alexametrics
30 C
Malang
Monday, 23 May 2022

Hari Batik Nasional, Pemkot Malang Gelar Festival Batik di Makam Londo

MALANG KOTA – Perayaan Hari Batik Nasional dirayakan dengan berbeda di Kota Malang. hari ini (3/10) digelar Festival Batik di Kelurahan Sukun. menariknya, festival ini dilaksanakan di arema pemakaman, tepatnya Makam Londo, salah satu kawasan heritage di Kota Malang.

Makam Londo sendiri menjadi lokus yang melegenda. Warga setempat dan umumnya warga kota Malang menyebutnya sebagai “Kuburan Londo”, karena di masanya (masa kolonial, red) makam ini hanya diperuntukkan bagi warga Belanda dan Eropa yang tinggal di Malang. Saat ini makam masih diaktifkan untuk pemakaman warga non muslim.

“Ini perkawinan yang menarik, dari even festival Batik dengan lokasi heritage makam. Bahwa makam pun tidak dikesankan angker, lebih lebih banyak keluarga Belanda yang menapak tilasi ke tempat ini, maka hidupkan teruskan kreatifitas di tempat ini sebagai penyangga wisata Malang,” pesan Walikota Malang Sutiaji kala membuka dan mengawali Festival Batik.

Walikota yang juga penyuka kuliner super pedas ini juga mendorong para penggiat batik Sukun untuk mampu mengeksplore buah Sukun sebagai motif khas batik di wilayah Sukun. “Bisa ambil buahnya, daunnya, serat pohonnya, rantingnya, dan yang lainnya. Saya yakin dengan sentuhan seni yang ada akan jadi motif yang menarik,” tutur Sutiaji yang didampingi Ketua Umum Dekranasda Kota Malang Widayati Sutiaji.

Sementara itu, Eko Zainuddin, Ketua Panitia Festival, menginfokan bahwa even terselenggara atas kolaborasi pokdarwis dan karang taruna. “Melalui even ini kami ingin mengenalkan batik yang ada di Sukun kepada warga kota Malang secara meluas. Selama ini memang masih mengenalkan produk batik dari mulut ke mulut, meskipun sudah ada pesanan dari Malaysia juga, “ungkapnya.

Di Kota Malang gairah tumbuh batik, selain di Sukun, tercatat ada di kampung Celaket, kampung Bunulrejo, kampung budaya Polowijen dan di kampung Budaya Tunggul Wulung.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA – Perayaan Hari Batik Nasional dirayakan dengan berbeda di Kota Malang. hari ini (3/10) digelar Festival Batik di Kelurahan Sukun. menariknya, festival ini dilaksanakan di arema pemakaman, tepatnya Makam Londo, salah satu kawasan heritage di Kota Malang.

Makam Londo sendiri menjadi lokus yang melegenda. Warga setempat dan umumnya warga kota Malang menyebutnya sebagai “Kuburan Londo”, karena di masanya (masa kolonial, red) makam ini hanya diperuntukkan bagi warga Belanda dan Eropa yang tinggal di Malang. Saat ini makam masih diaktifkan untuk pemakaman warga non muslim.

“Ini perkawinan yang menarik, dari even festival Batik dengan lokasi heritage makam. Bahwa makam pun tidak dikesankan angker, lebih lebih banyak keluarga Belanda yang menapak tilasi ke tempat ini, maka hidupkan teruskan kreatifitas di tempat ini sebagai penyangga wisata Malang,” pesan Walikota Malang Sutiaji kala membuka dan mengawali Festival Batik.

Walikota yang juga penyuka kuliner super pedas ini juga mendorong para penggiat batik Sukun untuk mampu mengeksplore buah Sukun sebagai motif khas batik di wilayah Sukun. “Bisa ambil buahnya, daunnya, serat pohonnya, rantingnya, dan yang lainnya. Saya yakin dengan sentuhan seni yang ada akan jadi motif yang menarik,” tutur Sutiaji yang didampingi Ketua Umum Dekranasda Kota Malang Widayati Sutiaji.

Sementara itu, Eko Zainuddin, Ketua Panitia Festival, menginfokan bahwa even terselenggara atas kolaborasi pokdarwis dan karang taruna. “Melalui even ini kami ingin mengenalkan batik yang ada di Sukun kepada warga kota Malang secara meluas. Selama ini memang masih mengenalkan produk batik dari mulut ke mulut, meskipun sudah ada pesanan dari Malaysia juga, “ungkapnya.

Di Kota Malang gairah tumbuh batik, selain di Sukun, tercatat ada di kampung Celaket, kampung Bunulrejo, kampung budaya Polowijen dan di kampung Budaya Tunggul Wulung.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/