah juga mengajak jajaran bupati dan wali kota di Jatim untuk terus mendorong penerapan digitalisasi dalam birokrasi ASN di wilayahnya. Karena menurutnya, modernisasi dan digitalisasi birokrasi memiliki peran yang cukup besar dalam percepatan pencapaian  pembangunan nasional.

”Digitalisasi sistem ini akan jadi pintu masuk untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi seluruh kinerja diantara OPD, UPT dan BLUD yang ada di Jatim. Sehingga, harapannya, kita bisa memberi penguatan pada sisi kompetensi dan digital IT dengan lebih maksimal,” beber orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Terlebih, selama pandemi Covid-19, sebagian ASN diharuskan menerapkan work from home atau bekerja dari rumah. Tanpa sistem teknologi dan informasi yang memadai, beban kerja ASN meningkat sebanyak 20 persen. Ini dikarenakan tidak semua ranah pekerjaan ASN mengalami digitalisasi dan pengerjaannya harus tetap dilakukan secara offline.

Terpisah, Kepala BKN RI Dr Ir Bima Haria Wibisana turut menekankan pentingnya modernisasi birokrasi dalam mendorong program pemerintah pusat pada reformasi birokrasi. ”Modernisasi birokrasi saat ini jadi utama. Kalau kita bisa membangun sumber daya manusianya maka birokrasi ini akan lebih efektif,” jelas Bima.

Secara khusus dirinya juga menyebut bahwa masa pandemi ini bisa menjadi kesempatan luar biasa untuk secepat mungkin memodernisasikan birokrasi di Indonesia. ”Semasa pandemi ini kita menjadi mendadak digital. Kegiatan dan pelayanan publik banyak yang menjadi digital,” terangnya.

Terkait  capaian gemilang Jawa Timur pada BKN Award 2020, Bima Haria menyebut bahwa Provinsi Jatim tercatat sebagai provinsi yang paling kompak mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Hal ini dibuktikan pula dengan jumlah perolehan Jatim pada ajang BKN Award 2020 sebagai yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

”Jawa Timur ini paling kompak dengan kabupaten dan kotanya dibanding wilayah lain. Jadi ini bisa jadi modal dasar yang kuat sekali untuk meningkatkan kinerja di wilayahnya,” beber Haria optimistis.

MALANG KOTA – Prestasi membanggakan kembali diraih Pemerintah Kota Malang dalam ajang kompetisi Badan Kepegawaian Negara (BKN) Award 2020. Diumumkan pada Kamis (1/30), Pemkot Malang berhasil meraih juara I dalam kategori I tentang perencanaan, kebutuhan, pelayanan pengadaan, kepangkatan dan pensiun.

Bersama Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur, beberapa pemerintah kota dan kabupaten lain yang juga meraih penghargaan dalam ajang yang sama. Seperti Kabupaten Sidoarjo yang meraih juara I di kategori III tentang penilaian kompetisi pada tingkat kabupaten dan Kota Madiun yang meraih juara III dalam kompetensi yang sama untuk tingkat kota.

Sementara sebagai juara I pada kategori IV terkait penilaian kinerja diraih oleh Kabupaten Tulungagung dan disusul oleh Kota Kediri pada tingkat kota. Sementara pada kategori V tentang Komitmen Pengawasan dan Pengendalian, Kota Surabaya berhasil meraih juara II.

Baca juga : Dispendukcapil Kota Malang Raih Penghargaan dari KemenPAN RB

Sementara di tingkat provinsi, Pemprov Jatim berhasil meraih dua penghargaan dari lima kategori yang dinilai dalam BKN Award 2020. Masing-masing yakni juara II dalam kategori perencanaan, kebutuhan, pelayanan, pengadaan, kepangkatan dan pensiun serta kategori penilaian kinerja terbaik.

Penghargaan berupa trofi dan piagam tersebut diterima langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dari Kepala BKN RI Ir Bima Haria Wibisana di Ruang Hayam Wuruk lantai 8 Kantor Gubernur Jatim di Jalan Pahlawan No 110 Surabaya, Kamis lalu (1/4).

Atas diterimanya penghargaan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa ini merupakan penanda ikhtiar bersama seluruh ASN di Jatim telah sesuai pada jalannya. ”Terima kasih atas seluruh support dari BKN dan semoga energi dari ASN se-Jatim bisa berseiring dengan ikhtiar modernisasi  birokrasi yang disampaikan oleh Pak Wapres (KH Ma’ruf Amin). Penghargaan ini wujud bahwa layanan kepegawaian untuk ASN di Jatim telah berada di jalur yang tepat atau on the right track,” terang Khofifah.

Mantan menteri sosial itu menambahkan, perbaikan kinerja bukan bertujuan untuk penerimaan penghargaan semata. Namun lebih kepada pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan akuntabel serta pelayanan masyarakat yang cepat dan tepat.

Dalam rangka peningkatan kinerja, Khofifah juga mengajak jajaran bupati dan wali kota di Jatim untuk terus mendorong penerapan digitalisasi dalam birokrasi ASN di wilayahnya. Karena menurutnya, modernisasi dan digitalisasi birokrasi memiliki peran yang cukup besar dalam percepatan pencapaian  pembangunan nasional.

”Digitalisasi sistem ini akan jadi pintu masuk untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi seluruh kinerja diantara OPD, UPT dan BLUD yang ada di Jatim. Sehingga, harapannya, kita bisa memberi penguatan pada sisi kompetensi dan digital IT dengan lebih maksimal,” beber orang nomor satu di Pemprov Jatim itu.

Terlebih, selama pandemi Covid-19, sebagian ASN diharuskan menerapkan work from home atau bekerja dari rumah. Tanpa sistem teknologi dan informasi yang memadai, beban kerja ASN meningkat sebanyak 20 persen. Ini dikarenakan tidak semua ranah pekerjaan ASN mengalami digitalisasi dan pengerjaannya harus tetap dilakukan secara offline.

Terpisah, Kepala BKN RI Dr Ir Bima Haria Wibisana turut menekankan pentingnya modernisasi birokrasi dalam mendorong program pemerintah pusat pada reformasi birokrasi. ”Modernisasi birokrasi saat ini jadi utama. Kalau kita bisa membangun sumber daya manusianya maka birokrasi ini akan lebih efektif,” jelas Bima.

Secara khusus dirinya juga menyebut bahwa masa pandemi ini bisa menjadi kesempatan luar biasa untuk secepat mungkin memodernisasikan birokrasi di Indonesia. ”Semasa pandemi ini kita menjadi mendadak digital. Kegiatan dan pelayanan publik banyak yang menjadi digital,” terangnya.

Terkait  capaian gemilang Jawa Timur pada BKN Award 2020, Bima Haria menyebut bahwa Provinsi Jatim tercatat sebagai provinsi yang paling kompak mulai dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Hal ini dibuktikan pula dengan jumlah perolehan Jatim pada ajang BKN Award 2020 sebagai yang tertinggi dibandingkan wilayah lain di Indonesia.

”Jawa Timur ini paling kompak dengan kabupaten dan kotanya dibanding wilayah lain. Jadi ini bisa jadi modal dasar yang kuat sekali untuk meningkatkan kinerja di wilayahnya,” beber Haria optimistis.

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/