alexametrics
21 C
Malang
Wednesday, 10 August 2022

Apesnya Kurir Baru Pil Koplo, Belum Laku Sudah Dicokok Duluan

MALANG KOTA – Dirasa penghasilan sebagai kuli bangunan kurang, NK (32) nekat nyambi menjadi kurir Narkoba. Sehingga Senin (19/10) lalu, Polresta Malang Kota mengungkap kasus peredaran narkotika dengan jenis pil double L atau pil koplo sebanyak 3000 butir yang hendak diperjualbelikan oleh warga Kedungkandang, Kota Malang itu.

Leo menuturkan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihak kepolisian pada 19 Oktober 2020, bahwa adanya dugaan peredaran obat terlarang di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

“Kami tindaklanjuti, ternyata ada peredaran pil double L di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dengan tersangka NK yang ditangkap di Jalan KH Malik Dalam sekitar pukul 20.45 WIB pada 19 Oktober lalu, ” ungkap Leo di Mapolresta Malang Kota pada Selasa (3/11).

Dari tangan tersangka polisi menyita 1000 butir pil double L yang disimpan dalam botol obat. Setelah itu kepolisian lanjut melakukan penggeledahan di kediaman tersangka.

“Di rumah tersangka kami dapatkan lagi barang bukti 2000 butir pil double L yang disimpan dalam botol. Total barang bukti yang kami amankan sebanyak 3000 butir pil double L,” rinci Leo.

Tersangka NK, ujar Leo berperan sebagai kurir double L. Yang bersangkutan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang sampai saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Harga satu botol yang berisi sebanyak 1000 butir pil double L Rp 1.3 juta,” tuturnya.

Jika berhasil menjual satu botol, tersangka NK akan mendapat komisi sebesar Rp 50 ribu. Tersangka mengaku belum menjual satupun barang tersebut dan baru melakoni pekerjaan sebagai kurir pil double L.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal Pasal 197 subs Pasal 196 subs Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara.

Pewarta : Errica Vannie

MALANG KOTA – Dirasa penghasilan sebagai kuli bangunan kurang, NK (32) nekat nyambi menjadi kurir Narkoba. Sehingga Senin (19/10) lalu, Polresta Malang Kota mengungkap kasus peredaran narkotika dengan jenis pil double L atau pil koplo sebanyak 3000 butir yang hendak diperjualbelikan oleh warga Kedungkandang, Kota Malang itu.

Leo menuturkan pengungkapan kasus tersebut berawal dari informasi masyarakat yang diterima oleh pihak kepolisian pada 19 Oktober 2020, bahwa adanya dugaan peredaran obat terlarang di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

“Kami tindaklanjuti, ternyata ada peredaran pil double L di Kelurahan Buring, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, dengan tersangka NK yang ditangkap di Jalan KH Malik Dalam sekitar pukul 20.45 WIB pada 19 Oktober lalu, ” ungkap Leo di Mapolresta Malang Kota pada Selasa (3/11).

Dari tangan tersangka polisi menyita 1000 butir pil double L yang disimpan dalam botol obat. Setelah itu kepolisian lanjut melakukan penggeledahan di kediaman tersangka.

“Di rumah tersangka kami dapatkan lagi barang bukti 2000 butir pil double L yang disimpan dalam botol. Total barang bukti yang kami amankan sebanyak 3000 butir pil double L,” rinci Leo.

Tersangka NK, ujar Leo berperan sebagai kurir double L. Yang bersangkutan mengaku mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang sampai saat ini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

“Harga satu botol yang berisi sebanyak 1000 butir pil double L Rp 1.3 juta,” tuturnya.

Jika berhasil menjual satu botol, tersangka NK akan mendapat komisi sebesar Rp 50 ribu. Tersangka mengaku belum menjual satupun barang tersebut dan baru melakoni pekerjaan sebagai kurir pil double L.

Atas perbuatannya tersangka dikenakan pasal Pasal 197 subs Pasal 196 subs Pasal 198 UU RI Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan dengan ancaman 10 tahun kurungan penjara.

Pewarta : Errica Vannie

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/