alexametrics
21.9 C
Malang
Saturday, 21 May 2022

Covid-19 Melonjak, Tabung Oksigen di Malang Mulai Langka

MALANG KOTA – Melonjaknya kasus sebaran Covid-19 di Kota Malang rupanya juga berpengaruh pada ketersediaan gas oksigen. Pasalnya, saat ini gas oksigen untuk bantuan alat pernapasan itu saat ini sedang langka.

Seperti kemarin (2/7) misalnya, sempat terjadi perdebatan antara salah satu pembeli gas oksigen dengan pemilik Wiranto Gas UD Malang, di Jalan Aris Munandar No 27, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang.

Perdebatan itu karena calon pembeli ini memaksa akan membeli 5 tabung gas dengan ukuran 6 meter kubik untuk keluarganya yang sedang terpapar Covid-19. Padahal, sang penjual hanya memperbolehkan pembeli itu membeli 4 tabung gas oksigen.

Owner Wiranto Gas UD Malang Chandra Atjunita W. mengatakan, karena saat ini jumlah gas oksigen ini langka, maka pihaknya membatasi pembelian untuk masing-masing orang.

”Jadi biar semuanya kebagian, kasihan banyak yang kembali dengan tangan hampa,” terangnya.

Sebab, dia menyebutkan, bila dalam per harinya penjualan gas oksigen itu bisa sampai 100 tabung gas oksigen untuk yang ukuran 6 meter kubik. ”Biasanya 80 itu untuk rumah sakit, yang 20 orang-orang umum,” tambah Tacik Chandra–sapaan karibnya.

Sementara untuk yang ukuran 1 meter kubik, dia melanjutkan, per harinya bisa menjual hingga 40 tabung gas oksigen. ”Tapi untuk saat ini stoknya sedang kosong, jadi hanya menjual isi ulangnya,” ujar perempuan berusia 55 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Malang.

Untuk harganya, dia membeberkan, isi ulang gas tabung oksigen yang berukuran 1 meter kubik ini Rp 65 ribu per tabungnya. ”Ini terjadi kenaikan Rp 10 ribu karena barang sedang langka, pada Kamis (1/7) masih Rp 55 ribu,” terangnya.

Sedangkan, yang ukuran 6 meter kubik Rp 100 ribu jika diisi ulang. ”Untuk yang 6 meter ini seringnya isi ulang, tapi tabungnya biasanya sifatnya pinjam dengan jaminan Rp 2 juta per tabungnya,” ungkap dia. Artinya, ketika selesai pemakaian oksigen, tabung dikembalikan dalam keadaan aman, maka uang Rp 2 juta itu akan dikembalikan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Paulus, mengatakan, saat ini sangat susah mencari gas oksigen ini. Padahal, banyak yang sedang membutuhkan termasuk dirinya. ”Karena ibu dan adik saya terpapar Covid-19 dan harus menggunakan bantuan gas oksigen untuk bernapas,” terang Paul–sapaan karibnya.

Warga Kota Malang itu juga mengatakan, dirinya ingin membeli 5 tabung gas oksigen, tetapi tidak diperbolehkan karena stoknya terbatas. ”Jadi saya hanya beli 4 yang ukuran 6 meter kubik dan isi ulang dua tabung yang ukuran 1 meter kubik,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

MALANG KOTA – Melonjaknya kasus sebaran Covid-19 di Kota Malang rupanya juga berpengaruh pada ketersediaan gas oksigen. Pasalnya, saat ini gas oksigen untuk bantuan alat pernapasan itu saat ini sedang langka.

Seperti kemarin (2/7) misalnya, sempat terjadi perdebatan antara salah satu pembeli gas oksigen dengan pemilik Wiranto Gas UD Malang, di Jalan Aris Munandar No 27, Kiduldalem, Klojen, Kota Malang.

Perdebatan itu karena calon pembeli ini memaksa akan membeli 5 tabung gas dengan ukuran 6 meter kubik untuk keluarganya yang sedang terpapar Covid-19. Padahal, sang penjual hanya memperbolehkan pembeli itu membeli 4 tabung gas oksigen.

Owner Wiranto Gas UD Malang Chandra Atjunita W. mengatakan, karena saat ini jumlah gas oksigen ini langka, maka pihaknya membatasi pembelian untuk masing-masing orang.

”Jadi biar semuanya kebagian, kasihan banyak yang kembali dengan tangan hampa,” terangnya.

Sebab, dia menyebutkan, bila dalam per harinya penjualan gas oksigen itu bisa sampai 100 tabung gas oksigen untuk yang ukuran 6 meter kubik. ”Biasanya 80 itu untuk rumah sakit, yang 20 orang-orang umum,” tambah Tacik Chandra–sapaan karibnya.

Sementara untuk yang ukuran 1 meter kubik, dia melanjutkan, per harinya bisa menjual hingga 40 tabung gas oksigen. ”Tapi untuk saat ini stoknya sedang kosong, jadi hanya menjual isi ulangnya,” ujar perempuan berusia 55 tahun itu kepada Jawa Pos Radar Malang.

Untuk harganya, dia membeberkan, isi ulang gas tabung oksigen yang berukuran 1 meter kubik ini Rp 65 ribu per tabungnya. ”Ini terjadi kenaikan Rp 10 ribu karena barang sedang langka, pada Kamis (1/7) masih Rp 55 ribu,” terangnya.

Sedangkan, yang ukuran 6 meter kubik Rp 100 ribu jika diisi ulang. ”Untuk yang 6 meter ini seringnya isi ulang, tapi tabungnya biasanya sifatnya pinjam dengan jaminan Rp 2 juta per tabungnya,” ungkap dia. Artinya, ketika selesai pemakaian oksigen, tabung dikembalikan dalam keadaan aman, maka uang Rp 2 juta itu akan dikembalikan.

Sementara itu, salah satu pembeli, Paulus, mengatakan, saat ini sangat susah mencari gas oksigen ini. Padahal, banyak yang sedang membutuhkan termasuk dirinya. ”Karena ibu dan adik saya terpapar Covid-19 dan harus menggunakan bantuan gas oksigen untuk bernapas,” terang Paul–sapaan karibnya.

Warga Kota Malang itu juga mengatakan, dirinya ingin membeli 5 tabung gas oksigen, tetapi tidak diperbolehkan karena stoknya terbatas. ”Jadi saya hanya beli 4 yang ukuran 6 meter kubik dan isi ulang dua tabung yang ukuran 1 meter kubik,” pungkasnya. (ulf/mas/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/