alexametrics
20.8 C
Malang
Sunday, 22 May 2022

25 Ribu Anak di Indonesia Jadi Yatim Piatu Akibat Covid-19

MALANG KOTA – Keceriaan menghiasi wajah anak asuh korban Covid-19 saat berada di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Selasa (2/11). Bersama puluhan personel polisi dan TNI, mereka terlihat rileks meski ada satu dua yang masih canggung.
Selain disediakan tempat untuk menggambar dan mewarna, sejumlah anak-anak juga menikmati area bermain. Mereka ikut dalam acara “Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19, Peduli Anak, Indonesia Tangguh” yang diselenggarakan Polda Jatim bersama dengan Polresta Malang Kota sebagai tuan rumah.

Sebanyak 58 anak yatim piatu korban Covid-19 bersama 12 anak penyandang disabilitas ikut dilibatkan dalam acara tersebut. Mereka juga ikut menyaksikan layar monitor besar untuk menonton Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan “Mereka (anak terdampak Covid-19, red) harus terpenuhi kebutuhan mereka, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, layanan kesehatan dan kesejahteraan sebagai generasi penerus bangsa. Ini jadi tanggung jawab bersama,” terangnya.

Ia menyebut di Indonesia, dari sekitar 4,2 juta orang terdampak, hal ini berimbas kepada anak-anak.

“Lebih dari 25 ribu anak menjadi anak yatim piatu, ada juga yang piatu. Sebanyak 143 ribu lebih orang yang meninggal selama pandemi, mereka adalah ayah, ibu, TNI, Polri, petugas-petugas yang berkutat dengan Covid,” jelas Sigit dari Mabes Polri, Jakarta.

Sayang, karena diselenggarakan serentak se-Indonesia, Sigit bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Sosial Tri Rismaharini tak sempat menyapa anak-anak di Kota Malang. Sebagai gantinya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Avinta berinteraksi dengan anak-anak, mengajak bermain dan mengobrol santai dengan mereka. “Tujuan acara ini sendiri ialah diharapkan masyarakat dapat lebih open dan memperhatikan anak-anak terdampak Covid-19, kami bisa saling berbagi,” terang Nico.

Salah satu bentuk kepeduliannya ialah pemberian 7,400 layanan kesehatan gratis berupa BPJS Kesehatan bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena virus dari Tiongkok ini. “Layanan itu bisa dinikmati di Rumah Sakit Bhayangkara (milik Polri, red) atau rumah sakit mana saja, di seluruh wilayah Jawa Timur dan semuanya sudah diberi kartu,” ujar dia. (biy/nay/rmc)

MALANG KOTA – Keceriaan menghiasi wajah anak asuh korban Covid-19 saat berada di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Selasa (2/11). Bersama puluhan personel polisi dan TNI, mereka terlihat rileks meski ada satu dua yang masih canggung.
Selain disediakan tempat untuk menggambar dan mewarna, sejumlah anak-anak juga menikmati area bermain. Mereka ikut dalam acara “Dukungan Psikososial Bagi Anak-Anak Terdampak Covid-19, Peduli Anak, Indonesia Tangguh” yang diselenggarakan Polda Jatim bersama dengan Polresta Malang Kota sebagai tuan rumah.

Sebanyak 58 anak yatim piatu korban Covid-19 bersama 12 anak penyandang disabilitas ikut dilibatkan dalam acara tersebut. Mereka juga ikut menyaksikan layar monitor besar untuk menonton Kapolri Jendral Polisi Listyo Sigit Prabowo saat memberikan sambutan “Mereka (anak terdampak Covid-19, red) harus terpenuhi kebutuhan mereka, baik sandang, pangan, papan, pendidikan, layanan kesehatan dan kesejahteraan sebagai generasi penerus bangsa. Ini jadi tanggung jawab bersama,” terangnya.

Ia menyebut di Indonesia, dari sekitar 4,2 juta orang terdampak, hal ini berimbas kepada anak-anak.

“Lebih dari 25 ribu anak menjadi anak yatim piatu, ada juga yang piatu. Sebanyak 143 ribu lebih orang yang meninggal selama pandemi, mereka adalah ayah, ibu, TNI, Polri, petugas-petugas yang berkutat dengan Covid,” jelas Sigit dari Mabes Polri, Jakarta.

Sayang, karena diselenggarakan serentak se-Indonesia, Sigit bersama Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Menteri Sosial Tri Rismaharini tak sempat menyapa anak-anak di Kota Malang. Sebagai gantinya, Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nico Avinta berinteraksi dengan anak-anak, mengajak bermain dan mengobrol santai dengan mereka. “Tujuan acara ini sendiri ialah diharapkan masyarakat dapat lebih open dan memperhatikan anak-anak terdampak Covid-19, kami bisa saling berbagi,” terang Nico.

Salah satu bentuk kepeduliannya ialah pemberian 7,400 layanan kesehatan gratis berupa BPJS Kesehatan bagi anak-anak yang ditinggal orang tuanya karena virus dari Tiongkok ini. “Layanan itu bisa dinikmati di Rumah Sakit Bhayangkara (milik Polri, red) atau rumah sakit mana saja, di seluruh wilayah Jawa Timur dan semuanya sudah diberi kartu,” ujar dia. (biy/nay/rmc)

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/