alexametrics
24.2 C
Malang
Saturday, 28 May 2022

Tingkat Hunian Hotel di Kota Malang Masih 20 Persen

MALANG KOTA-Sedikit berbeda dengan Kota Batu, tingkat okupansi hotelhotel di Kota Malang masih berada di kisaran 20 persen. Jumlah itu turut drastis dibandingkan sebelum Ramadan. Sebab saat itu para pengelola hotel mampu mencatatkan jumlah okupansi hingga 70 persen. Agar tak terus-menerus mengalami penurunan, sejumlah hotel menerapkan sejumlah promos.

Seperti dilakukan Hotel The 101 Malang dan Hotel Atria. Mulai dari promo diskon harga hingga melayani menu buka puasa diterapkan kedua hotel tersebut. Director of Sales and Marketing Hotel Atria Eli Purwati Arifin menjelaskan bila pihaknya juga sudah ancang-ancang untuk menyiapkan paket menginap yang berlaku dua minggu setelah Lebaran.

”Dengan strategi itu kami bisa menambah okupansi di atas 20 persen. Sebab kalau nggak pakai itu bisa jadi terus menurun,” katanya. Saat ini, dikatakan Eli, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah paket promo menginap sampai Lebaran. Di tempat lain, General Manager The 1O1 Malang OJ Ade Sudrajat menyadari terjadinya penurunan okupansi di awalawal Ramadan. Khususnya di minggu pertama. ”Biasanya minggu kedua sudah mulai naik,” tuturnya.

Ade menjelaskan bahwa pola naik-turun okupansi hotel di bulan Ramadan dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat dan instansi pemerintah. Pada minggu pertama, masyarakat dan instansi pemerintah belum banyak melakukan kegiatan. ”Biasanya mulai ada kegiatan di minggu kedua. Baik itu ada keluarga yang menginap, maupun instansi pemerintah yang mengadakan rapat sehingga harus menginap di hotel,” kata dia. Meski tidak menyebutkan secara spesifik, Ade menuturkan bahwa dibandingkan Ramadan tahun lalu, okupansi di hotelnya saat ini naik 30 persen.

Turunnya okupansi itu telah diprediksi sebelumnya oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki. Oleh sebab itu, bersama dengan 90 anggota PHRI, dia meminta pengelola hotel bisa menawarkan promopromo menarik kepada tamu. ”Ada beberapa hotel yang memberi promo buka puasa dan sahur dikirim ke kamar. Ada juga yang bikin paket menginap. Semua itu dilakukan supaya bisa menjaga okupansi, syukur-syukur di angka 70 persen,” bebernya. Agoes menambahkan jika promo yang dibuat pengelola hotel itu sudah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. (fif/rb5/adn/fin/by)

 

MALANG KOTA-Sedikit berbeda dengan Kota Batu, tingkat okupansi hotelhotel di Kota Malang masih berada di kisaran 20 persen. Jumlah itu turut drastis dibandingkan sebelum Ramadan. Sebab saat itu para pengelola hotel mampu mencatatkan jumlah okupansi hingga 70 persen. Agar tak terus-menerus mengalami penurunan, sejumlah hotel menerapkan sejumlah promos.

Seperti dilakukan Hotel The 101 Malang dan Hotel Atria. Mulai dari promo diskon harga hingga melayani menu buka puasa diterapkan kedua hotel tersebut. Director of Sales and Marketing Hotel Atria Eli Purwati Arifin menjelaskan bila pihaknya juga sudah ancang-ancang untuk menyiapkan paket menginap yang berlaku dua minggu setelah Lebaran.

”Dengan strategi itu kami bisa menambah okupansi di atas 20 persen. Sebab kalau nggak pakai itu bisa jadi terus menurun,” katanya. Saat ini, dikatakan Eli, pihaknya juga sudah menyiapkan sejumlah paket promo menginap sampai Lebaran. Di tempat lain, General Manager The 1O1 Malang OJ Ade Sudrajat menyadari terjadinya penurunan okupansi di awalawal Ramadan. Khususnya di minggu pertama. ”Biasanya minggu kedua sudah mulai naik,” tuturnya.

Ade menjelaskan bahwa pola naik-turun okupansi hotel di bulan Ramadan dipengaruhi oleh aktivitas masyarakat dan instansi pemerintah. Pada minggu pertama, masyarakat dan instansi pemerintah belum banyak melakukan kegiatan. ”Biasanya mulai ada kegiatan di minggu kedua. Baik itu ada keluarga yang menginap, maupun instansi pemerintah yang mengadakan rapat sehingga harus menginap di hotel,” kata dia. Meski tidak menyebutkan secara spesifik, Ade menuturkan bahwa dibandingkan Ramadan tahun lalu, okupansi di hotelnya saat ini naik 30 persen.

Turunnya okupansi itu telah diprediksi sebelumnya oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Malang Agoes Basoeki. Oleh sebab itu, bersama dengan 90 anggota PHRI, dia meminta pengelola hotel bisa menawarkan promopromo menarik kepada tamu. ”Ada beberapa hotel yang memberi promo buka puasa dan sahur dikirim ke kamar. Ada juga yang bikin paket menginap. Semua itu dilakukan supaya bisa menjaga okupansi, syukur-syukur di angka 70 persen,” bebernya. Agoes menambahkan jika promo yang dibuat pengelola hotel itu sudah disesuaikan dengan kemampuan masing-masing. (fif/rb5/adn/fin/by)

 

Wajib Dibaca

Artikel Terbaru

/