alexametrics
28.1 C
Malang
Thursday, 7 July 2022

Kejar Target Retribusi, Pemkot Malang Perbanyak e-Parkir

MALANG KOTA—Tahun ini Pemkot Malang bakal memanfaatkan sejumlah aset lahan miliknya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor retribusi parkir. Hal itu dibeber Wali Kota Malang Sutiaji usai meresmikan e-Parkir di kompleks stadion Gajayana hari ini (4/1).

Beberapa lokasi yang dibidik untuk e-Parkir seperti area gedung Kartini (kantor PKK Kota Malang), block office Tlogowaru, dan parkiran eks kantor DLH Kota Malang. Hal ini dilakukan tak hanya dalam rangka mencegah kebocoran retribusi parkir, tapi juga untuk mencapai target retribusi sekitar Rp 12,5 miliar tahun 2021 ini. Sementara tahun 2020 lalu, target retribusi parkir hanya Rp 4,5 miliar karena ada pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto menambhkan, pengadaan alat e-Parkir di beberapa titik tersebut juga sudah masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini. Dimana setiap titiknya dianggarankan sekitar Rp 200 juta. ”Kami minta alat yang terbaru, cari alat yang nggak perlu nyentuh (otomatis). Karena masa pandemi. Tiap titik nggak sampai Rp 200 juta,” kata Kadishub Kota Malang Handi Priyanto, Senin (4/1).

Lebih lanjut, sistem e-Parkir tersebut sangat transparan untuk siapa saja. Karena masyarakat juga bisa mengecek hasil retribusi yang masuk tiap hari. ”Nanti pak Wali Kota juga bisa memantau langsung melalui aplikasi di HP,” terangnya.

Hanya saja, masih kata dia, proses pembayarannya masih dilakukan secara manual. Namun, pihaknya juga sedang menyiapkan sistem pembayaran digital bersama pihak perbankan. ”Nanti bayarnya pakai e-Money yang dikerjasamakan dengan perbankan,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

MALANG KOTA—Tahun ini Pemkot Malang bakal memanfaatkan sejumlah aset lahan miliknya untuk memaksimalkan pendapatan asli daerah (PAD) di sektor retribusi parkir. Hal itu dibeber Wali Kota Malang Sutiaji usai meresmikan e-Parkir di kompleks stadion Gajayana hari ini (4/1).

Beberapa lokasi yang dibidik untuk e-Parkir seperti area gedung Kartini (kantor PKK Kota Malang), block office Tlogowaru, dan parkiran eks kantor DLH Kota Malang. Hal ini dilakukan tak hanya dalam rangka mencegah kebocoran retribusi parkir, tapi juga untuk mencapai target retribusi sekitar Rp 12,5 miliar tahun 2021 ini. Sementara tahun 2020 lalu, target retribusi parkir hanya Rp 4,5 miliar karena ada pandemi.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Malang Handi Priyanto menambhkan, pengadaan alat e-Parkir di beberapa titik tersebut juga sudah masuk dalam anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) tahun ini. Dimana setiap titiknya dianggarankan sekitar Rp 200 juta. ”Kami minta alat yang terbaru, cari alat yang nggak perlu nyentuh (otomatis). Karena masa pandemi. Tiap titik nggak sampai Rp 200 juta,” kata Kadishub Kota Malang Handi Priyanto, Senin (4/1).

Lebih lanjut, sistem e-Parkir tersebut sangat transparan untuk siapa saja. Karena masyarakat juga bisa mengecek hasil retribusi yang masuk tiap hari. ”Nanti pak Wali Kota juga bisa memantau langsung melalui aplikasi di HP,” terangnya.

Hanya saja, masih kata dia, proses pembayarannya masih dilakukan secara manual. Namun, pihaknya juga sedang menyiapkan sistem pembayaran digital bersama pihak perbankan. ”Nanti bayarnya pakai e-Money yang dikerjasamakan dengan perbankan,” ungkap dia.

Pewarta: Imam N

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/