alexametrics
25.1 C
Malang
Tuesday, 11 May 2021

Modus Open BO, Pria Pakisaji Peras dan Perkosa Kenalan dari Twitter

MALANG KOTA – Hasrat memuaskan nafsu bejat namun isi dompet tak mufakat, mungkin gambaran itulah yang dialami Irwan, 24. Warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang nekat melakukan perkosaan kepada perempuan yang dikenalnya lewat media sosial Twitter.

Peristiwa terjadi pada Jumat (23/4) sore. Sekitar pukul 16.00, pelaku berselancar di media sosial Twitter untuk mencari penjaja seks lewat open BO (istilah untuk booking layanan seks secara online). Di sana, ia mendapati akun milik NH, 29, asal Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang.

“Akhirnya mereka berbincang dulu di media sosial lalu bertemulah mereka di sebuah guest house di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru,” terang Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rohman dalam jumpa pers pada Senin (3/5) siang.

Setelah harga disetujui, keduanya bertemu di guest house. Namun, Irwan tak langsung beraksi. Setelah korban dinilai lengah, Irwan mengeluarkan tali sepanjang satu meter dan pisau lipat yang sudah dibawa sejak awal.

“Korban NH diancam pakai pisau di bagian leher, lalu meminta korban untuk mengeluarkan barang berharga. Waktu itu ada uang Rp 100 ribu dan handphone,” kata dia.

Setelah diberikan kepada pelaku, kekejaman belum berakhir. Korban yang tangannya masih terikat dipaksa untuk melayani nafsu bejat Irwan.”Pelaku (maaf) memperkosa korban yang berada dalam posisi tengkurap dan terikat,” kata dia.

Setelah semua selesai, pelaku langsung pergi meninggalkan korban. Wanita tersebut kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Lowokwaru, dan keesokan harinya Irwan berhasil dibekuk polisi saat akan menjual Handphone merk iPhone hasil rampasannya ke sebuah counter handphone di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dan atau 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pewarta: Biyan Mudzaky

MALANG KOTA – Hasrat memuaskan nafsu bejat namun isi dompet tak mufakat, mungkin gambaran itulah yang dialami Irwan, 24. Warga Desa Genengan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang nekat melakukan perkosaan kepada perempuan yang dikenalnya lewat media sosial Twitter.

Peristiwa terjadi pada Jumat (23/4) sore. Sekitar pukul 16.00, pelaku berselancar di media sosial Twitter untuk mencari penjaja seks lewat open BO (istilah untuk booking layanan seks secara online). Di sana, ia mendapati akun milik NH, 29, asal Kecamatan Bululawang Kabupaten Malang.

“Akhirnya mereka berbincang dulu di media sosial lalu bertemulah mereka di sebuah guest house di Kelurahan Mojolangu, Kecamatan Lowokwaru,” terang Kapolsek Lowokwaru, Kompol Fatkhur Rohman dalam jumpa pers pada Senin (3/5) siang.

Setelah harga disetujui, keduanya bertemu di guest house. Namun, Irwan tak langsung beraksi. Setelah korban dinilai lengah, Irwan mengeluarkan tali sepanjang satu meter dan pisau lipat yang sudah dibawa sejak awal.

“Korban NH diancam pakai pisau di bagian leher, lalu meminta korban untuk mengeluarkan barang berharga. Waktu itu ada uang Rp 100 ribu dan handphone,” kata dia.

Setelah diberikan kepada pelaku, kekejaman belum berakhir. Korban yang tangannya masih terikat dipaksa untuk melayani nafsu bejat Irwan.”Pelaku (maaf) memperkosa korban yang berada dalam posisi tengkurap dan terikat,” kata dia.

Setelah semua selesai, pelaku langsung pergi meninggalkan korban. Wanita tersebut kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Lowokwaru, dan keesokan harinya Irwan berhasil dibekuk polisi saat akan menjual Handphone merk iPhone hasil rampasannya ke sebuah counter handphone di kawasan Jalan Soekarno Hatta.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 368 ayat 1 KUHP tentang pemerasan dan atau 285 KUHP tentang pemerkosaan dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara.

Pewarta: Biyan Mudzaky

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru